Jumat, 31 Desember 2010

LITTLE MAFIA (Chapt. 2)


Chapter 2

Di Jung’s Mansion…
Setelah mengendarai mobilnya selama 15 menit akhirnya Boo sampai juga di kediamannya, sebuah rumah besar dan mewah dengan halaman yang sangat luas dengan beberapa penjaga di pintu gerbangnya. Dia segera memarkirkan mobilnya dan memasuki rumah besar itu.

Boo POV
‘kenapa jantungku masih berdebar-debar ya? Apa perlu panggil dokter?’
Mommy… Daddy…. I’m home…” teriakku
Kemudian keluarlah 2 orang sosok laki-laki tampan, ya appa-ku adalah Jung Uknow seorang bos besar mafia yang terkenal berdarah dingin tapi dia sebenarnya orang yang sangat hangat dan lelaki cantik di sampingnya adalah umma-ku Kim Hero seorang hacker terbaik yang pernah kutemui. Walaupun aku, Sung dan Pooh merupakan anak adopsi tapi mereka benar-benar menyayangi kami seperti darah daging mereka sendiri.
“Oh..honey…sudah pulang, bagaimana hari ini?” kata mereka sambil memelukku.
Not bad, tapi sepertinya aku agak gak enak badan” kataku manja.
“Kalau begitu cepat istirahat” kata umma kuatir, dia segera menggendongku ke kamar, sementara appa langsung menelfon dr. Shim.
Tak berapa lama dr.Shim datang, dia segera memeriksaku.
“Gimana keadaanya Changmin-ah?” Tanya appa kuatir
“Dia baik-baik saja kan?” Tanya umma yang sedari tadi memegang tanganku.
“Boo benar-benar dalam kondisi yang baik, tidak ada kelainan apapun pada dirinya” jawab dr. Changmin menenangkan kedua orang tuaku.
“Changmin-sshi, tapi dari tadi kurasakan jantungku berdebar-debar”kataku polos.
Changmin hanya tersenyum “sejak kapan kau merasakan gejalanya?”tanyanya singkat
“Ehm…sejak dari kampus setelah aku bertabrakan dengan seorang cowok” “mungkin karena benturan itu jantungku jadi berdebar-debar” jelasku polos.
“Hahahaha, that’s my boo” Changmin terbahak sementara Umma dan Appa saling berpandangan dan masih dengan muka cemas.
“Changmin-ah, is she alright?” Tanya Umma.
“Tenang saja hyung, she’s totally fine, really fine, mungkin dia sedang jatuh cinta” jawab Changmin sambil tersenyum.
What???!!!” jawab kami bertiga serempak.
Aigoo…my little Boo sudah dewasa rupanya…”kata appa sambil tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya, dan umma langsung memelukku “Chukkae, siapa lelaki beruntung itu?” Tanya umma.
“hah??? Apa-apaan ini, siapa juga yang jatuh cinta??? Yah!!! Changmin-sshi jangan sembarangan donk!” jawabku gelagapan. Dan Changmin hanya tersenyum.
“Kalau begitu aku pamit dulu hyung” Changmin berpamitan dan segera kembali ke RS nya.
“Hati-hati, Changmin” kata Umma sambil menepuk pundak Changmin.
Aish…bye…”kataku. ‘apa mungkin  benar aku jatuh cinta??? Aduh, kenapa jantung ini berdetak begitu kencang, apa aku akan mati?? Oh..no!!! Aku belum menikah dengan Jaejoong TVXQ, aku tidak bisa mati dulu’
“Jadi siapa lelaki itu?” Tanya Appa dengan nada mengintrogasi, seketika karakter mafianya keluar, menakutkan.
“Hmm…entahlah” aku tak mau menjawab
“Lihat mataku” katanya, aku memang tak sanggup berbohong di depan kedua mata itu.
Okay…his name Siwon, that’s all I know, cukup aku mau tidur” kata ku sambil bersembunyi di balik selimut.
“Aish…manisnya, love u boo…
Honey, kau tau kan apa yang harus dilakukan” kata appa pada umma
Araso” kata umma, lalu mereka segera keluar dari kamarku.

Di Kampus
Jam perkuliahan telah usai, Pooh segera keluar ruangan dan menunggu Sung di depan pintu, sementara Sung malah berlama-lama di dalam ruangan ngobrol dengan Yesung.
“Aish..lama banget sih Sung” kata Pooh, tiba-tiba sung keluar dari balik pintu menggandeng tangan Yesung. Mata Pooh langsung terbelalak dan tak dapat berkata-kata.
“Pooh, kau pulang sendiri ya, hari ini aku mau berkencan dengan Yesung oppa, o iya mungkin aku pulang telat, jangan lupa beri tau umma dan appa” kata Sung santai.
Pooh hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata, setelah Sung dan Yesung menghilang dari pandangannya dia baru tersadar setelah seseorang menepuk pundaknya.
“hai, jangan melamun di depan pintu, kau menghalangi orang yang mau keluar masuk” kata orang itu.
hee…ye…mian..”katamu sepenggal-sepenggal.
“Hai, aku Donghae, wanita yang bersama Yesung itu temanmu kan?? Hebat sekali dia bisa mengajak Yesung berkencan. Dan satu lagi dia sangat agresif, hahahaha” katanya.
“Mwo…Sung yang mengajak Yesung berkencan??? Dasar cewek gampangan!!!” kata Pooh
“Hahaha, kalo begitu, apakah aku juga gampangan kalo mau mengantarkanmu pulang?”Tanya Donghae
‘o iya, Boo dah pulang, mobil kan dia yang bawa, mau gak ya??? Tapi kalo aku mau bisa2 dia pikir aku cewek gampangan’ kata Pooh dalam hati.
“Bagaimana?” Tanya Donghae membuyarkan lamunan Pooh.
“Ah, gak usah, aku bisa naik taksi” tolak Pooh
“Daripada kau memberikan uangmu pada supir taksi lebih baik berikan uangmu padaku, setuju??”Tanya Donghae..
“Baiklah” jawab Pooh sambil tersenyum. ‘wah…rejeki nomplok, dianter pulang cowok cakep, wakakaka’
“Ayo kita ke parkiran mobilku” ajak Donghae sambil menggandeng tangan Pooh.
Deg…sepertinya cupid telah melepaskan panah cintanya pada Pooh dan Donghae.
appa-umma

Di apartemen Siwon

Siwon POV
‘Kay… kenapa aku tidak bisa melupakan wanita ini, ayolah Siwon kau baru sekali melihatnya, kau tidak mungkin begitu mudah jatuh cinta pada orang yg kau kenal kan?’
‘tapi aku memang jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, aish…kenapa jadi seperti sinetron sih’
Ting tong…
‘Siapa ya? Tidak biasanya aku menerima tamu’
“Sebentar…”kataku, lalu kubuka pintu. Masuklah sesosok makhluk cantik seperti malaikat ‘Yah…apakah aku sudah mati??? Mati karena cinta??? Tragis skali nasibku’ pikirku.
“Apakah benar kau yang bernama Choi Siwon” Tanya malaikat cantik itu, ‘huh…suaranya seperti laki-laki? Hah!!! Ternyata malaikat ini seorang pria’
“Benar…maaf anda siapa?”tanyaku gugup.
“Perkenalkan aku Hero” jawabnya singkat sambil langsung melangkahkan kaki memasuki apartemenku.
“Dari mana kau tau siapa aku?” tanyaku mulai ketakutan.
“Choi Si Won, lahir pada 7 April 1986, pewaris Hyundai Grup, punya seorang adik perempuan, penganut Kristen yang taat, dan bla bla bla” kata Hero.(A/N : Hero adalah seorang hacker yang sangat handal, jangan pernah meragukan kemampuannya dalam hal hacking karena dia yang nomer 1 di Korea)
“Oke, sekarang apa yang kau mau, apa kau mau menculikku dan minta tebusan pada orang tuaku” tanyaku dengan keringat dingin.
“Bisa dibilang begitu tapi tak sepenuhnya benar” katanya “O iya, kau tak perlu takut, aku tak akan memakanmu” tambahnya.
“Jadi apa maumu sebenarnya?” tanyaku lagi
“Aku memang mau menculikmu, tapi kau harus menjawab satu pertanyaanku dulu” katanya
“A..Apa itu?” kataku terbata
“Apa kau mencintai Boo?” tanyanya singkat dan tanpa basa basi.
“Boo??? Siapa Boo?? Aku bahkan tak mengenalnya” kataku heran karena aku memang tak tau siapa yang dia tanyakan.
“Oh…aku lupa dia tak pernah mau memakai nama Boo di depan orang lain, hahaha” “Maksudku apakah kau mencintai Kay?” tanyanya lagi
“Kay??? Kay…gadis yang tak sengaja menabrakku tadi siang???” tanyaku tak percaya
“Yup” jawabnya yakin
“Hmm…apa urusannya denganmu? Aku tak mau menjawab!” kataku
“Tentu saja ada urusannya denganku,karena dia adalah putri kesayanganku, jadi aku harus memastikan kebahagiaannya” jelasnya
“Jadi anda appa-nya Kay?” tanyaku lagi
“Ehmm…lebih tepat umma-nya” jawabnya tersipu.
“Mwo??” kataku tak percaya
“Kenapa?? Tak boleh” ucapnya setengah berteriak.
“Bukan begitu, aku hanya kaget saja” jelasku
“Sudahlah jangan mengelak lagi, cepat jawab pertanyaanku!” perintahnya
“Baiklah, mungkin anda tak percaya, tapi aku memang mencintai Kay walopun aku baru pertama melihatnya dan belum mengenalnya, tapi seharian ini aku tak bisa berhenti memikirkannya” jelasku panjang lebar
“Bagus kalau begitu, sekarang ikut denganku, aku menculikmu” katanya sambil menyeretku keluar apartemen.
What?? Sejak kapan peculikkan pake bilang-bilang, tunggu aku harus ganti baju” kataku tapi dia tidak peduli dan tetap menyeretku keluar.
Dia membawaku dengan mobilnya ke tempat yang entah hanya dia dan Tuhan yang tau.

TBC.

BROKEN WINGS (Part 1)

yesung_shindong
 (Part 1)


Apartemen Avenged
Ruangan itu terlihat sangat berantakan. Seorang gadis sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam kopernya, sedangkan seorang laki-laki yang lebih tua beberapa tahun darinya berada dibelakang sang gadis dengan wajah yang sedikit marah.  
“kau mulai berani membantahku,?” Yesung, laki-laki itu mencoba bernegosiasi dengan sang gadis yang masih sibuk mengemasi barang-barangnya.
“dengar oppa..., aku... tidak pernah membantahmu. Sedikitpun tidak pernah, dan kau tahu itu” Jineul, sang gadis menoleh sekilas menatap tajam Yesung. Sepertinya dia juga sama jengkelnya dengan Yesung.
“lalu...?” Yesung masih menuntut jawaban. Jineul selesai mengemas barang-barangnya. Dia berdiri menghadap Yesung. Tangan kanannya memegang koper yang siap dibawanya.
“aku hanya menuruti apa kata oppa...” Jineul menarik kopernya keluar ruangan. Melewati Yesung yang berdiri menatapnya.
“sret” tangan Yesung sigap menghentikan langkah Jineul. Tapi Jineul melepaskan tangan Yesung.
oppa masih ingat dengan ucapan oppa kemarinkan,? Oppa yang menyuruhku keluar dari apartemen ini, dan aku tidak pernah membantahmu sedikitpun...” Jineul berkeras, sama keras kepalanya dengan Yesung.
“aku tidak pernah menyuruhmu pergi.., aku hanya tak mw kalau kau menyukai shindong” yesung berdalih. Ya, kemarin mereka memang bertengkar gara-gara shindong. Laki-laki tambun itu, apa bagusnya dia hingga Jineul begitu menyukainya.
“kau boleh menyukai siapapun.., siwon, hankyung, heechul, atau kibum... banyak yang lebih baik dari shindong. Kenapa harus dia” Yesung kehilangan kesabaran.  Jineul menatap sinis.
“kenapa harus dia,? kenapa...????” Jineul tak kalah sengit berteriak pada Yesung. Yesung terkejut, selama ini... Jineul tak pernah berkata sekasar itu padanya. Yesung melihat sungai kecil mulai terbentuk disudut mata Jineul. ‘uljima jineul
“kenapa harus shindong oppa..., aku juga tak pernah tahu kenapa,? Bahkan kenapa oppa melarangku menyukainya pun aku tak tahu.... apa karena dia gendut,? Apa karena dia tak setampan yang lain,? Tapi dia baik oppa, dia baik... aku menyukainya,,,, “ Jineul menangis tertahan. Yesung tak pernah bisa berbuat apa-apa jika melihat Jineul menangis, dia hanya diam... mengalah,...
“maafkan aku oppa..., bagaimanapun aku tetap menyayangimu...” Jineul memberikan pelukan dan kecupan pada Yesung. Yesung hanya diam, dia sudah tak bisa melakukan apa-apa. Jineul yang sejak kecil memang sangat keras kepala, setiap dia punya keinginan pasti akan dikejarnya sampai dapat. Jineul menarik kopernya keluar, meninggalkan Yesung sendiri.
Jineul membuka pintu apartemen, memasuki lift menuju lantai dasar dia menghapus air matanya. ‘maafkan aku oppa’ ada rasa sakit yang mengigit, dia harus bertengkar dengan Yesung demi shindong,? Sepertinya sangat lucu, lucu sekali. Jineul mencoba tersenyum kecut. Bagaimana bisa..., dia meninggalkan Yesung yang telah menjaganya sejak kecil, menggantikan posisi orangtuanya yang telah lama meninggalkan mereka. Demi seorang Shindong..., konyol...
“ting tong” bel lift membuyarkan Jineul. Dia bersiap keluar lift, dan...
“Jineul...” sebuah senyum manis menyapanya. Hye in, siapa lagi kalo bukan kekasih Yesung. Jineul mencoba tersenyum, tapi tak bisa menyembunyikan kegalauannya. Hye in menatap Jineul.
“kau..., habis menangis,?” Hye in penasaran, ingin memastikan.
“tidak.., aku tidak apa-apa unnie..., aku harus pergi, Yesung oppa..., dia pasti senang melihatmu...” Jineul buru-buru pergi. Hye in hanya bisa menatap punggung Jineul memasuki mobil sebelum dia sendiri naik lift menuju lantai 9, apartemen Yesung. -----
Didepan pintu apartemen, Hye in sedikit ragu. Sepertinya ada yang tidak beres. Rasanya sangat asing, padahal Hye in sangat sering ke apartemen ini. hye in ragu untuk membuka pintu. Apartemen itu terasa sunyi, seolah sudah lama ditinggal pemiliknya. ‘cklek’ hye in membuka pintu perlahan. Dia melongok ke dalam ruangan, sepi.
oppa...” hye in mencoba memanggil Yesung. Tak ada sahutan, hye in masuk ruangan itu. Dia melangkah perlahan, ruangan ini sangat berantakan. Tapi memang biasanya berantakan. hye in melihat sosok yang dicarinya duduk dengan kedua tangan menutupi wajahnya disofa.
oppa..., kau baik-baik saja,?” hye in mendekati Yesung yang diam saja. Masih tak ada jawaban dari Yesung, membuat Hye in makin khawatir. Hye in duduk disamping Yesung dan perlahan memegang bahunya.
oppa..., apa yang terjadi...” hye in menyentuh bahu Yesung lembut, memberikan aliran kehidupan pada yang disentuhnya. Yesung sedikit bereaksi. Dia membuka tangannya yang menutupi wajahnya, menatap Hye in perlahan.
“jineul meninggalkanku” Hye in kaget.
“dia menyukai shindong, padahal aku sudah melarangnya”
 “percayalah..., dia pasti pulang” Hye in hanya bisa ikut berharap.
-----------
shindong

Jineul melajukan mobilnya ke sebuah apartemen di daerah utown. Apartemen itu tak berbeda jauh dengan apartemennya. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk menampungnya. Ada dua kamar tidur disana dengan kamar mandi disetiap kamarnya, satu dapur, satu ruang tamu, dan sedikit space ruangan yang bisa dijadikan untuk tempat bersantai. Jineul yakin, penghuni apartemen itu pasti mw menampungnya untuk beberapa hari sebelum dia menemukan tempat tinggal yang cocok.
 ‘dingdongdong ada tamu’ bel unik itu berbunyi. Jineul menunggu hingga sang penghuni membukakan pintu. Dan memang tak perlu waktu lama, pintu terbuka. Sosok laki-laki tambun itu muncul, Jineul tersenyum. Ya, dia shindong.
“Jineul... ada apa,?” shindong tampak terkejut dengan kehadiran Jineul, dia melihat Jineul membawa koper seperti mw pergi untuk waktu yang lama.
oppaaaa...” Jineul membaur kepelukan shindong. Membuat shindong sedikit tak siap. Jineul menangis terisak. Shindong menyadari sesuatu, pasti dia sedang ada masalah. Akhirnya Jineul diajak masuk ke apartemennya.
“kau kabur,?” shindong tak percaya. Selama ini, setahu shindong, Yesung dan Jineul sangat akrab dan tak pernah bertengkar. Jineul memang tidak mengatakan alasan dia dan Yesung bertengkar.
Jineul mengangguk, dia sudah tidak terisak-isak lagi. Shindong membuatkannya secangkir coklat panas. Persis seperti kesukaan Jineul. Jineul meminumnya sedikit, memberikan kelegaan yang luar biasa.
“maka dari itu oppa, aku boleh ya sementara tinggal disini” Jineul merengek.
“tapi..., apa tidak sebaiknya kalian bicara baik-baik. Bagaimanapun juga kan kalian saudara. Aku sangat tidak enak kalau Yesung hyung sampai tahu kau ada disini. bisa-bisa dia menuduhku menculikmu” shindong mencoba menyarankan.
“ya shindong oppa.., plis,,, Cuma beberapa hari saja kok. Kepala besar itu tidak akan tahu kalau kau tidak memberitahunya. Apa kau lebih senang melihatku tidur dijalanan,?” Jineul menatap dengan penuh harap. Membuat shindong tak bisa menolak permintaannya.
“tapi hanya sehari saja ya..., aku tidak mw ikut disalahkan dalam masalah kalian” shindong akhirnya melunak. Jineul tersenyum, dan...
“makasih oppa..., kau baik sekali” Jineul memeluk shindong erat, dia tampak sangat senang. Tak tampak sama sekali kesedihannya seperti saat meninggalkan apartemennya tadi.
“tapi kau harus janji..., besok kau pulang ke apartemen Yesung hyung. Dia pasti sangat mengkhawatirkanmu”
“um, shindong oppa jangan khawatir” Jineul melepaskan pelukannya. Menatap laki-laki didepannya. Memang jauh dari kata tampan melihat berat badannya yang diatas normal, tapi dia sebenarnya cute. Jineul tersenyum.
Entah sejak kapan dia mulai menyukai laki-laki ini. Dia ingat saat pertama kali mengenalnya, dia sedikit tak percaya kalau laki-laki ini salah satu member SJ, tempat Yesung bergabung didalamnya. Bagaimana bisa, seorang shindong yang tambun, jauh dari imej tampan ini bergabung dengan mereka. Membayangkannya nge-dance dengan badan seberat itu,? Apa mungkin,? Jineul sempat meragukannya. Tapi lambat laun keraguannya terjawab. Saat melihat shindong perform,... Jineul tak bisa berkata-kata lagi. Gerakannya sangat luwes, fleksibel, dan enerjik. Shindong tak kalah dengan member lain. Shindong yang humoris, lucu, dan kadang terlihat bodoh saat dikerjai member lain begitu menarik perhatian Jineul. Ya, apalagi saat Jineul makin dekat dengan shindong. Rasanya semua berjalan begitu saja, perasaan itu hadir tanpa Jineul tahu. Dan sekarang...., benar-benar terasa bodoh...!!! demi perasaan itu, Jineul memilih meninggalkan Yesung. Hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Meninggalkan satu-satunya kakak, bahkan orangtua baginya. Egois kah,? Mungkin... tapi,,, ah, seandainya saja Yesung bisa memberinya alasan yang kuat kenapa dia tak boleh menyukai shindong, pasti Jineul tak kan membantahnya. Ya, tak kan pernah membantahnya.

TBC

Kamis, 30 Desember 2010

LITTLE MAFIA



dongHae_siWon_yeSung
Chapter 1

Di kantin Universitas Seoul ada 3 orang gadis yang sedang asyik menikmati makan siang mereka.
“Boo…tumben makanmu dikit?” Tanya salah seorang gadis
“Yah..Sung…kayak gak tau Boo aja, ini kan tempat umum” kata seorang lainnya
“Heh..Sung.. Pooh..  jangan panggil aku Boo di tempat umum seperti ini, apa kalian sudah lupa? Panggil aku Kay” bisik Boo pada kedua saudaranya itu.
“Wakakaka, mian” jawab mereka serempak.
Tak lama kemudian terdengar suara teriakan-teriakan gadis-gadis dari luar kantin. Kemudian ada 3 pria tampan memasuki kantin tersebut dan gadis-gadis itu mengerubungi 3 pria tampan itu.
“Aish…apa-apan sih ini?? Ganggu banget” kata Boo
“Boo..mereka itu F3 di kampus ini, semua gadis-gadis mengidolakan mereka” jawab Pooh
“Hoo…” kata Sung sambil memperhatikan salah satu diantara 3 pria itu.
“Heh..Sung…kau liat apa? Sampe bengong gitu” kata Boo
“Oh..yang dari tadi kau perhatikan itu namanya Yesung, yang tinggi itu namanya Siwon, yang satunya lagi Donghae” jelas Pooh
“Hah…aku tidak memperhatikan siapa-siapa kok” jawab Sung gugup.
“Udahlah Sung, jangan mengelak, kau pikir kami tidak punya mata?”kata Boo “Eh, Pooh, tapi dari mana kau tau tentang mereka?”
“Pooh gitu lho” jawab Pooh menyombongkan diri (wkwkwk..., always :D –adm)
Aigoo…kenapa kau suka sekali membuang waktu mencari tau tentang hal yg gak penting sih” kata Boo.
Sementara Pooh dan Boo terus beradu argument, Sung dari tadi terpukau menatap muka tanpa ekspresi Yesung. Yesung orang yang misterius, tak ada seorangpun yang pernah melihatnya tersenyum. Sementara Donghae orang yang suka sekali menebar senyum, dia terkenal sebagai playboy, dan Siwon merupakan gabungan dari keduanya dia terlihat misterius tapi dia juga terkenal dengan keramahannya dan senyumnya yang menawan.
Waktu istirahat siang sudah berakhir, saatnya mereka kembali mengikuti perkuliahan. Semua mahasiswa bergegas meninggalkan kantin. Setelah kantin mulai terlihat sepi Boo, Pooh, dan Sung pun segera beranjak keluar dari kantin.
“Sekarang mata kuliah apa ya?” Tanya Sung
“Entahlah” jawab Boo
“Sekarang jamnya Cost Accounting” jawab Pooh
Whatever” kata Boo sambil berjalan pergi mendahului kedua saudaranya
“Mau kemana Boo…eh…Kay?” Tanya Sung
“Kelasnya bukan kearah sana”tambah Pooh
“Aku ada urusan, tolong tandatangani absen kehadiranku ya, thanks girls, bye…” jawab  Boo sambil melambaikan tangan.
“Dasar , bilang aja malas kuliah” kata Sung.
Sung dan Pooh berjalan menuju ruang kelas sementara Boo menuju ke arah parkir.

Di tengah perjalanan menuju parkiran mobilnya Boo menabrak seorang pria yang tiba-tiba saja keluar dari ruang dekan. Dan beberapa berkas yang dipegang pria itupun berjatuhan. Boo membantu memungutnya lalu menyerahkannya pada pria itu tanpa melihat wajahnya.
Sorry…”kata Boo sambil berlalu
“Hei..tunggu…”pria itu memanggilnya, lalu Boo menoleh dan melihat pria itu.
‘Yah..mr. whoeverthaticantevenrememberhisname itu lagi, aish…apa lagi sih maunya, aku kan udah minta maaf’ kata Boo dalam hati.
“Hei..hp mu terjatuh” katanya sambil menyodorkan sebuah hp pada Boo
“Oh..thanks” kata Boo sambil segera menyambar hp nya dari tangan pria itu.
“Kenalkan namaku Siwon” kata Siwon sambil mengulurkan tangannya dan senyum manis terulas di bibirnya.
oh..yeah…siwon..that’s his name and his smile is so…whatever, forget that’ kata boo dalam hati
“ehm…you can call me Kay” kata Boo sambil menjabat tangan Siwon.
‘Yah!!! Kenapa tanganku seperti dialiri aliran listrik?? Aneh??’ pikir Boo.
nice to meet you Kay..”kata Siwon kembali dengan senyum lebarnya
Nice to meet you too, but i need to go now, see ya..”kata Boo bergegas pergi.
Siwon hanya terdiam memandangi punggu Boo sampai Boo tak terlihat lagi.
siwonie

Boo POV

What did happen with me?? Kenapa jantungku berdetak begitu cepat, kenapa seperti tersengat aliran listrik ketika aku memegang tangannya, apakah aku sedang sakit??? Sepertinya aku harus segera pulang dan istirahat. Mungkin aku terlalu lelah dengan perkuliahan ini (padahal gak pernah kuliah).
Akhirnya Boo sampai di tempat parkir dan segera mengendarai mobilnya meninggalkan kampus.


Sementara itu di ruang kelas…
Pooh dan Sung tiba di ruang kelas, tapi hampir semua bangku sudah tersisi, terpaksa mereka tidak bisa duduk bersebelahan. Mata mereka menyapu seluruh ruangan mencari bangku kosong, mata Sung langsung tertuju pada kursi kosong di sebelah Yesung, tanpa mempedulikan Pooh dia langsung mendekati Yesung dan duduk di sebelahnya, sementara Pooh duduk di sebelah Donghae karena hanya tersisa tempat itu.

Sung POV

‘Wekekeke, rejeki nomplok nih’ pikirnya dalam hati
“Permisi, boleh aku duduk di sini?”kataku
Yesung hanya mengangguk tanpa menolehkan wajahnya sama sekali.
‘aish…dingin sekali sikapnya tapi aku suka, hahahaha’
“Hai…kenalkan namaku Sung, aku baru 1 minggu di kampus ini” kataku sambil mengulurkan tangan.
Dia menoleh ke arahku dan menjabat tanganku “Panggil aku Yesung”katanya sambil tersenyum.
“Wah…manis sekali senyummu” kataku jujur dan seketika wajahnya memerah.
“hahaha…wajahmu memerah seperti tomat, aigoo…manis sekali…”tambahku
Dia hanya tertunduk menyembunyikan wajahnya yang semakin memerah. Ketika aku ingin menggodanya lagi tiba-tiba dosen masuk jadi kuurungkan niatku. Hehehe

Yesung POV

Tiba-tiba ada seorang gadis yang duduk di sebelahku, berani sekali dia, selama ini belum ada seorangpun yang berani duduk di sampingku. Dia bertanya padaku apakah boleh duduk di situ dan aku hanya mengangguk tanpa melihatnya. Kemudian dia mengenalkan dirinya.
“Hai…kenalkan namaku Sung, aku baru 1 minggu di kampus ini” katanya sambil mengulurkan tangan.
“Panggil aku Yesung”kataku sambil tersenyum, entah kenapa tiba-tiba bibirku tersenyun dengan sendirinya.
“Wah…manis sekali senyummu” katanya membuat wajahku merasa panas.
“hahaha…wajahmu memerah seperti tomat, aigoo…manis sekali…”tambahnya.
Aish…apa-apaan sih anak ini, aku hanya bisa tertunduk merasakan wajahku semakin memanas, bisa gila aku kalau dia terus menggodaku. Untung dosen segera datang, hidupku terselamatkan. Tapi kenapa aku merasa jantungku berdetak kencang??? Ah mungkin karena aku merasa dipermalukan.
***

TBC

'COZ LOVE'S BEAUTIFUL (Part. 4 ~ end)


(Part 4 ~ end)

(Love Story Hye In_Yesung)

“apa kau mw jadi pacarku,?” deg...!!! hye in tak siap dengan pertanyaan ini. Leeteuk nembak dia,? apakah ini mimpi,? Hye in masih diam. Dia masih dipusingkan oleh pernyataan Yesung tadi siang, kenapa leeteuk malah membuatnya makin bingung dengan keadaan ini,?  leeteuk masih menatap Hye in lekat, hye in bingung dengan situasi ini. Apa yang harus dia lakukan,? Ah, seharusnya ini akan menjadi sangat mudah. Bukankah hye in sangat menyukai leeteuk.
 “aku..., aku juga... sangat menyukai oppa” akhirnya kata-kata itu keluar juga. Hye in merasa sedikit lega, benarkah...???
“kau yakin,?” Leeteuk ingin meyakinkan jawaban Hye in. Hye in tak tahu..., dia senang bersama leeteuk seperti ini. Tapi..., bagaimana dengan Yesung,? Apakah dia akan patah hati lagi,? Tidak..., Hye in tak ingin melihat Yesung menangis seperti malam itu. Hye in tak ingin membuat Yesung kecewa dan sedih. Hye in masih ingin melihat senyum Yesung, hye in masih ingin menatap bintang bersama Yesung, menunggu hujan bersama Yesung, bahkan menceritakan hal-hal konyol bersama Yesung. Hye in tiba-tiba merasa takut..., hatinya takut kehilangan saat-saat menghabiskan waktu bersama Yesung.
“Hye in...” Leeteuk melihat hye in tak begitu fokus. Dia makin kuat menggenggam kedua tangan Hye in.  Hye in menatap leeteuk, mencari sesuatu dimatanya. Hye in mengarahkan pandangannya pada tangannya. Terasa sangat berbeda..., ya..., sangat berbeda sekali. Perasaan ini..., tiba-tiba jantung Hye in kembali berdetak cepat. Hye in makin kacau. Semua perasaan berkecamuk jadi satu.
“kau masih memikirkan sesuatu,?” leeteuk sepertinya bisa membaca isi hati seseorang. Entah darimana bakat itu dia miliki.
“kenapa oppa bicara seperti itu,?” Hye in masih tak mengerti. Leeteuk tersenyum.
Melihat Hye in masih diam dan bingung, leeteuk pun menguatkan genggamannya pada kedua tangan Hye in, mengangkat sikunya pada meja. Leeteuk menatap tajam ke Hye in. Hye in menjadi gugup. Jantungnya makin berdetak lebih cepat.
“kau bisa merasakannya..., ” leeteuk menatap ke dalam mata hye in.
oppa.... ur d’best,,, itu sebabnya aku sangat menyukaimu” Hye in tersenyum senang. Leeteuk tersenyum dan melepas genggaman tangannya.
“jadi...,” leeteuk ingin tahu.
ne. gomawo oppa....” hye in tersenyum. Dia tak pernah merasa selega ini.
Hye in bangkit dari tempat duduknya. Dia buru-buru beranjak pergi meninggalkan Leeteuk. Leeteuk hanya tersenyum, dia berharap Hye in membuat keputusan yang benar.
“oya oppa....,” Leeteuk menoleh ke arah Hye in yang hendak keluar restaurant. Hye in tampak sangat ceria, dia tersenyum.
“aku sangat menyukai oppa... “ hye in langsung pergi meninggalkan restaurant. Berlari secepat yang dia bisa. Leeteuk tersenyum menatap kepergian Hye in.
“apa hyung benar2 menyukai Hye in,?” leeteuk terkejut. Dia menoleh ke arah suara itu. Donghae..., ya dia datang ke sini bersama donghae dan kangin. Tapi saat melihat Hye in sendirian dimejanya, dia mendekati Hye in. Leeteuk hanya terkekeh.
“menurutmu,?”
hyung lebih menyukaiku dibanding gadis itu” kangin menimpali.
------------------------------------------

Hye in berlari secepatnya. Dia ingin cepat-cepat sampai. Hye in menyeberang jalan dari restaurant Wun Yang. Perasaannya benar-benar sangat senang. Dia bahagia, terlihat dari senyumnya yang terus berkembang. Dia tahu..., kenapa selama ini dia begitu menyukai Leeteuk. Bodoh....!!! bahkan untuk hal se-privacy ini saja dia masih tak bisa menyangkal kata-kata Leeteuk. Baginya, semua yang dikatakan leeteuk selalu benar. Mungkinkah...??? Entahlah..., tapi yang pasti... kali ini Hye in tak ingin salah mengambil keputusan. Hye in terus berlari...., dia menyusuri sepanjang trotoar dijalan itu. Tes.., tes..., Hye in mendongak..., gerimis...
“aduuuh kenapa hujan sich,?” Hye in makin mempercepat larinya. Kenapa hujan selalu turun disaat-saat penting. Apakah kisah cinta akan selalu terlihat romantis dibawah hujan,??? Hehehe.... Hye in terkekeh sendiri. Tetes-tetes air yang turun tak menghentikan langkah Hye in.
----------------------------------------------

Taman Kota..,
Seorang laki-laki berkepala besar tengah gelisah. Dia tampak tak sabar, sesekali melihat jam tangannya. Apakah gadis itu akan datang,? si kepala besar itu menengadah ke langit. Berharap pada bintang..., tes... tiba-tiba tetes air menghujam wajahnya. Terasa dingin, tapi sedikit memberikan kesejukan buat hatinya. Si kepala besar kembali menatap air mancur di depannya. Gemericiknya tak pernah berhenti memainkan nada-nada indah. Perasaan si kepala besar benar-benar campur aduk. Mungkinkah malam ini dia harus menangis bersama hujan,? Kenapa hujan selalu datang disaat-saat penting tentang kisah cinta dua manusia,? Laki-laki kepala besar itu mulai putus asa, sudah 3jam dia menunggu di taman ini. Gadis yang ditunggunya tidak juga datang. Si kepala besar menunduk..., hujan mulai mengguyur seoul..., bintang dilangit tak tampak tertutup awan. Haruskah si kepala besar menangis bersama hujan,? Dia makin menunduk..., tangisnya membasahi bumi bersama air hujan. Dia tak malu lagi..., hujan akan menutupi air matanya.
“ternyata..., kau memang tidak akan datang” si kepala besar masih menunduk. Dia biarkan air matanya jatuh. Dia tak peduli,,, biarlah hujan menemaninya malam ini.
oppa... maaf aku terlambat”
Deg....!!! suara itu..., mungkinkah gadis itu..., si kepala besar mendongak. Dilihatnya seorang gadis berkuncir kuda berdiri di depannya. Dia basah bersama hujan. Bahkan dalam gelap, si kepala besar bisa melihat dengan jelas sosok didepannya.
“kau... akhirnya datang juga” si kepala besar berdiri dan tersenyum. Dia sangat lega..., tak percuma dia menunggu selam 3jam.
oppa menangis..?” sang gadis bahkan bisa membedakan antara air hujan dan air mata si kepala besar dalam gelap. Si kepala besar tertawa...
“hahaha... menangis,? kau becanda...” si kepala besar mengelak. Sang gadis tersenyum. Tawa itu..., cara tertawa yang bisa membuat jantung sang gadis berhenti berdetak.

Lama mereka saling diam.

Terpaku bersama hujan. Tubuh mereka terasa mati rasa.., sekuat tenaga si kepala besar mencoba memfungsikan sistem sarafnya agar bekerja secara normal. Tapi sepertinya benar-benar telah berhenti. Si kepala besar mencoba menggerakkan tangannya perlahan. Tangan kanannya berfungsi, ya dia berhasil menggerakkannya... perlahan dia meraih tangan sang gadis. Sang gadis yang juga mengumpulkan keberaniannya untuk melawan sistem tubuhnya yang membeku, mulai tersentak.
“Hye in...” hye in menatap ke arah mata elang si kepala besar.
i do love u” akhirnya hanya kata lirih itu yang keluar. Bersama rintik hujan menyusup dalam bumi. Merasuk ke dalam lapisan bumi terdalam. Sang gadis tersenyum..., tak bisa berkata-kata,... tanpa dia sadari..., air matanya jatuh bersama hujan. Memasuki lapisan bumi, menjadi satu dengan kata-kata si kepala besar. Memberikan sebuah kekuatan paling besar dibumi ini.

sret...!!! Hye in membaur dalam pelukan Yesung. Ya..., dia sangat mencintai yesung. Perasaan inilah yang tidak dia rasakan pada leeteuk. Perasaan dimana dia tak bisa memfungsikan sistem sarafnya dengan baik. Dimana jantungnya seolah berhenti berdetak dan waktupun ikut berhenti. Perasaan dimana aliran darahnya membeku..., dan organ tubuhnya tak bisa digerakkan.
Yesung mendekap Hye in erat. Dia tak akan pernah melepaskannya lagi. Bersama hujan..., cinta mereka akan terus mengalir seperti hujan yang tak pernah berhenti memberikan kesejukan, yang tak kan pernah habis oleh waktu dan apapun. Yesung masih mendekap Hye in..., memejamkan mata merasakan tetes demi tetes air yang jatuh.

Epilog
Pemandangan di taman kota itu selalu sama. Fans si kepala besar tak perlu bingung jika ingin melihat dan bertemu langsung dengan si kepala besar karena setiap dua hari sekali, si kepala besar pasti akan datang ke taman kota untuk menemui kekasihnya, sang gadis berkuncir kuda. Ya.., setelah si kepala besar lulus dari shibuya university, dia makin sibuk dengan debutnya sebagai salah satu artis SM entertainment. Dan taman kota inilah yang akan menjadi tempat dimana si kepala besar bisa menemui kekasihnya. Sampai kapanpun, jika kepala besar merindukan kekasihnya... dia hanya perlu pergi ke taman kota ini. Percayalah, kekasihnya akan datang. 

END

Rabu, 29 Desember 2010

Friends? or More... (Chapter 16 ~ end)


Chapter 16

The Dance....

Kalian sudah berada di ruang pesta. Semuanya terlihat gembira di atas lantai dansa. Kamu dan Ita bukan seorang penari yang baik jadi kalian hanya berdiri dan melihat.
“Lihat…” Ita menunjuk ke tengah lantai dansa.
Terlihat Siska dan Jaejoong tengah berada di lantai dansa, pasangan ini menjadi perhatian semua orang.
unnie, apa kau melihat Yesung oppa ato Siwon oppa? Tanyamu pada Ita.
“Uh…aku belum melihat mereka” jawab Ita singkat “Eh, lihat itu Siwon” sambung Ita sambil menunjuk Siwon.
Dia memakai tuxedo hitam putih, dia terlihat sangat tampan dan memukau. Siwon berjalan mendatangimu, pada saat yang sama Eunhyuk juga muncul di sebelah Ita.
“Hay, you look great..”sapa Siwon
Thanks..you too” balasmu.
Kamu masih menunggu kedatangan Yesung. Kamu menoleh ke segala arah untuk mencari sosok itu.
“Yesung”kamu mendengar seseorang memanggil nama itu. Kamu langsung berpaling melihat kearah suara itu. Kamu mendapati Yesung berdiri di depan pintu masuk, dia tampan dengan kemeja putih, dasi hitam, sederhana tapi sangat cocok dengannya. Kemudian dia segera melihatmu dan menghampirimu.
“Di sini rupanya”sapanya sambil memelukmu
“Hi..” sapamu
“Ow…kau terlihat sempurna” puji nya
Thank you” kamu tersipu mendengar pujiannya.
“Tantri-ah, maukah berdansa denganku?” ajak Yesung
“uh, sure,”balasmu
Kamu sungguh menikmati kebersamaanmu bersama Yesung. Semua mata tertuju pada kalian karena Yesung menyeretmu tepat ke tengah lantai dansa. Tak lama kemudian lagu berhenti dan kalian menepi dari lantai dansa.
 Oppa, aku akan mengambil minuman. duduklah.”
aniyo, aku akan membantumu mengambilnya.” Dia menawarkan diri.
Tiba-tiba Lita mendekatimu dan sengaja menumpahkan makanannya di bajumu. Kamu merasa amarahmu hampir saja menguasaimu, tapi karena tak mau membuat keributan di pesta ini kamu segera melangkahkan kaki keluar ruang pesta itu, Yesung berniat mengejarmu tapi Lita dengan kuat menahannya, dan Siwon pun hanya terdiam melihatmu keluar karena dia tidak tau masalahnya.
Kamu berjalan keluar dan akhirnya terduduk di sebuah taman. Kemudian munculah seorang laki-laki dari balik pepohonan.
siwonie

“Nona manis, kenapa terlihat bersedih?” tanyanya ramah
“Ehm…tidak ada apa-apa, ajushi
“Kalo begitu aku akan menghiburmu” sambil sengeluarkan 1 pak kartu. Lelaki itu mengeluarkan beberapa trik sulap.
Tanpa disadari kamu pun tersenyum, kamu amati baik-baik wajah lelaki itu, tiba-tiba hatimu terasa bergetar, bergejolak kuat, bahkan lebih kuat daripada saat kamu bersama Yesung ataupun Siwon.
‘inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?’ tanyamu dalam hati.
“Nona cantik, kok melamun? Sedang memikirkan apa?” Tanya lelaki itu
“Eh, tidak, hehehe, ajushi hebat sekali sulapnya” katamu
“Ah, nona cantik terlalu memuji, mau belajar trik sulap?” katanya ramah
“wah…mau sekali…terima kasih” jawabmu tersipu
Kamu semakin larut dengan pesona si pesulap misterius ini. Dengan beberapa trik sulapnya dia berhasil merampas hatimu.
‘akhirnya kesempatan seperti ini datang juga, aku sudah lama menantikan saat ini nona’ pikir pesulap itu. Ternyata selama ini dia diam-diam memperhatikan dan menaruh rasa padamu.
Tak terasa malam sudah semakin larut.
“Nona cantik, aku akan menunjukkan sulap terakhir untuk hari ini, karena rasanya nona harus segera pulang” kata pesulap itu
“Ehm…benar juga malam sudah semakin larut”katamu, tapi kamu merasa tak ingin berpisah dengan pesulap misterius ini. Walau baru bertemu malam ini tapi kamu merasa seperti sudah berabad mengenalnya. Lelaki istimewa ini benar-benar telah merebut hatimu.
Bimsalabim jadi apa pak pak pak…” pesulap itu mengucapkan mantranya, kemudian munculah sekuntum mawar merah dengan selembar kertas putih terlilit di tangkainya. Dia memberikan mawar itu kepadamu. Matamu pun tertuju pada kertas itu, secara reflek kamu menari gulungan kertas putih itu kemudian membacanya.

Nona cantik, maukah kau menerima cintaku? (Tulisan di kertas itu)

Matamu langsung terbelalak, jantungmu terasa berhenti berdetak, ada suatu kebahagiaan yang membuncah dari hatimu. Tanpa pikir panjang kamu langsung memeluk lelaki itu, dan dia mendekapmu dengan penuh cinta. Tanpa terasa air mata membasahi pipimu, bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia. Seketika kamu melupakan Yesung dan Siwon yang selama ini membuatmu resah, tak ada tempat bagi orang lain di hatimu, hanya lelaki itu.
“Apakah artinya nona cantik menerimaku?” Tanya lelaki itu polos
“Tentu saja, aku juga mencintaimu meskipun baru pertama kita bertemu, hatiku mengatakan kaulah cinta sejatiku” jawabmu tersipu, namun terpancar binar kebahagiaan di sepasang matamu. “ehm…jangan panggil aku nona cantik, aku punya nama, kenalkan namaku tantri”katamu sambil menatap lekat matanya.
“Perkenalkan juga namaku PAK TARNO tapi orang biasa menganggilku MASTER TARNO” jawabnya sambil memegang erat tanganmu. (keren..., PAK TARNO bisa go internasional sampai korea-adm)
Kalian saling menatap lekat, tanpa terasa wajah kalian semakin mendekat, kamu bisa merasakan hembusan napasnya menerpa wajah mulusmu, jantungmu semakin berdetak, lalu…dia mendaratkan bibirnya di bibirmu. Dan dunia seolah berhenti berputar.

-THE END-

Extra

Seteleh beberapa menit kalian melepaskan ciuman, kemudian kamu pemukul pelan kepala pesulap itu.
“Yah!!!! Oppa pabo!!!” teriakmu
Wae??” kata pesulap itu sambil mengelus-elus kepalanya
“Yah!! Yesung Oppa!!! Kau benar-benar tidak romantic, kenapa pake nama PAK TARNO?!! Bikin ilfil tauk!!! Kan bisa Rommy Rafael, Joe Shandi, Romedal ato yang lain, kan masih banyak pesulap keren!! ” katamu (pesulap Indonesia memang terkenal sampai mana-mana ya, makin cinta Indonesia aja,:lol:-adm)
“Hehehe, iya ya??? Yang terlintas di otakku Cuma Pak Tarno sih…” jawab Yesung cengar-cengir.
“Dasar aneh!!!” katamu lagi
“Tapi kamu suka kan?? Justru karena aku aneh makanya aku menyukaimu, hehehe” jawab nya sambil memainkan alisnya
“Hehehe, iya oppa, saranghae….kita memang pasangan yang serasi” jawabmu tersipu. (serasi anehnya,:P -adm)
Akhirnya kalian berdua berjalan pulang sambil bergandengan tangan di bawah pancaran sinar bulan.
bonus pic : tantri, twins of eteuk,:p

 Happy Ending