Selasa, 22 Februari 2011

TRAINS (Part. 3 ~ END)


(Crazy Love....)

Part. 3 ~ end

’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Pyongshi. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ wookie terperangah. Padahal dia masih ingin mengenal gadis ini lebih jauh.
“kau turun pyongshi,?” chan-chan melihat wookie bersiap turun.
“ne. kau turun mana,?” pertanyaan yang tak perlu dijawab. Wookie sebenarnya tahu kalau chan-chan turun di stasiun Delta.
“aku juga mw turun” diluar dugaan wookie, chan-chan ternyata juga turun di Pyongshi. Sebenarnya wookie ingin bertanya kenapa chan-chan tidak turun di Delta, tapi urung. Wookie tak mw kalau gadis ini sampai tahu kebodohannya yang diam-diam selalu memperhatikannya selama dua bulan terakhir ini. wookie akhirnya turun bersama chan-chan.
Heechul dan eunhyuk yang telah menunggu kedatangan Wookie sedikit terkejut.
“mwo,???? Hyung.... aku tidak salah lihat kan,?” eunhyuk mengucek matanya tak percaya. Heechul juga masih bengong melihatnya.
“hyung..., kalian sudah lama menunggu,?” wookie basa-basi.
“aniyo...” heechul masih setengah tak percaya melihat wookie. Chan-chan tersenyum pada heechul dan eunhyuk.
“kalian..., yang kemarinkan,?” chan-chan menyapa duluan.
“ne. chonun eunhyuk imnida” eunhyuk cepat-cepat memperkenalkan diri.
“park chan-chan imnida”
“kim heechul imnida” heechul juga memperkenalkan diri.
“kau mw kemana,?” wookie mencoba menanyakan tujuan chan-chan.
“aku mw ke exco”
“kalau begitu kau bisa bareng kami. Kami juga mw ke sana.” Wookie tampak sangat semangat.
“ada urusan apa ke exco,?” heechul ingin tahu.
“sebenarnya....” belum selesai chan-chan menjawab, dia melihat ada seseorang yang memanggilnya.
“mianhe..., aku permisi sebentar” chan-chan menuju laki-laki tambun yang memanggilnya. Wookie, heechul, dan eunhyuk masih mengawasi chan-chan.
“siapa dia,? gendut sekali” gumam eunhyuk.
“ya. Dia pasti lebih banyak makannya daripada kamu hyuk” heechul menimpali, eunhyuk biarpun kurus  tapi dia sebenarnya doyan makan. Mereka bertiga memperhatikan chan-chan bercakap-cakap dengan laki-laki itu. Sepertinya sangat akrab. Tak lama chan-chan kembali menemui wookie bersama laki-laki tambun itu.
“oya..., it’s my husband” chan-chan membuat wookie tampak sangat shock. Husband,???? Really...???
“chonun shindong imnida” laki-laki itu memperkenalkan diri pada wookie. Wookie masih tampak shock, tapi dia lekas menjabat tangan shindong perlahan.
“ryeowook imnida” jawabnya lirih.
Heechul dan eunhyuk mencoba menahan tawa melihat reaksi wookie. Tak lama chan-chan pamitan pada mereka.
Wookie masih diam mematung.
“dia... sudah punya suami,?” wookie masih tampak lemas.
Heechul dan eunhyuk masih menahan tawa, pipi mereka menggelembung.  Wookie melihat kedua hyung-nya tajam.
“kalian menertawakanku,?” ucapnya tegas. Heechul menahan tawanya, dia memegang perut dan mulutnya kuat. Tapi,...
“hahahaha”
“wkwkwkwk” akhirnya tawa heechul dan eunhyuk meledak. Wookie menatap manyun dan jengkel.
“sudahlah wookie..., nanti kucarikan kau perempuan yang lebih cantik dari chan-chan” heechul merangkul wookie yang masih manyun.
“tak kusangka..., kau kalah dari laki-laki tambun itu,:P” eunhyuk malah mengolok-olok wookie.
“hyung macam apa kalian ini...” wookie masih tampak jengkel dan shock berat.  Akhirnya heechul dan eunhyuk mengajak wookie untuk segera menuju mobil dan melaju ke exco. Di mobil, wookie duduk dibelakang, sementara heechul yang menyetir, dan eunhyuk disamping heechul. Wookie menatap keluar kaca nanar. Melihat salju yang turun perlahan pagi ini. benar-benar bodoh, dua bulan dia menyukai seseorang yang sudah bersuami. Mana suaminya tak lebih tampan dari dia. wookie sedikit kesal. Heechul dan eunhyuk saling berpandangan, sebenarnya mereka ingin tertawa melihat kekonyolan wookie tapi melihatnya patah hati, mereka mengurungkan niat itu. Mereka melihat wookie dari spion depan.
“jangan bersedih wookie..., masih banyak perempuan lain” eunhyuk mencoba menghibur dongsaeng-nya.
“hyuk benar..., nanti kukenalkan kau dengan teman-teman perempuanku. Mereka semua cantik-cantik” heechul juga mencoba menghibur. Wookie masih diam menatap keluar kaca.
“apa ada teman heechul hyung yang lebih cantik dari hyung..., ku pikir hyung paling cantik” tiba-tiba wookie nyeletuk. Eunhyuk tertawa mendengarnya, tapi langsung diam saat heechul menatapnya tajam. Wookie masih melamun, dia menatap jalan yang mulai tertutup salju. Sebuah bus melaju perlahan dan berhenti didepan sebuah halte. Wookie memperhatikan bus itu sesaat.
“stop... stop...!!!” wookie tiba-tiba berteriak keras, membuat heechul dan eunhyuk kaget. Seketika heechul menghentikan mobilnya.
“gwencana,?” heechul menatap wookie.
Wookie tersenyum cerah, seolah patah hatinya lenyap. “tenang saja hyung.., aku ada sedikit urusan” wookie membuka pintu mobil cepat, dan berlari keluar. Eunhyuk kaget dan ikut turun mengejar wookie, tapi sepertinya dia tak beruntung. Banyak mobil yang lewat, sehingga eunhyuk hanya bisa meneriaki wookie yang telah berlari menyeberang jalan.
“wookie kau mw kemana,?”
Heechul ikut turun, dia menatap wookie yang masuk halte.
“ada apa dengan anak itu,?” heechul penasaran.
“hyuuuuung..., jangan khawatir..., kalian tunggu aku di Uptown ya” wookie berteriak keras sebelum masuk bus.
“uptown...???” eunhyuk masih tak mengerti. Wookie telah masuk ke dalam bus, dan tampak dia duduk diseberang kursi seorang gadis. Heechul dan eunhyuk berpandangan.
“whaaat,? Dia kambuh lagi,????” serempak heechul dan eunhyuk menangkap maksud wookie. Sekarang mereka yang lemas. Insting mereka mengatakan, beberapa bulan kedepan mereka harus menunggu wookie di halte uptown, persis seperti waktu mereka harus menunggu wookie di stasiun Pyongshi. Ya, apalagi kalau bukan karena gadis dalam bus itu. Setidaknya sampai wookie tahu namanya dan yakin kalau gadis itu masih single. Sepertinya akan ada kisah cinta baru, bukan dikereta lagi tapi di bus.
“wookiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiee” serempak heechul dan eunhyuk berteriak jengkel.
-----------
END

Jumat, 18 Februari 2011

TRAINS (Part~2)


(Crazy Love...)

Part. 2

“sudahlah hyung..., ku mohon jangan kacaukan hari ini” wookie tampak cemas melihat kedua hyung-nya yang ribut sendiri.
Kereta berjalan seperti biasa, dan tak lama mereka sampai di Narita.
“hyung... gadis itu akan masuk” wookie mengingatkan kedua hyung-nya. Mereka menanti datangnya sang gadis. Tentu saja heechul dan eunhyuk sangat penasaran seperti apa gadis itu.
“apa dia gadis itu, xixixi” eunhyuk menahan tawa sambil menunjuk seorang ajumma yang memiliki rambut sebahu dan bermata besar.
“omo..!!! benarkah? Hahaha” heechul tak bisa menahan tawa nya.
“ssst.... hyung..., kalian jangan bersikap seperti itu. Bukan dia.” wookie sedikit khawatir dengan tingkah kedua orang disampingnya.
“ehem” sang ajumma berdeham, sepertinya dia tahu ada yang menggunjingnya. Wookie makin tidak enak, apalagi heechul dan eunhyuk masih cekikikan. ‘seharusnya mereka tidak usah ikut’ gerutu wookie.
Wookie menatap lekat satu per satu penumpang yang masuk. Dia tak mw kehilangan gadis itu hanya karena mengurusi kedua hyung-nya. Sementara heechul dan eunhyuk masih cekikikan, wookie menangkap sosok itu. Dia masih sangat menarik dimata wookie. Baju hangat warna saphir blue tampak sangat bagus dikenakannya. Dia mengenakan celana panjang, mungkin karena sudah mulai musim salju. Sang gadis mengambil tempat duduk sedikit di depan wookie. Dia tersenyum saat melihat wookie menatapnya. Seketika wookie jadi salah tingkah.
“hyung... ku mohon jangan kacaukan hari ini” wookie berbisik meminta heechul dan eunhyuk menghentikan kekonyolan mereka.
“mana gadis itu,?” heechul tampak celingukan. Kereta sudah mulai jalan.
“didepan kita” bisik wookie perlahan.
“yang mana? Dia,?” eunhyuk berkata tanpa dosa sambil menunjuk perempuan gendut didepannya. Perempuan didepan eunhyuk menatap tajam. Heechul menahan tawa, menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Wookie tampak sangat malu dan tak enak hati.
“hyung..., jangan begitu” wookie masih berbisik tak enak hati.
“trus yang mana? Dia,? dia,? atau dia,?” dengan yakinnya eunhyuk menunjuk semua gadis di depannya hingga wookie membekapnya.
“bukan mereka hyung” bisiknya. Heechul menatap satu per satu perempuan didepannya.
“yang itu, bermantel shapirblue” bisik wookie “tapi kalian jangan terang-terangan memperhatikan dia” wookie sedikit khawatir.
Heechul dan eunhyuk melihat ke arah gadis yang dimaksud.
“omo..!!! she’s beautiful” eunhyuk terkesima
“like a princess” heechul tak kalah kagetnya. Mereka berdua menatap kagum.
“hyung... aku serius” wookie merengek, dia tak mw heechul dan eunhyuk membuatnya malu.
“ne. Kau tenang saja liat caraku berkenalan dengannya” heechul mulai beraksi. Dia berdiri, dan berlagak layaknya seorang rapper.
“yo yo yo.., what’s up dude. How are u today,? My name is heechul. What’s ur name” heechul duduk disebelah sang gadis dan membuat sang gadis melongo melihat sikap anehnya.
‘kacau...’ wookie tampak sangat pasrah dengan keadaan ini.
“hei.., kau mw melihatku nge-dance,? Aku eunhyuk.., aku sangat jago dance” eunhyuk ternyata juga sudah didepan sang gadis. Dia mulai beraksi dengan dance-nya. Sang gadis masih diam tak mengerti melihat sikap aneh mereka.
‘!!!!!’ seketika wookie menempelkan tangannya dijidatnya dan menunduk.
’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Pyongshi. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ ah.., wookie segera tersadar mendengar pemberitahuan itu. Dia cepat-cepat mengambil barang2nya dan barang kedua makhluk merepotkan itu. Wookie beranjak dari tempat duduknya dan menarik kedua hyung-nya untuk segera turun.
“Mianhe...,” wookie membungkuk minta maaf pada gadis itu. Dan cepat2 menyeret heechul dan eunhyuk turun. Gadis itu hanya tersenyum geli melihatnya.
---------

“sudah kubilang kalian jangan ikut” wookie masih tampak cemberut. Mereka sudah berada diluar kereta dan mencari taxi untuk bisa sampai di exco department store.
“kau tak liat dia tadi hampir memperkenalkan dirinya. Kalau saja si kunyuk ini tak bertingkah aneh seperti tadi” heechul membela.
“hyung..., aku hanya menarik perhatiannya saja. Aku yakin dia juga tadi akan terpesona dengan dance-ku dan memberikan nomer telp-nya” eunhyuk beralibi.
“terpesona,? Dia lebih terpesona pada wajahku yang tampan ini” heechul tak mw kalah.
Wookie menghela napas mendengar ocehan mereka berdua. ‘gadis itu pasti berpikir aneh tentangku’ wookie khawatir. Dia masih terbayang dengan sosok gadis itu.
“jadi?” eunhyuk membuyarkan lamunan wookie.
“ne. Apa?” wookie tak mengerti
“besok kami akan ikut denganmu lagi,?” heechul memastikan. Wookie menatap keduanya. Dan memalingkan muka.
“aniyo...” ucapnya tegas. Heechul dan eunhyuk tampak kecewa.
------------
Pagi ini lagi-lagi wookie memilih naik kereta daripada bareng heechul dan eunhyuk. Seperti hari-hari sebelumnya, heechul dan eunhyuk akan menunggu wookie di pyongshi. Wookie tak mw kedua orang itu merusak paginya seperti kemarin. Wookie telah duduk ditempatnya. Baru saja kereta sampai di Narita, dimana gadis itu biasa naik. Wookie memperhatikan gadis yang duduk agak jauh disudut gerbong kereta ini. ‘apa aku harus minta maaf padanya,?’ wookie ragu untuk sejenak.
“kau... yang kemarinkan,?”
Deg...!!! wookie kaget, dia mendongak... sejak kapan gadis itu ada dihadapannya,? Dan dia..., dia masih ingat padanya,? Wow...,
“ne. maafkan kedua hyung-ku atas sikapnya kemarin. Mereka memang selalu begitu” wookie agak berdebar. Gadis itu hanya tersenyum. Manis sekali, membuat wookie memerah. Dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
“tak apa. Mereka sangat lucu. It’s ok.” Gadis itu sangat ramah, membuat wookie cepat merasa nyaman.
“chonun Ryeowook imnida” akhirnya wookie bisa memperkenalkan dirinya juga pada gadis ini. dia mengulurkan tangannya yang dibalas dengan hangat oleh sang gadis.
“Park chan chan imnida” gadis itu tersenyum lembut. Oh, Park Chan Chan namanya.
’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Pyongshi. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ wookie terperangah. Padahal dia masih ingin mengenal gadis ini lebih jauh.

continued...,