Senin, 15 Agustus 2011

BIKERS II


(Love and Friendship)

Part 1

Beberapa orang berbaju putih masuk tergesa-gesa ke ruangan itu. Mereka dengan cekatan memasang beberapa alat ke tubuh laki-laki malang yang tak berdaya itu. Ya, siwon... sementara perempuan yang telah mencintainya selama 6tahun ini hanya bisa berharap semua baik-baik saja, dialah Hye in. Dokter tampak serius memeriksa kondisi pasien, sementara seorang nurse tengah memastikan alat yang disamping pasien berfungsi dengan baik. Seorang co.ass tampak sigap membantu dokter melakukan pertolongan. Laki-laki itu sesak, tapi kemudian membaik secara berangsur-angsur. Hye in berdiri dipojok ruangan, memberi ruang leluasa tim medis melakukan tugasnya. Tak lama, seorang nurse mendekatinya.

“sebaiknya nona menunggu diluar” dia mempersilahkan dengan sangat sopan.

“apa dia baik-baik saja” hye in hanya ingin memastikan.

“kami akan berusaha nona” sang nurse tampak menenangkan. Hye in mengangguk dan keluar ruangan. Menunggu diluar, menatap penuh harap.
------------

Linecross Area

Puluhan motor melaju cepat, berlomba untuk menjadi yang terdepan.  Seorang pengendara melaju paling  permainan ini, menjatuhkan lawan secara ekstrem pun sangat dihalalkan. Yang penting hanya satu tujuan, menjadi juara. Sementara dibelakangnya tampak seorang laki-laki berkepala besar (darimana tahu kepalanya besar sedang dia pakai helm-adm) tengah diapit oleh dua motor. Tapi itu tak menjadikannya bergeming untuk mengurangi kecepatannya. Agak jauh di belakangnya lagi, seorang mantan pembalap no. 1 tengah khawatir melihat teman satu tim nya ditekan terus menerus. Dia sendiri tampak bebas, tanpa ada yang menekannya. Tentu saja, siapa yang mw menekan pembalap seperti dia, pembalap yang jauh ada dibelakang. Tapi ini bukan hanya masalah kecepatan, tapi juga masalah adu strategi. They’re a team.


Jaejoong, pengendara yang tengah menjadi sasaran untuk dijatuhkan itu tampak masih memimpin di depan. Dia tahu, dia harus tetap menjaga posisinya. Dialah kunci keberhasilan pertandingan ini. Sementara Yesung, kepala besar yang tengah diapit dua pengendara motor masih tetap mencoba untuk bersikap tenang. Dialah yang jadi umpan atau secara ekstremnya yang akan dikorbankan agar sang juara bisa melaju tanpa halangan. Donghae, mantan pembalap yang selalu jadi ancaman para pembalap yang lain itu tampak tenang melajukan motornya dibelakang, agak jauh dari imej sang juara. Suara berisik dari motor-motor itu sudah sangat biasa untuk didengar. Masing-masing suporter bersorak menyemangati teamnya. Garis finish sudah tampak, perlahan tapi pasti, donghae mulai mempercepat lajunya. Mengagetkan semua pengendara yang didepannya. Tak ada yang menyangka dia bisa melajukan kecepatannya diatas rata-rata, dan tak ada yang menduga kalau donghae-lah sang pengendara motor itu. Yesung tersenyum melihat donghae mulai menyusul lewat spionnya, sudah saatnya. Dia memang baru pertama ini ikut balapan liar, tapi dia juga tak bisa diremehkan. Perlahan Yesung menambah kecepatannya, membuat dua orang yang menjaganya kelabakan dan ikut menambah kecepatannya juga. Dua orang itu punya tugas penting. Motor merah yang tengah melaju paling depan bersama Jaejoong harus bisa menang. Itu sebabnya dua orang itu bertugas menghalangi siapapun yang akan mengganggu duel sang ketua. Intinya hanya satu, sebenarnya ini hanya persaingan dua orang saja. Jaejoong, ketua Bikers dan Junghan, ketua Evils. Team lain, mereka hanya pelengkap saja. Yesung makin kencang melajukan motornya, membuat dua pengendara yang membuntutinya panik.

‘sial..., tak ada pilihan lain’ dua orang pengendara itu harus melakukan kekerasan. Bahkan harus rela mengorbankan diri demi kemenangan sang ketua. Mereka nekat melajukan kendaraannya diatas normal, dan ‘sret’ menekan yesung secara bersamaan. Motor mereka sedikit goyang, dan memang ini yang diharapkan Yesung. Kalau mereka menjatuhkan diri demi menghalangi Yesung, tentu saja donghae akan dengan mudah melajukan motornya. Donghae memiliki skill kecepatan yang selama ini belum ada yang mengalahkan. Hanya saja, harus ada yang melindunginya. ‘ciiiiiit..., krsk’ suara decit rem memekakkan telinga, Yesung mengurangi kecepatannya secara ekstrem, membuat dua orang yang membuntutinya terperanjat dan tak bisa menghindarinya.

‘ciiiit..., krosak....’ dua pengendara itu tampak kewalahan mengurangi kecepatannya agar tak menabrak yesung yang mendadak mengurangi kecepatannya.

“boom...!!!” dentuman itu tak bisa dihindari. Dua pengendara dibelakang yesung menyenggol Yesung sedikit, tapi tabrakan bisa dihindari. Dua pengendara menabrak pembatas jalan, bisa dipastikan mereka takkan bisa berulah lagi, sementara yesung sedikit hilang keseimbangan karena sedikit sentuhan keras dari dua pengendara motor itu.

“krsssk....” Yesung terjatuh juga, tapi tidak begitu parah. Dia telah mengurangi kecepatan sebelumnya, jadi tidak begitu keras. Dari belakangnya Donghae melajukan motornya cepat. Dia tersenyum ‘great job Yesung...’ Donghae tak ingin menyia-nyiakan usaha Yesung.

Hanya tinggal satu langkah lagi, didepan hanya harus melewati Jaejoong dan Junghan. Jaejoong tahu sudah waktunya menghentikan Junghan. Dia yakin, Junghan takkan pernah menyangka kalau Donghae-lah juara sebenarnya. Junghan tak kan sampai berpikir kalau Jaejoong hanya sebagai pengalih perhatian saja, siapa yang akan menyangka. Karena sejak Donghae pensiun, Jaejoong-lah yang selalu jadi kunci utama permainan ini. Ya, ini hanya sebuah permainan buat mereka. Permainan yang menyenangkan dan membangkitkan adrenalin mereka. Jaejooong melakukan hal yang sama dengan yang Yesung lakukan. Dia melajukan motornya cepat, membuat Junghan yang didepannya terlewati. Melihat hal itu, Junghan menambah kecepatannya, berusaha menyusul Jaejoong. Jaejoong sengaja memblokir jalan agar Junghan tetap dibelakangnya. Lewat spion, jaejoong bisa melihat donghae yang tengah melaju kencang. Jaejoong tersenyum licik. ‘bagus Donghae...’ jaejoong menebak, Junghan takkan memperhatikan donghae, karena fokusnya pasti Jaejoong. Jaejoong sedikit menyingkir ke tepi, junghan sedikit kaget.

‘rencana apa yang dia jalankan,? Kenapa tidak memblokir jalanku’ Junghan tampak waspada dengan segala kemungkinan. Junghan menambah kecepatannya, ini kesempatannya. Dia akan dengan mudah melewati jaejoong karena Jaejoong menyingkir ke tepi dan sedikit mengurangi kecepatannya. Tapi...,

“wuuuussssh.........” diluar dugaan, sebelum Junghan sempat melewati Jaejoong, seorang pengendara motor melaju kencang. Melewati Junghan dan Jaejoong. Junghan panik.

‘sial...!!! aku tertipu’ Junghan menyadari ketidakwaspadaannya. Dia buru-buru menambah kecepatannya agar bisa mengejar Donghae. Tapi terlambat, Jaejoong kembali memblokir jalannya dan decit rem Junghan terdengar, Junghan menghindari Jaejoong yang tiba-tiba didepannya. Membanting kemudinya mendadak. Dentuman motornya yang slip tak bisa dielak lagi. Jaejoong tersenyum puas..., junghan jelas sudah kalah. Donghae telah sampai difinish disambut sorak-sorai orang-orang yang bertaruh untuk dirinya, diposisi kedua Jaejoong menyusul. Jelas ini kemenangan untuk Bikers. Donghae membuka helmnya, diikuti Jaejoong. Mereka saling menatap dan tersenyum. Melakukan salam kemenangan.

“kerja bagus Donghae” Jaejoong tampak sangat puas.

“karena kalian” donghae menimpali. “sepertinya kita harus melihat Yesung” jaejoong mengangguk. Mereka menuju tempat Yesung jatuh. Yesung sudah dipinggir area, dia tak apa-apa hanya sedikit lecet. Ini biasa untuk laki-laki.

“great Yesung....!!!” Jaejoong memberikan pelukan. Diikuti Donghae. Yesung tersenyum. ‘ini untukmu Hye in’ gumamnya dalam hati.
------------

Hye in masih menunggu didepan pintu. Sudah satu jam, tapi belum ada kabar dari dokter yang menangani Siwon. Hye in mondar-mandir tak tenang.

“cklek” pintu terbuka, tampak dokter tengah melepas sarung tangannya.
“dia baik-baik saja,?” hye in cekatan mendekati dokter. Dokter menatap Hye in lekat, membuat Hye in sangat cemas.
----------

Jaejoong, Yesung, dan Donghae segera ke rumah sakit. Mereka ingin memberikan kabar baik ini, tentu saja mereka juga ingin mendapat kabar baik juga dari Siwon. Sebelumnya, mereka ke tempat Chika dirawat. Memberikan kabar baik ini pada Chika dan Ji Neul. Sekaligus mengobati luka Yesung. Kim chika dan Ji Neul tampak sangat lega melihat mereka baik-baik saja.

“it’s for u jagiii....” Jaejoong menggenggam erat tangan chika yang masih terbaring. Besok pagi, chika baru boleh pulang.

“thanks yeobo. Aku tahu kau bisa melakukannya” Chika senang melihat jaaejoong tak terluka.

Donghae berdiri dibelakang Jaejoong yang tengah duduk disamping tempat tidur chika. Dia menggandeng tangan Ji Neul.

“ini berkat Yesung. Tak ku sangka kau sangat hebat” Donghae meninju lengan Yesung pelan.

“aww..., sakit tahu...!!!” Yesung protes saat Donghae mengenai lukanya.

Setelah beberapa saat menjenguk Chika, Yesung, Donghae, dan Ji Neul bergegas ke tempat Siwon dirawat. Jaejoong sebenarnya ingin ikut, tapi dia harus menjaga chika. Mereka berjanji akan mengabari jaejoong dan chika tentang keadaan siwon.
***

Hye in tampak termenung disalah satu kursi tunggu. Menunduk dalam. Yesung, donghae, dan Ji Neul yang melihatnya sedikit khawatir.

“Hye in...,” ji neul membuat hye in mendongak. Menatap Ji neul, lalu melihat yesung dan donghae.

“sret...” hye in memeluk ji neul erat. “he’s fine....” ucapnya senang. Donghae dan Yesung tersenyum lega.

“serius...?” Ji neul melepas pelukan hye in dan menatapnya lembut. Hye in mengangguk.

“dokter bilang, masa kritisnya lewat...,” hye in tampak berbinar. Ji Neul histeris bahagia dan memeluk Hye in lagi.

“lalu... kapan dia bisa pulang,?” ji neul ingin mendengar kabar lebih baik lagi. Hye in sedikit berubah...,

“entah..., dia harus dirawat beberapa lama disini. dia harus menjalani terapi” hye in tampak sedikit kehilangan kebahagiaan. Yesung mendekatinya.

“bodoh...!!! jangan bersedih begitu, setidaknya dia sudah membaik. Dia pasti sembuh” Yesung mengacak-acak rambut Hye In.

“Yesung...!!! jangan mengatai aku bodoh” Hye in protes sambil merapikan rambutnya yang diacak-acak Yesung.

“memangnya kau pintar,?” Yesung membantah

“kau ini... dasar kepala besar” Hye in melupakan kesedihannya dan balas mengacak-acak rambut Yesung.

“hei..., kau membuat rambut kerenku berantakan” Yesung mencoba menghindar, tapi Hye in masih nekat mengacak-acak rambut Yesung.

Donghae merengkuh bahu Ji Neul dan tersenyum menatapnya. “mereka memang aneh” ujarnya.
------

.....Part 2

Selasa, 22 Februari 2011

TRAINS (Part. 3 ~ END)


(Crazy Love....)

Part. 3 ~ end

’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Pyongshi. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ wookie terperangah. Padahal dia masih ingin mengenal gadis ini lebih jauh.
“kau turun pyongshi,?” chan-chan melihat wookie bersiap turun.
“ne. kau turun mana,?” pertanyaan yang tak perlu dijawab. Wookie sebenarnya tahu kalau chan-chan turun di stasiun Delta.
“aku juga mw turun” diluar dugaan wookie, chan-chan ternyata juga turun di Pyongshi. Sebenarnya wookie ingin bertanya kenapa chan-chan tidak turun di Delta, tapi urung. Wookie tak mw kalau gadis ini sampai tahu kebodohannya yang diam-diam selalu memperhatikannya selama dua bulan terakhir ini. wookie akhirnya turun bersama chan-chan.
Heechul dan eunhyuk yang telah menunggu kedatangan Wookie sedikit terkejut.
“mwo,???? Hyung.... aku tidak salah lihat kan,?” eunhyuk mengucek matanya tak percaya. Heechul juga masih bengong melihatnya.
“hyung..., kalian sudah lama menunggu,?” wookie basa-basi.
“aniyo...” heechul masih setengah tak percaya melihat wookie. Chan-chan tersenyum pada heechul dan eunhyuk.
“kalian..., yang kemarinkan,?” chan-chan menyapa duluan.
“ne. chonun eunhyuk imnida” eunhyuk cepat-cepat memperkenalkan diri.
“park chan-chan imnida”
“kim heechul imnida” heechul juga memperkenalkan diri.
“kau mw kemana,?” wookie mencoba menanyakan tujuan chan-chan.
“aku mw ke exco”
“kalau begitu kau bisa bareng kami. Kami juga mw ke sana.” Wookie tampak sangat semangat.
“ada urusan apa ke exco,?” heechul ingin tahu.
“sebenarnya....” belum selesai chan-chan menjawab, dia melihat ada seseorang yang memanggilnya.
“mianhe..., aku permisi sebentar” chan-chan menuju laki-laki tambun yang memanggilnya. Wookie, heechul, dan eunhyuk masih mengawasi chan-chan.
“siapa dia,? gendut sekali” gumam eunhyuk.
“ya. Dia pasti lebih banyak makannya daripada kamu hyuk” heechul menimpali, eunhyuk biarpun kurus  tapi dia sebenarnya doyan makan. Mereka bertiga memperhatikan chan-chan bercakap-cakap dengan laki-laki itu. Sepertinya sangat akrab. Tak lama chan-chan kembali menemui wookie bersama laki-laki tambun itu.
“oya..., it’s my husband” chan-chan membuat wookie tampak sangat shock. Husband,???? Really...???
“chonun shindong imnida” laki-laki itu memperkenalkan diri pada wookie. Wookie masih tampak shock, tapi dia lekas menjabat tangan shindong perlahan.
“ryeowook imnida” jawabnya lirih.
Heechul dan eunhyuk mencoba menahan tawa melihat reaksi wookie. Tak lama chan-chan pamitan pada mereka.
Wookie masih diam mematung.
“dia... sudah punya suami,?” wookie masih tampak lemas.
Heechul dan eunhyuk masih menahan tawa, pipi mereka menggelembung.  Wookie melihat kedua hyung-nya tajam.
“kalian menertawakanku,?” ucapnya tegas. Heechul menahan tawanya, dia memegang perut dan mulutnya kuat. Tapi,...
“hahahaha”
“wkwkwkwk” akhirnya tawa heechul dan eunhyuk meledak. Wookie menatap manyun dan jengkel.
“sudahlah wookie..., nanti kucarikan kau perempuan yang lebih cantik dari chan-chan” heechul merangkul wookie yang masih manyun.
“tak kusangka..., kau kalah dari laki-laki tambun itu,:P” eunhyuk malah mengolok-olok wookie.
“hyung macam apa kalian ini...” wookie masih tampak jengkel dan shock berat.  Akhirnya heechul dan eunhyuk mengajak wookie untuk segera menuju mobil dan melaju ke exco. Di mobil, wookie duduk dibelakang, sementara heechul yang menyetir, dan eunhyuk disamping heechul. Wookie menatap keluar kaca nanar. Melihat salju yang turun perlahan pagi ini. benar-benar bodoh, dua bulan dia menyukai seseorang yang sudah bersuami. Mana suaminya tak lebih tampan dari dia. wookie sedikit kesal. Heechul dan eunhyuk saling berpandangan, sebenarnya mereka ingin tertawa melihat kekonyolan wookie tapi melihatnya patah hati, mereka mengurungkan niat itu. Mereka melihat wookie dari spion depan.
“jangan bersedih wookie..., masih banyak perempuan lain” eunhyuk mencoba menghibur dongsaeng-nya.
“hyuk benar..., nanti kukenalkan kau dengan teman-teman perempuanku. Mereka semua cantik-cantik” heechul juga mencoba menghibur. Wookie masih diam menatap keluar kaca.
“apa ada teman heechul hyung yang lebih cantik dari hyung..., ku pikir hyung paling cantik” tiba-tiba wookie nyeletuk. Eunhyuk tertawa mendengarnya, tapi langsung diam saat heechul menatapnya tajam. Wookie masih melamun, dia menatap jalan yang mulai tertutup salju. Sebuah bus melaju perlahan dan berhenti didepan sebuah halte. Wookie memperhatikan bus itu sesaat.
“stop... stop...!!!” wookie tiba-tiba berteriak keras, membuat heechul dan eunhyuk kaget. Seketika heechul menghentikan mobilnya.
“gwencana,?” heechul menatap wookie.
Wookie tersenyum cerah, seolah patah hatinya lenyap. “tenang saja hyung.., aku ada sedikit urusan” wookie membuka pintu mobil cepat, dan berlari keluar. Eunhyuk kaget dan ikut turun mengejar wookie, tapi sepertinya dia tak beruntung. Banyak mobil yang lewat, sehingga eunhyuk hanya bisa meneriaki wookie yang telah berlari menyeberang jalan.
“wookie kau mw kemana,?”
Heechul ikut turun, dia menatap wookie yang masuk halte.
“ada apa dengan anak itu,?” heechul penasaran.
“hyuuuuung..., jangan khawatir..., kalian tunggu aku di Uptown ya” wookie berteriak keras sebelum masuk bus.
“uptown...???” eunhyuk masih tak mengerti. Wookie telah masuk ke dalam bus, dan tampak dia duduk diseberang kursi seorang gadis. Heechul dan eunhyuk berpandangan.
“whaaat,? Dia kambuh lagi,????” serempak heechul dan eunhyuk menangkap maksud wookie. Sekarang mereka yang lemas. Insting mereka mengatakan, beberapa bulan kedepan mereka harus menunggu wookie di halte uptown, persis seperti waktu mereka harus menunggu wookie di stasiun Pyongshi. Ya, apalagi kalau bukan karena gadis dalam bus itu. Setidaknya sampai wookie tahu namanya dan yakin kalau gadis itu masih single. Sepertinya akan ada kisah cinta baru, bukan dikereta lagi tapi di bus.
“wookiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiee” serempak heechul dan eunhyuk berteriak jengkel.
-----------
END

Jumat, 18 Februari 2011

TRAINS (Part~2)


(Crazy Love...)

Part. 2

“sudahlah hyung..., ku mohon jangan kacaukan hari ini” wookie tampak cemas melihat kedua hyung-nya yang ribut sendiri.
Kereta berjalan seperti biasa, dan tak lama mereka sampai di Narita.
“hyung... gadis itu akan masuk” wookie mengingatkan kedua hyung-nya. Mereka menanti datangnya sang gadis. Tentu saja heechul dan eunhyuk sangat penasaran seperti apa gadis itu.
“apa dia gadis itu, xixixi” eunhyuk menahan tawa sambil menunjuk seorang ajumma yang memiliki rambut sebahu dan bermata besar.
“omo..!!! benarkah? Hahaha” heechul tak bisa menahan tawa nya.
“ssst.... hyung..., kalian jangan bersikap seperti itu. Bukan dia.” wookie sedikit khawatir dengan tingkah kedua orang disampingnya.
“ehem” sang ajumma berdeham, sepertinya dia tahu ada yang menggunjingnya. Wookie makin tidak enak, apalagi heechul dan eunhyuk masih cekikikan. ‘seharusnya mereka tidak usah ikut’ gerutu wookie.
Wookie menatap lekat satu per satu penumpang yang masuk. Dia tak mw kehilangan gadis itu hanya karena mengurusi kedua hyung-nya. Sementara heechul dan eunhyuk masih cekikikan, wookie menangkap sosok itu. Dia masih sangat menarik dimata wookie. Baju hangat warna saphir blue tampak sangat bagus dikenakannya. Dia mengenakan celana panjang, mungkin karena sudah mulai musim salju. Sang gadis mengambil tempat duduk sedikit di depan wookie. Dia tersenyum saat melihat wookie menatapnya. Seketika wookie jadi salah tingkah.
“hyung... ku mohon jangan kacaukan hari ini” wookie berbisik meminta heechul dan eunhyuk menghentikan kekonyolan mereka.
“mana gadis itu,?” heechul tampak celingukan. Kereta sudah mulai jalan.
“didepan kita” bisik wookie perlahan.
“yang mana? Dia,?” eunhyuk berkata tanpa dosa sambil menunjuk perempuan gendut didepannya. Perempuan didepan eunhyuk menatap tajam. Heechul menahan tawa, menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Wookie tampak sangat malu dan tak enak hati.
“hyung..., jangan begitu” wookie masih berbisik tak enak hati.
“trus yang mana? Dia,? dia,? atau dia,?” dengan yakinnya eunhyuk menunjuk semua gadis di depannya hingga wookie membekapnya.
“bukan mereka hyung” bisiknya. Heechul menatap satu per satu perempuan didepannya.
“yang itu, bermantel shapirblue” bisik wookie “tapi kalian jangan terang-terangan memperhatikan dia” wookie sedikit khawatir.
Heechul dan eunhyuk melihat ke arah gadis yang dimaksud.
“omo..!!! she’s beautiful” eunhyuk terkesima
“like a princess” heechul tak kalah kagetnya. Mereka berdua menatap kagum.
“hyung... aku serius” wookie merengek, dia tak mw heechul dan eunhyuk membuatnya malu.
“ne. Kau tenang saja liat caraku berkenalan dengannya” heechul mulai beraksi. Dia berdiri, dan berlagak layaknya seorang rapper.
“yo yo yo.., what’s up dude. How are u today,? My name is heechul. What’s ur name” heechul duduk disebelah sang gadis dan membuat sang gadis melongo melihat sikap anehnya.
‘kacau...’ wookie tampak sangat pasrah dengan keadaan ini.
“hei.., kau mw melihatku nge-dance,? Aku eunhyuk.., aku sangat jago dance” eunhyuk ternyata juga sudah didepan sang gadis. Dia mulai beraksi dengan dance-nya. Sang gadis masih diam tak mengerti melihat sikap aneh mereka.
‘!!!!!’ seketika wookie menempelkan tangannya dijidatnya dan menunduk.
’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Pyongshi. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ ah.., wookie segera tersadar mendengar pemberitahuan itu. Dia cepat-cepat mengambil barang2nya dan barang kedua makhluk merepotkan itu. Wookie beranjak dari tempat duduknya dan menarik kedua hyung-nya untuk segera turun.
“Mianhe...,” wookie membungkuk minta maaf pada gadis itu. Dan cepat2 menyeret heechul dan eunhyuk turun. Gadis itu hanya tersenyum geli melihatnya.
---------

“sudah kubilang kalian jangan ikut” wookie masih tampak cemberut. Mereka sudah berada diluar kereta dan mencari taxi untuk bisa sampai di exco department store.
“kau tak liat dia tadi hampir memperkenalkan dirinya. Kalau saja si kunyuk ini tak bertingkah aneh seperti tadi” heechul membela.
“hyung..., aku hanya menarik perhatiannya saja. Aku yakin dia juga tadi akan terpesona dengan dance-ku dan memberikan nomer telp-nya” eunhyuk beralibi.
“terpesona,? Dia lebih terpesona pada wajahku yang tampan ini” heechul tak mw kalah.
Wookie menghela napas mendengar ocehan mereka berdua. ‘gadis itu pasti berpikir aneh tentangku’ wookie khawatir. Dia masih terbayang dengan sosok gadis itu.
“jadi?” eunhyuk membuyarkan lamunan wookie.
“ne. Apa?” wookie tak mengerti
“besok kami akan ikut denganmu lagi,?” heechul memastikan. Wookie menatap keduanya. Dan memalingkan muka.
“aniyo...” ucapnya tegas. Heechul dan eunhyuk tampak kecewa.
------------
Pagi ini lagi-lagi wookie memilih naik kereta daripada bareng heechul dan eunhyuk. Seperti hari-hari sebelumnya, heechul dan eunhyuk akan menunggu wookie di pyongshi. Wookie tak mw kedua orang itu merusak paginya seperti kemarin. Wookie telah duduk ditempatnya. Baru saja kereta sampai di Narita, dimana gadis itu biasa naik. Wookie memperhatikan gadis yang duduk agak jauh disudut gerbong kereta ini. ‘apa aku harus minta maaf padanya,?’ wookie ragu untuk sejenak.
“kau... yang kemarinkan,?”
Deg...!!! wookie kaget, dia mendongak... sejak kapan gadis itu ada dihadapannya,? Dan dia..., dia masih ingat padanya,? Wow...,
“ne. maafkan kedua hyung-ku atas sikapnya kemarin. Mereka memang selalu begitu” wookie agak berdebar. Gadis itu hanya tersenyum. Manis sekali, membuat wookie memerah. Dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
“tak apa. Mereka sangat lucu. It’s ok.” Gadis itu sangat ramah, membuat wookie cepat merasa nyaman.
“chonun Ryeowook imnida” akhirnya wookie bisa memperkenalkan dirinya juga pada gadis ini. dia mengulurkan tangannya yang dibalas dengan hangat oleh sang gadis.
“Park chan chan imnida” gadis itu tersenyum lembut. Oh, Park Chan Chan namanya.
’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Pyongshi. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ wookie terperangah. Padahal dia masih ingin mengenal gadis ini lebih jauh.

continued...,