Selasa, 28 Desember 2010

STRAWBERRY or CHOCOLATE..., ??? (Part. 2)


(Part 2)
(Sour, Sweet, and Bitter)
Han River

Sungai Han
 Jineul duduk termenung di bawah pohon di tepi sungai Han. Perasaanya sedang kesal. Setelah semalam Donghae membatalkan acara makan malamnya, hari ini dia juga membatalkan makan siang bersama. Selalu dengan alasan yang sama, bisnis, bisnis, dan bisnis. Sepenting itukah bisnisnya dibanding dengan tunangannya?
 Saat dia sedang melamun, tiba tiba dari belakang ada yang menyodorkan sebungkus es krim strawberry ke depan mukanya. Jineul terperanjat kaget. Dia menoleh. Tampak Jungsoo sedang berdiri dibelakangnya. Tangan kanannya menyodorkan es krim ke arahnya dan tangan kirinya menggenggam keranjang kecil. Entah apa yang ada di dalam keranjang itu.
“Jungsoo!” Teriak Jineul kaget. Jungsoo tersenyum dengan tangan masih menyodorkan es krim. Dengan malu-malu Jineul menerima es krim dari tangan Jungsoo.
“Bagaimana kau tahu aku sedang ingin makan es krim?”serunya sambil membuka bungkus es krim dan langsung melahapnya hingga habis. Jungsoo hanya tersenyum dan mengambil tempat duduk di samping Jineul.
“Kulihat wajahmu sedang kesal, jadi aku membelikanmu es krim di sana”katanya sambil menunjuk ke sebuah kedai di seberang jalan. Kemudian dia menyerahkan keranjang kecil yang dari tadi dipegangnya. Jineul menerimanya dan langsung membukanya. Wajahnya seketika berubah berbinar saat melihat isi keranjang itu.
“Wooowww…strawberry!! Ini untukku???”serunya kegirangan. Jungsoo hanya mengangguk kecil sambil tersenyum melihat tingkah Jineul yang seperti anak kecil yang baru mendapat sepiring kue coklat. Dia mengambil satu dan langsung memasukkan ke mulutnya. Jungsoo juga melakukan hal yang sama.
“Kau kenapa suka strawberry???”Tanya Jineul sambil terus mengunyah (dasar pemamah biak,xixixi)
“Karena strawberry itu jujur”jawab Jungsoo. Jineul mengeryitkan dahinya. Dia tidak mengerti maksudnya.
“Lihatlah bijinya. Semua bijinya ada diluarkan. Ibarat manusia, strawberry itu menunjukkan semua sisi dari dirinya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Makanya aku menyebutnya buah yang jujur”Jungsoo menjelaskannya panjang lebar. Jineul hanya mengangguk-angguk saja.
“Aku tidak pernah memperhatikan sampai sedetail itu. Aku suka strawberry karena rasanya unik. Ada manis, asam dan ada rasa yang khas yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.” Jelas Jineul tidak kalah panjangnya dari Jungsoo.
 
Jineul POV
 Perasaan nyaman tiba-tiba menyergap saat aku sedang bersamanya. Perasaan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Bahkan saat aku bersama tunanganku. Aku baru saja mengenalnya kemarin, tapi kenapa aku bisa begitu senang berada di dekatnya.
“Jineul-ssi, kenapa tadi kau merasa kesal??”Jungsoo tiba-tiba bertanya padaku. Aku jadi teringat kejadian tadi siang yang Donghae tiba-tiba membatalkan janjinya. Entah kenapa tiba-tiba aku menceritakan semuanya kepada Jungsoo, sesuatu yang belum pernah kulakukan pada orang yang baru saja kukenal. Aku menceritakan bagaimana Donghae seringkali membatalkan acara kami hanya demi bisnis. Menceritakan tentang Donghae yang tidak pernah mau makan strawberry bersamaku. Tentang Donghae yang tidak pernah mengucapkan kata cinta dan bersikap romantis padaku. Tentang Donghae yang selalu bersikap kaku. Kulihat Jungsoo diam mendengarkanku.
 “Jineul-ssi, tidak semua cinta itu harus dikatakan. Kadang kala seseorang itu lebih suka memendam perasaannya. Tapi kau harus tetap yakin kalau tunanganmu itu sangat mencintaimu”
“Bagaimana bisa aku tahu dia mencintaiku kalau dia tidak pernah mengatakannya?”
“Dari matanya. Lihatlah matanya saat dia menatapmu. Kau pasti bisa melihatnya” Jungsoo mengelu-elus kepalaku. Aku mencoba mencerna apa yang baru saja dia katakan.
 ----------------------------
 
Donghae POV
Aku buru-buru menyelesaikan pekerjaanku. Meneliti dan memastikan semuanya tidak ada masalah. Hari ini aku berjanji pada Jineul akan merayakan hari jadi kami. Aku tidak ingin mengecewakannya lagi. Sudah sering aku membatalkan janjiku, bahkan aku juga jarang meluangkan waktu untuk sekedar menemaninya makan es krim. Aku tahu dia sudah mulai meragukan cintaku. Dan hari ini aku akan meyakinkannya seberapa besar akumencintainya.
Kulirik jam ditanganku. Sudah pukul 6 sore!!! Dia pasti sudah menungguku di taman. Aku harus segera bergegas. Kuraih kunci mobil yang tergeletak di meja dan berlari keluar. Baru beberapa langkah tiba-tiba dari arah berlawanan ada seseorang berlari-lari menghampiriku. Oh rupanya kepala bagian produksi.
“Tuan Lee, ada masalah di pabrik.”
“Masalah apa?”tanyaku cemas.
“Saluran pembuangannya bocor, saya takut limbahnya akan mencemari pemukiman penduduk”
Begitu menerima penjelasannya, aku bergegas menuju lokasi. Melihat seberapa parah kebocorannya. Menelpon ahli yang bisa memperbaiki saluran. Untuk sesaat aku lupa dengan janjiku.
 
Taman Kota
 Jineul sedang duduk gelisah di kursi tengah taman. Menunggu seseorang. Sesekali dia melirik jam tangannya dan menghembuskan nafas. Mondar mandir melihat kearah jalan, siapa tahu orang yang ditunggunya datang. Dia sudah menunggu sejak pukul 6 sore tadi dan sekarang sudah pukul 8 malam.
“Apa dia tidak datang lagi”gumannya.
 “Ssshhhh…!!!!!”tiba-tiba hujan turun. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaannya saat itu. Sedih, kecewa dan marah. Dalam hujan, air matanya jatuh. Seluruh badannya basah kuyup. Dia hanya diam mematung dan tetap menunggu.
 Tiba-tiba ada seseorang yang memayunginya. 
"donghae..!!!" Dia mendongak ke atas. Tampak Jungsoo sedang berdiri sambil memayunginya. Sepertinya Donghae memang tidak akan datang.
“Jineul-ssi, sedang apa kau di sini hujan-hujan begini”tanyanya. Tiba-tiba Jineul memeluknya. Menangis di pelukan Jungsoo. Dia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Jungsoo tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Dia membiarkan Jineul menangis di pelukannya.

Jungsoo_Minho
Jineul POV
 Jungsoo mengantarku pulang ke rumah. Dia tidak bertanya apa-apa. Sepertinya dia tahu aku tidak mau diganggu dengan pertanyaan-pertanyan. Dia hanya diam membiarkanku menangis dan memberikan pundaknya untukku.sesekali dia menenangkanku dengan membelai lembut kepalaku.
 Kepalaku rasanya pusing. Mungkin karena kehujanan tadi. Setelah berganti pakaian aku langsung menghempaskan tubuhku ke ranjang. Donghae, dia tidak datang lagi. Apalagi alasannya kali ini. Bahkan untuk sekedar menelponku memberi tahu kalau dia tidak bisa datang pun tidak. Dia selalu membatalkan janjinya sendiri dan membiarkan ku menunggunya. Aku harus berpikir ulang apakah hubungan kami bisa diteruskan. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Ah..apa yang aku pikirkan. Bukankah selama ini aku selalu memaafkannya. Tapi kali ini sudah keterlaluan. Ah tidak..bagaimanapun juga kami sudah bertunangan. Sepertinya sakit kepalaku ini membuatku tidak bisa berpikir dengan baik. Aku menutup mataku. Mencoba untuk tidur dan melupakan masalah dengan Donghae untuk sejenak.

TBC

9 komentar:

  1. wakakakaka...si ituk selalu datang di saat yang tepat.

    @admin: btw tu kenapa ada fotonya ituk sama minho???

    BalasHapus
  2. xixixi..., jineul nggak ada, minho pun jadi..., ^^

    BalasHapus
  3. wakakakakaka....payungnya pink lagi, kaya pasangan aja

    BalasHapus
  4. @mrscloud minho kan lg digosipin ma changmin, hehehe

    @pooh lanjutkan, mangstab gan, hahaha

    BalasHapus
  5. @mrscloud ayo...buat yg benar2 mengharu biru, wakakaka

    BalasHapus
  6. @kim chika : aku kan lom nongol chika..., kok kamu dah komen buatku,:P

    BalasHapus
  7. xixixi..., oooo... ya ya ya, jadi lupa sendiri..., bikin yang mengharu biru...!!! (ah, mana tega aku memilih salah satunya, kalau bisa dua-duanya lebih baik^^)

    BalasHapus