![]() | |
| kyuhyun love |
(LOVE STORY HYE IN-YESUNG)
(part 2 ~ 2)
Shibuya university.
Di salah satu lapangan basket, kyuhyun telah menyusun rencana. Dia ingin sekali mengutarakan perasaannya pada seorang gadis yang dia kenal sudah sejak 2tahun lalu. Han ji un. Dilapangan basket inilah yang nantinya akan menjadi saksi ketulusan cintanya. Disaksikan ratusan mahasiswa shibuya university. Dia telah mempersiapkannya dengan matang. Dia tahu, gadis ini sangat suka sekali pada gelang kristal, itu sebabnya dia membelikan gelang kristal. Kyuhyun mengajak Ji un untuk ke lapangan basket. Hari ini memang ada latihan basket. Kyuhyun salah satu anggota tim basket. Dia ingin bermain baik hari ini.
“kyuhyun.. kyuhyun... kyuhyun” yel yel pendukung kyuhyun sangat banyak. Ternyata popularitasnya dikampus ini akan menyaingi yesung. Apalagi, kyuhyun anak baru tapi sudah memiliki fans yang tak kalah dengan yesung.
“kyuhyuuuuuuuuuuun......”
“kau kereeeeeen....” sebuah slam dunk sebagai penutup permainan siang itu membuat kyuhyun dielu-elukan banyak orang. Kyuhyun melambaikan tangan tanda kemenangannya. Dia tersenyum yang disambut histeris anak-anak perempuan.
“ternyata dia populer juga ya” woo shin berkomentar. Mereka juga tak mw ketinggalan melihat latihan kyuhyun.
“iya..., saingannya dah banyak gini” rye in ikut cemas melihat banyaknya fans kyuhyun, diam-diam dia juga sebenarnya menaruh hati pada kyuhyun.
“apa kau tak khawatir hye in..., semua cewek memuja kyuhyun loh” woo shin menatap hye in yang sepertinya santai-santai saja.
“buat apa khawatir. Aku dan kyuhyun kan memang cuma teman. Kalian saja yang berlebihan”
Sementara dilapangan basket, kyuhyun telah memulai aksinya.
Dia mendribel bola dan membentuk tulisan sarangheyo. Gadis-gadis semakin penasaran dan histeris ingin tahu.
“eh lihat apa yang dilakukan kyuhyun” Rye in penasaran.
“aaaaaaaaaaaaaaa........., dia mw menyatakan cinta padamu hye in” woo shin histeris. Hye in bengong, “apaan sich..., aku baru kenal sama kyuhyun. Nggak mungkin” hye in tahu kalau selama ini kyuhyun bersikap biasa padanya.
Setelah terbentuk tulisan sarangheyo, dari birunya langit..., entah dari mana datangnya, bunga-bunga terbang bersama angin memenuhi lapangan basket seperti hujan bunga. Para gadis makin histeris, bahkan ada sebagian yang mengambil hujan bunga itu. Kyuhyun tersenyum, menatap ke arah Han Ji un berdiri..., dia mendekatinya... dan seorang teman kyuhyun memberikan seikat balon pada kyuhyun. Kyuhyun menarik Han ji un ke tengah lapangan. Semua mata terkejut bukan main. Jadi dia wanita beruntung itu.
“hah,? Han Ji un,???” woo shin tampak kaget, sungguh diluar dugaannya.
Rintik hujan ikut turun..., seolah merestui kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. Han ji un masih tak mengerti apa yang akan dilakukan kyuhyun.
“Han Ji Un..., saranghaeyooooooooooo” kyuhyun berteriak keras, sangat keras sekeras-kerasnya hingga langitpun mungkin akan turut mendengar. Rintik hujan makin deras. Kyuhyun merendahkan badannya, sambil memegang tangan kanan han ji un, dan tangan kirinya membawa seikat balon..., kyuhyun berlutut..., menerbangkan balon itu yang naik ke atas..., terus naik ke atas bersama turunnya hujan..., tak lama...
Duar duar duar,,, satu per satu balon meletus hingga tinggal gelang kristal yang dibeli kyuhyun yang terikat pada balon-balon itu jatuh..., meluncur ke bawah..., tepat kembali di tangan kyuhyun yang masih berlutut...,
“be my girl,?” han ji un spechless..., semua orang terdiam,,,, langit menangis menyaksikan mereka.
------------------
“hye in...!!!” sebuah suara terdengar memanggil hye in yang lari dibawah derasnya hujan. Hye in tak memperdulikan suara itu. Ia terus berlari menerjang hujan. Dia ingin cepat pulang ke rumah. Yesung, laki-laki yang memanggil Hye in ikut berlari menyusul Hye In yang tak menghiraukannya. Hujan turun deras, setelah kyuhyun mengungkapkan perasaannya pada Han ji un siang itu. Hye in langsung lari menerjang hujan setelah menyaksikan drama kyuhyun-han ji un. Yesung, yang melihat hye in menerjang hujan tanpa pelindung segera mengejarnya.
“hye in... tunggu....!!!” yesung masih mengejar hye in yang sama sekali tak mempedulikan panggilannya. Hye in akhirnya menoleh setelah melihat yesung dibelakangnya hujan-hujanan.
“yesung oppa....?” hye in agak kaget melihat yesung hujan-hujanan. Seketika hye in mencari tempat berteduh. Dia menunggu yesung. Yesung segera menyusul hye in berteduh disebuah halte depan kampus. Hye in basah kuyup, yesung juga.
“kau tak apa-apa,?” yesung tampak cemas memperhatikan hye in. Hye in sedikit tak mengerti maksud yesung.
“maksud oppa,?”
Sret..., seketika yesung menarik bahu hye in, merapatkan pada tubuhnya.
“aku sudah tahu semua..., menangis lah..., jika kau ingin menangis. bukankah kemarin aku juga menangis di depanmu,?” yesung mendekatkan kepala hye in di dadanya. Begitu dekat hingga Hye in bisa mendengar degup jantung Yesung.
“aku...., aku tak mengerti maksud oppa...” hye in berkata lirih. Tapi yesung sepertinya tak mendengar. Suara hujan telah menelan kata-kata Hye in.
“sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini padamu kemarin, tapi aku tak mw membuatmu sedih Hye in..., aku yakin kau pasti akan mendapatkan laki-laki yang mencintaimu apa adanya. Kau tak perlu terlalu bersedih karena kyuhyun tak mencintaimu” yesung masih mendekap Hye in, dia ingin menenangkan perasaan hye in. Tapi..., glek...!!!
Hye in melepaskan pelukan Yesung dan menatapnya tajam. Yesung tak mengerti kenapa hye in menatapnya seperti itu...,
“huahahahahahaha............ jadi yesung oppa kira aku lari karena patah hati,???” hye in tertawa membuat yesung seperti orang paling bodoh.
“maksudmu... kau...”
“Yesung oppa...., aku dan kyuhyun itu tak ada apa-apa. Aku tak pernah mencintai kyuhyun, dan sebaliknya” hye in tersenyum kecil melihat wajah bingung yesung.
“tapi...., tapi kenapa kau lari dan hujan-hujanan setelah melihat kyuhyun dan han ji un...” yesung masih tak mengerti.
“aku baru ingat kalau hari ini aku sudah janji sama omma akan mengantar omma ke tempat bibi hyu an. Karena itu aku ingin langsung pulang” hye in menjelaskan
“kenapa kau hujan-hujanan,?” yesung masih tak mengerti
“karena memang aku tak bawa payung...”
Seketika yesung jadi malu. Ternyata dia sudah salah sangka. Hye in menatap yesung dengan menyelidik.
“kenapa oppa begitu khawatir,?” yesung langsung salah tingkah.
“ya ... ya .... wajarkan kalo aku khawatir. Kamu kan pernah menolongku saat patah hati, jadi apa salahnya aku ingin membalasnya” yesung mengalihkan pandangannya ke jalan. Dia malu menatap hye in.
“oooo...., makasih ya oppa...., oppa sudah berniat baik padaku” hye in duduk dikursi halte. Dia menatap hujan yang turun. Yesung melihat ke arah hye in, dia lalu mendekati hye in dan duduk disampingnya. Siang itu, hujan turun begitu lebat. Mereka saling diam. Menatap hujan yang rintik-rintik membasahi bumi. Melupakan semua hal, hanya ada Hye in dan Yesung. Hujan seperti hentakan jari pada tut piano, memainkan musiknya. Hye in menatap yesung..., mencoba menemukan sesuatu pada mata elangnya. Sejenak..., dan dia berpaling menepis pikirannya. Sesaat..., seirama turunnya tetes-tetes air dari langit, yesung perlahan menatap gadis disampingnya. Tersenyum sendiri, memikirkan kebodohannya. Ya, hujan siang ini.... menjadi saksi mereka melewatkan siang ini. Seperti bintang-bintang waktu itu. Hujan dan bintang..., kenapa banyak orang menyukainya. Karena hujan dan bintang selalu memberikan cerita pada setiap orang. Tanpa kecuali Hye in dan Yesung. ---------------------------


hahaha..., dah release lagi,,, adminnya sedang nggak da kerjaan ni, rajin post...
BalasHapusgo admin..!!! (menyemangati diri sendiri)^^
*lama-lama adminnya eror
hahahaha...laki aye dari kemarin sok tahu mulu ya
BalasHapusxixixi..., hu'um... apa ada pengaruhnya sama kepalanya yang besar ya,? ^^
BalasHapuswekekekek...g ngaruh kaleeeee....
BalasHapus