(Love and Friendship)
Part 1
Beberapa orang berbaju putih masuk tergesa-gesa ke ruangan itu. Mereka dengan cekatan memasang beberapa alat ke tubuh laki-laki malang yang tak berdaya itu. Ya, siwon... sementara perempuan yang telah mencintainya selama 6tahun ini hanya bisa berharap semua baik-baik saja, dialah Hye in. Dokter tampak serius memeriksa kondisi pasien, sementara seorang nurse tengah memastikan alat yang disamping pasien berfungsi dengan baik. Seorang co.ass tampak sigap membantu dokter melakukan pertolongan. Laki-laki itu sesak, tapi kemudian membaik secara berangsur-angsur. Hye in berdiri dipojok ruangan, memberi ruang leluasa tim medis melakukan tugasnya. Tak lama, seorang nurse mendekatinya.
“sebaiknya nona menunggu diluar” dia mempersilahkan dengan sangat sopan.
“apa dia baik-baik saja” hye in hanya ingin memastikan.
“kami akan berusaha nona” sang nurse tampak menenangkan. Hye in mengangguk dan keluar ruangan. Menunggu diluar, menatap penuh harap.
------------
Linecross Area
Puluhan motor melaju cepat, berlomba untuk menjadi yang terdepan. Seorang pengendara melaju paling permainan ini, menjatuhkan lawan secara ekstrem pun sangat dihalalkan. Yang penting hanya satu tujuan, menjadi juara. Sementara dibelakangnya tampak seorang laki-laki berkepala besar (darimana tahu kepalanya besar sedang dia pakai helm-adm) tengah diapit oleh dua motor. Tapi itu tak menjadikannya bergeming untuk mengurangi kecepatannya. Agak jauh di belakangnya lagi, seorang mantan pembalap no. 1 tengah khawatir melihat teman satu tim nya ditekan terus menerus. Dia sendiri tampak bebas, tanpa ada yang menekannya. Tentu saja, siapa yang mw menekan pembalap seperti dia, pembalap yang jauh ada dibelakang. Tapi ini bukan hanya masalah kecepatan, tapi juga masalah adu strategi. They’re a team.
Jaejoong, pengendara yang tengah menjadi sasaran untuk dijatuhkan itu tampak masih memimpin di depan. Dia tahu, dia harus tetap menjaga posisinya. Dialah kunci keberhasilan pertandingan ini. Sementara Yesung, kepala besar yang tengah diapit dua pengendara motor masih tetap mencoba untuk bersikap tenang. Dialah yang jadi umpan atau secara ekstremnya yang akan dikorbankan agar sang juara bisa melaju tanpa halangan. Donghae, mantan pembalap yang selalu jadi ancaman para pembalap yang lain itu tampak tenang melajukan motornya dibelakang, agak jauh dari imej sang juara. Suara berisik dari motor-motor itu sudah sangat biasa untuk didengar. Masing-masing suporter bersorak menyemangati teamnya. Garis finish sudah tampak, perlahan tapi pasti, donghae mulai mempercepat lajunya. Mengagetkan semua pengendara yang didepannya. Tak ada yang menyangka dia bisa melajukan kecepatannya diatas rata-rata, dan tak ada yang menduga kalau donghae-lah sang pengendara motor itu. Yesung tersenyum melihat donghae mulai menyusul lewat spionnya, sudah saatnya. Dia memang baru pertama ini ikut balapan liar, tapi dia juga tak bisa diremehkan. Perlahan Yesung menambah kecepatannya, membuat dua orang yang menjaganya kelabakan dan ikut menambah kecepatannya juga. Dua orang itu punya tugas penting. Motor merah yang tengah melaju paling depan bersama Jaejoong harus bisa menang. Itu sebabnya dua orang itu bertugas menghalangi siapapun yang akan mengganggu duel sang ketua. Intinya hanya satu, sebenarnya ini hanya persaingan dua orang saja. Jaejoong, ketua Bikers dan Junghan, ketua Evils. Team lain, mereka hanya pelengkap saja. Yesung makin kencang melajukan motornya, membuat dua pengendara yang membuntutinya panik.
‘sial..., tak ada pilihan lain’ dua orang pengendara itu harus melakukan kekerasan. Bahkan harus rela mengorbankan diri demi kemenangan sang ketua. Mereka nekat melajukan kendaraannya diatas normal, dan ‘sret’ menekan yesung secara bersamaan. Motor mereka sedikit goyang, dan memang ini yang diharapkan Yesung. Kalau mereka menjatuhkan diri demi menghalangi Yesung, tentu saja donghae akan dengan mudah melajukan motornya. Donghae memiliki skill kecepatan yang selama ini belum ada yang mengalahkan. Hanya saja, harus ada yang melindunginya. ‘ciiiiiit..., krsk’ suara decit rem memekakkan telinga, Yesung mengurangi kecepatannya secara ekstrem, membuat dua orang yang membuntutinya terperanjat dan tak bisa menghindarinya.
‘ciiiit..., krosak....’ dua pengendara itu tampak kewalahan mengurangi kecepatannya agar tak menabrak yesung yang mendadak mengurangi kecepatannya.
“boom...!!!” dentuman itu tak bisa dihindari. Dua pengendara dibelakang yesung menyenggol Yesung sedikit, tapi tabrakan bisa dihindari. Dua pengendara menabrak pembatas jalan, bisa dipastikan mereka takkan bisa berulah lagi, sementara yesung sedikit hilang keseimbangan karena sedikit sentuhan keras dari dua pengendara motor itu.
“krsssk....” Yesung terjatuh juga, tapi tidak begitu parah. Dia telah mengurangi kecepatan sebelumnya, jadi tidak begitu keras. Dari belakangnya Donghae melajukan motornya cepat. Dia tersenyum ‘great job Yesung...’ Donghae tak ingin menyia-nyiakan usaha Yesung.
Hanya tinggal satu langkah lagi, didepan hanya harus melewati Jaejoong dan Junghan. Jaejoong tahu sudah waktunya menghentikan Junghan. Dia yakin, Junghan takkan pernah menyangka kalau Donghae-lah juara sebenarnya. Junghan tak kan sampai berpikir kalau Jaejoong hanya sebagai pengalih perhatian saja, siapa yang akan menyangka. Karena sejak Donghae pensiun, Jaejoong-lah yang selalu jadi kunci utama permainan ini. Ya, ini hanya sebuah permainan buat mereka. Permainan yang menyenangkan dan membangkitkan adrenalin mereka. Jaejooong melakukan hal yang sama dengan yang Yesung lakukan. Dia melajukan motornya cepat, membuat Junghan yang didepannya terlewati. Melihat hal itu, Junghan menambah kecepatannya, berusaha menyusul Jaejoong. Jaejoong sengaja memblokir jalan agar Junghan tetap dibelakangnya. Lewat spion, jaejoong bisa melihat donghae yang tengah melaju kencang. Jaejoong tersenyum licik. ‘bagus Donghae...’ jaejoong menebak, Junghan takkan memperhatikan donghae, karena fokusnya pasti Jaejoong. Jaejoong sedikit menyingkir ke tepi, junghan sedikit kaget.
‘rencana apa yang dia jalankan,? Kenapa tidak memblokir jalanku’ Junghan tampak waspada dengan segala kemungkinan. Junghan menambah kecepatannya, ini kesempatannya. Dia akan dengan mudah melewati jaejoong karena Jaejoong menyingkir ke tepi dan sedikit mengurangi kecepatannya. Tapi...,
“wuuuussssh.........” diluar dugaan, sebelum Junghan sempat melewati Jaejoong, seorang pengendara motor melaju kencang. Melewati Junghan dan Jaejoong. Junghan panik.
‘sial...!!! aku tertipu’ Junghan menyadari ketidakwaspadaannya. Dia buru-buru menambah kecepatannya agar bisa mengejar Donghae. Tapi terlambat, Jaejoong kembali memblokir jalannya dan decit rem Junghan terdengar, Junghan menghindari Jaejoong yang tiba-tiba didepannya. Membanting kemudinya mendadak. Dentuman motornya yang slip tak bisa dielak lagi. Jaejoong tersenyum puas..., junghan jelas sudah kalah. Donghae telah sampai difinish disambut sorak-sorai orang-orang yang bertaruh untuk dirinya, diposisi kedua Jaejoong menyusul. Jelas ini kemenangan untuk Bikers. Donghae membuka helmnya, diikuti Jaejoong. Mereka saling menatap dan tersenyum. Melakukan salam kemenangan.
“kerja bagus Donghae” Jaejoong tampak sangat puas.
“karena kalian” donghae menimpali. “sepertinya kita harus melihat Yesung” jaejoong mengangguk. Mereka menuju tempat Yesung jatuh. Yesung sudah dipinggir area, dia tak apa-apa hanya sedikit lecet. Ini biasa untuk laki-laki.
“great Yesung....!!!” Jaejoong memberikan pelukan. Diikuti Donghae. Yesung tersenyum. ‘ini untukmu Hye in’ gumamnya dalam hati.
------------
Hye in masih menunggu didepan pintu. Sudah satu jam, tapi belum ada kabar dari dokter yang menangani Siwon. Hye in mondar-mandir tak tenang.
“cklek” pintu terbuka, tampak dokter tengah melepas sarung tangannya.
“dia baik-baik saja,?” hye in cekatan mendekati dokter. Dokter menatap Hye in lekat, membuat Hye in sangat cemas.
----------
Jaejoong, Yesung, dan Donghae segera ke rumah sakit. Mereka ingin memberikan kabar baik ini, tentu saja mereka juga ingin mendapat kabar baik juga dari Siwon. Sebelumnya, mereka ke tempat Chika dirawat. Memberikan kabar baik ini pada Chika dan Ji Neul. Sekaligus mengobati luka Yesung. Kim chika dan Ji Neul tampak sangat lega melihat mereka baik-baik saja.
“it’s for u jagiii....” Jaejoong menggenggam erat tangan chika yang masih terbaring. Besok pagi, chika baru boleh pulang.
“thanks yeobo. Aku tahu kau bisa melakukannya” Chika senang melihat jaaejoong tak terluka.
Donghae berdiri dibelakang Jaejoong yang tengah duduk disamping tempat tidur chika. Dia menggandeng tangan Ji Neul.
“ini berkat Yesung. Tak ku sangka kau sangat hebat” Donghae meninju lengan Yesung pelan.
“aww..., sakit tahu...!!!” Yesung protes saat Donghae mengenai lukanya.
Setelah beberapa saat menjenguk Chika, Yesung, Donghae, dan Ji Neul bergegas ke tempat Siwon dirawat. Jaejoong sebenarnya ingin ikut, tapi dia harus menjaga chika. Mereka berjanji akan mengabari jaejoong dan chika tentang keadaan siwon.
***
Hye in tampak termenung disalah satu kursi tunggu. Menunduk dalam. Yesung, donghae, dan Ji Neul yang melihatnya sedikit khawatir.
“Hye in...,” ji neul membuat hye in mendongak. Menatap Ji neul, lalu melihat yesung dan donghae.
“sret...” hye in memeluk ji neul erat. “he’s fine....” ucapnya senang. Donghae dan Yesung tersenyum lega.
“serius...?” Ji neul melepas pelukan hye in dan menatapnya lembut. Hye in mengangguk.
“dokter bilang, masa kritisnya lewat...,” hye in tampak berbinar. Ji Neul histeris bahagia dan memeluk Hye in lagi.
“lalu... kapan dia bisa pulang,?” ji neul ingin mendengar kabar lebih baik lagi. Hye in sedikit berubah...,
“entah..., dia harus dirawat beberapa lama disini. dia harus menjalani terapi” hye in tampak sedikit kehilangan kebahagiaan. Yesung mendekatinya.
“bodoh...!!! jangan bersedih begitu, setidaknya dia sudah membaik. Dia pasti sembuh” Yesung mengacak-acak rambut Hye In.
“Yesung...!!! jangan mengatai aku bodoh” Hye in protes sambil merapikan rambutnya yang diacak-acak Yesung.
“memangnya kau pintar,?” Yesung membantah
“kau ini... dasar kepala besar” Hye in melupakan kesedihannya dan balas mengacak-acak rambut Yesung.
“hei..., kau membuat rambut kerenku berantakan” Yesung mencoba menghindar, tapi Hye in masih nekat mengacak-acak rambut Yesung.
Donghae merengkuh bahu Ji Neul dan tersenyum menatapnya. “mereka memang aneh” ujarnya.
------
.....Part 2

