![]() |
| yesung_shindong |
Apartemen Avenged
Ruangan itu terlihat sangat berantakan. Seorang gadis sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam kopernya, sedangkan seorang laki-laki yang lebih tua beberapa tahun darinya berada dibelakang sang gadis dengan wajah yang sedikit marah.
“kau mulai berani membantahku,?” Yesung, laki-laki itu mencoba bernegosiasi dengan sang gadis yang masih sibuk mengemasi barang-barangnya.
“dengar oppa..., aku... tidak pernah membantahmu. Sedikitpun tidak pernah, dan kau tahu itu” Jineul, sang gadis menoleh sekilas menatap tajam Yesung. Sepertinya dia juga sama jengkelnya dengan Yesung.
“lalu...?” Yesung masih menuntut jawaban. Jineul selesai mengemas barang-barangnya. Dia berdiri menghadap Yesung. Tangan kanannya memegang koper yang siap dibawanya.
“aku hanya menuruti apa kata oppa...” Jineul menarik kopernya keluar ruangan. Melewati Yesung yang berdiri menatapnya.
“sret” tangan Yesung sigap menghentikan langkah Jineul. Tapi Jineul melepaskan tangan Yesung.
“oppa masih ingat dengan ucapan oppa kemarinkan,? Oppa yang menyuruhku keluar dari apartemen ini, dan aku tidak pernah membantahmu sedikitpun...” Jineul berkeras, sama keras kepalanya dengan Yesung.
“aku tidak pernah menyuruhmu pergi.., aku hanya tak mw kalau kau menyukai shindong” yesung berdalih. Ya, kemarin mereka memang bertengkar gara-gara shindong. Laki-laki tambun itu, apa bagusnya dia hingga Jineul begitu menyukainya.
“kau boleh menyukai siapapun.., siwon, hankyung, heechul, atau kibum... banyak yang lebih baik dari shindong. Kenapa harus dia” Yesung kehilangan kesabaran. Jineul menatap sinis.
“kenapa harus dia,? kenapa...????” Jineul tak kalah sengit berteriak pada Yesung. Yesung terkejut, selama ini... Jineul tak pernah berkata sekasar itu padanya. Yesung melihat sungai kecil mulai terbentuk disudut mata Jineul. ‘uljima jineul’
“kenapa harus shindong oppa..., aku juga tak pernah tahu kenapa,? Bahkan kenapa oppa melarangku menyukainya pun aku tak tahu.... apa karena dia gendut,? Apa karena dia tak setampan yang lain,? Tapi dia baik oppa, dia baik... aku menyukainya,,,, “ Jineul menangis tertahan. Yesung tak pernah bisa berbuat apa-apa jika melihat Jineul menangis, dia hanya diam... mengalah,...
“maafkan aku oppa..., bagaimanapun aku tetap menyayangimu...” Jineul memberikan pelukan dan kecupan pada Yesung. Yesung hanya diam, dia sudah tak bisa melakukan apa-apa. Jineul yang sejak kecil memang sangat keras kepala, setiap dia punya keinginan pasti akan dikejarnya sampai dapat. Jineul menarik kopernya keluar, meninggalkan Yesung sendiri.
Jineul membuka pintu apartemen, memasuki lift menuju lantai dasar dia menghapus air matanya. ‘maafkan aku oppa’ ada rasa sakit yang mengigit, dia harus bertengkar dengan Yesung demi shindong,? Sepertinya sangat lucu, lucu sekali. Jineul mencoba tersenyum kecut. Bagaimana bisa..., dia meninggalkan Yesung yang telah menjaganya sejak kecil, menggantikan posisi orangtuanya yang telah lama meninggalkan mereka. Demi seorang Shindong..., konyol...
“ting tong” bel lift membuyarkan Jineul. Dia bersiap keluar lift, dan...
“Jineul...” sebuah senyum manis menyapanya. Hye in, siapa lagi kalo bukan kekasih Yesung. Jineul mencoba tersenyum, tapi tak bisa menyembunyikan kegalauannya. Hye in menatap Jineul.
“kau..., habis menangis,?” Hye in penasaran, ingin memastikan.
“tidak.., aku tidak apa-apa unnie..., aku harus pergi, Yesung oppa..., dia pasti senang melihatmu...” Jineul buru-buru pergi. Hye in hanya bisa menatap punggung Jineul memasuki mobil sebelum dia sendiri naik lift menuju lantai 9, apartemen Yesung. -----
Didepan pintu apartemen, Hye in sedikit ragu. Sepertinya ada yang tidak beres. Rasanya sangat asing, padahal Hye in sangat sering ke apartemen ini. hye in ragu untuk membuka pintu. Apartemen itu terasa sunyi, seolah sudah lama ditinggal pemiliknya. ‘cklek’ hye in membuka pintu perlahan. Dia melongok ke dalam ruangan, sepi.
“oppa...” hye in mencoba memanggil Yesung. Tak ada sahutan, hye in masuk ruangan itu. Dia melangkah perlahan, ruangan ini sangat berantakan. Tapi memang biasanya berantakan. hye in melihat sosok yang dicarinya duduk dengan kedua tangan menutupi wajahnya disofa.
“oppa..., kau baik-baik saja,?” hye in mendekati Yesung yang diam saja. Masih tak ada jawaban dari Yesung, membuat Hye in makin khawatir. Hye in duduk disamping Yesung dan perlahan memegang bahunya.
“oppa..., apa yang terjadi...” hye in menyentuh bahu Yesung lembut, memberikan aliran kehidupan pada yang disentuhnya. Yesung sedikit bereaksi. Dia membuka tangannya yang menutupi wajahnya, menatap Hye in perlahan.
“jineul meninggalkanku” Hye in kaget.
“dia menyukai shindong, padahal aku sudah melarangnya”
“percayalah..., dia pasti pulang” Hye in hanya bisa ikut berharap.
-----------
![]() |
| shindong |
Jineul melajukan mobilnya ke sebuah apartemen di daerah utown. Apartemen itu tak berbeda jauh dengan apartemennya. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menampungnya. Ada dua kamar tidur disana dengan kamar mandi disetiap kamarnya, satu dapur, satu ruang tamu, dan sedikit space ruangan yang bisa dijadikan untuk tempat bersantai. Jineul yakin, penghuni apartemen itu pasti mw menampungnya untuk beberapa hari sebelum dia menemukan tempat tinggal yang cocok.
‘dingdongdong ada tamu’ bel unik itu berbunyi. Jineul menunggu hingga sang penghuni membukakan pintu. Dan memang tak perlu waktu lama, pintu terbuka. Sosok laki-laki tambun itu muncul, Jineul tersenyum. Ya, dia shindong.
“Jineul... ada apa,?” shindong tampak terkejut dengan kehadiran Jineul, dia melihat Jineul membawa koper seperti mw pergi untuk waktu yang lama.
“oppaaaa...” Jineul membaur kepelukan shindong. Membuat shindong sedikit tak siap. Jineul menangis terisak. Shindong menyadari sesuatu, pasti dia sedang ada masalah. Akhirnya Jineul diajak masuk ke apartemennya.
“kau kabur,?” shindong tak percaya. Selama ini, setahu shindong, Yesung dan Jineul sangat akrab dan tak pernah bertengkar. Jineul memang tidak mengatakan alasan dia dan Yesung bertengkar.
Jineul mengangguk, dia sudah tidak terisak-isak lagi. Shindong membuatkannya secangkir coklat panas. Persis seperti kesukaan Jineul. Jineul meminumnya sedikit, memberikan kelegaan yang luar biasa.
“maka dari itu oppa, aku boleh ya sementara tinggal disini” Jineul merengek.
“tapi..., apa tidak sebaiknya kalian bicara baik-baik. Bagaimanapun juga kan kalian saudara. Aku sangat tidak enak kalau Yesung hyung sampai tahu kau ada disini. bisa-bisa dia menuduhku menculikmu” shindong mencoba menyarankan.
“ya shindong oppa.., plis,,, Cuma beberapa hari saja kok. Kepala besar itu tidak akan tahu kalau kau tidak memberitahunya. Apa kau lebih senang melihatku tidur dijalanan,?” Jineul menatap dengan penuh harap. Membuat shindong tak bisa menolak permintaannya.
“tapi hanya sehari saja ya..., aku tidak mw ikut disalahkan dalam masalah kalian” shindong akhirnya melunak. Jineul tersenyum, dan...
“makasih oppa..., kau baik sekali” Jineul memeluk shindong erat, dia tampak sangat senang. Tak tampak sama sekali kesedihannya seperti saat meninggalkan apartemennya tadi.
“tapi kau harus janji..., besok kau pulang ke apartemen Yesung hyung. Dia pasti sangat mengkhawatirkanmu”
“um, shindong oppa jangan khawatir” Jineul melepaskan pelukannya. Menatap laki-laki didepannya. Memang jauh dari kata tampan melihat berat badannya yang diatas normal, tapi dia sebenarnya cute. Jineul tersenyum.
Entah sejak kapan dia mulai menyukai laki-laki ini. Dia ingat saat pertama kali mengenalnya, dia sedikit tak percaya kalau laki-laki ini salah satu member SJ, tempat Yesung bergabung didalamnya. Bagaimana bisa, seorang shindong yang tambun, jauh dari imej tampan ini bergabung dengan mereka. Membayangkannya nge-dance dengan badan seberat itu,? Apa mungkin,? Jineul sempat meragukannya. Tapi lambat laun keraguannya terjawab. Saat melihat shindong perform,... Jineul tak bisa berkata-kata lagi. Gerakannya sangat luwes, fleksibel, dan enerjik. Shindong tak kalah dengan member lain. Shindong yang humoris, lucu, dan kadang terlihat bodoh saat dikerjai member lain begitu menarik perhatian Jineul. Ya, apalagi saat Jineul makin dekat dengan shindong. Rasanya semua berjalan begitu saja, perasaan itu hadir tanpa Jineul tahu. Dan sekarang...., benar-benar terasa bodoh...!!! demi perasaan itu, Jineul memilih meninggalkan Yesung. Hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Meninggalkan satu-satunya kakak, bahkan orangtua baginya. Egois kah,? Mungkin... tapi,,, ah, seandainya saja Yesung bisa memberinya alasan yang kuat kenapa dia tak boleh menyukai shindong, pasti Jineul tak kan membantahnya. Ya, tak kan pernah membantahnya.
TBC


Um.., shindong,^^
BalasHapusgyahahahahaha....jineul fall in love sama si gentong???? UNBELIEVABLE!!!!!
BalasHapushem..., love's blind...,
BalasHapus@pooh: wakakakakaka....
BalasHapus