(Crazy Love...,)
Part. 1
Kereta ini masih sama, tak pernah lelah mengantar laki-laki muda yang selalu duduk disudut kereta ini. Laki-laki itu sangat manis, dia memang tak terlalu tinggi tapi mungkin kau akan terkesima saat berada disampingnya. Entah sejak kapan dia begitu menyukai alat transportasi ini. ’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Narita. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ suara dari speaker kecil disudut atas kereta ini tak pernah lelah mengingatkan. Laki-laki itu tersenyum.
‘semoga hari ini aku tidak terlambat’ batinnya.
Dia melihat jam tangannya, tepat pukul 9pagi. Seharusnya dia tidak terlambat. Kereta berjalan perlahan dan berhenti. pintu otomatis itu terbuka. Ada dua pintu disetiap gerbong, tampak orang-orang keluar dengan tertib melewati pintu sebelah kanan. Sedang sang laki-laki tak sedikitpun bergeming, dia memperhatikan setiap orang yang masuk lewat pintu sebelah kiri. Mencari sosok yang selama ini menjadi alasan kuatnya menyukai transportasi darat ini.
‘ah itu dia’ sang lelaki lagi-lagi tersenyum.
Sosok itu selalu menarik perhatian sang laki-laki. Wajah ovalnya tampak segar setiap pagi, matanya bulat dan sedikit besar. Hidungnya mangir dan bibirnya selalu tampak segar dengan warna pink soft. Rambutnya tergerai sebahu dengan jepit rambut disamping kanan. Perempuan itu melihat sekitar mencari tempat duduk kosong. Dan laki-laki itu pun tak kan pernah jemu mencuri pandang ke arah sang gadis yang selalu asyik melihat keluar jendela. Begitulah, setiap pagi laki-laki itu tak pernah absen dari rutinitasnya. Sudah hampir dua bulan terakhir ini dia menjadi sangat maniak dengan kereta.
-------------
Stasiun Pyongshi
Sesosok laki-laki dengan kaos berkrahnya tampak keluar dari kereta. Dia melihat sekitar stasiun, mencari seseorang.
‘itu dia’ dia tampak cerah dan berlari melambaikan tangan pada dua laki-laki yang tampak jenuh menunggu.
“hyuuuung....” dia berseru. Dua orang yang sedang duduk dikursi tunggu itu terperangah, menatap ke arah suara itu.
“wookiiiiie....” laki-laki berjas pink itu tampak bersemangat. Dia cantik, tapi juga tampan.
Wookie, laki-laki yang turun dari kereta segera menghambur kepelukan kedua laki-laki yang menunggunya, seolah mereka sudah lama tidak berjumpa. Padahal sebenarnya terakhir mereka bertemu adalah tadi pagi jam8.45 sebelum wookie naik kereta.
“aku bertemu dengannya lagi hyung...” wookie tampak sangat antusias.
“lalu?” heechul, laki-laki yang cantik seperti cinderella itu tampak antusias.
“kau bicara apa?” eunhyuk, laki-laki disampingnya tak kalah semangat. Dia tak kalah manis, setiap tersenyum akan nampak gusinya. Tapi ini membuat bibirnya terlihat lebih seksi.
Wookie menatap kedua hyungnya dan cengengesan..
“aku tak bicara apa-apa” heechul dan eunhyuk seketika bengong
“ctak” keduanya sama-sama mendaratkan tangannya dikepala wookie. Wookie meringis.
“percuma saja kalau begitu. Kau mw mengerjai kami? Kau suruh kami menunggumu di stasiun setiap hari selama hampir dua bulan ini, tapi kau tak pernah berani menyapanya?” heechul tampak sangat cemberut.
“kau tidak menghargai pengorbanan kami?” eunhyuk ikut2n memarahi wookie.
“bukan begitu hyung..., aku..., aku tak berani menyapanya” wookie menjawab polos.
“baiklah. Besok kami ikut naik kereta bersamamu” heechul menimpali. Wookie menatap heran.
“dan kami akan membantumu berkenalan dengannya” eunhyuk tampak sangat semangat.
“tapi hyung..., aku tak mw kalian mengacaukannya” wookie protes.
“kami tak kan mengacaukannya. Percayalah...!!!” heechul merangkul wookie dan mengajaknya keluar stasiun.
“kau akan diajari sang cassanova ini bagaimana cara menaklukkan perempuan itu” eunhyuk tampak sangat bangga. Mereka keluar stasiun dan melajukan mobil menuju tempat kerja mereka di exco department store.
------------
![]() |
| wookie |
Wednesday, hari pertama salju turun.
Tiga laki-laki tengah berdiri menunggu kereta. Masing-masing telah lengkap dengan baju hangatnya. Hari ini salju mulai turun, sangat indah. Salju pertama selalu memberi kesan tersendiri. Seperti musim salju sebelumnya, tiga orang itu selalu antusias menyambut salju pertama. Layaknya anak kecil, mereka akan bermain salju hingga pantat mereka kusut. Jangan tanya bagaimana caranya. pagi ini mereka hanya bermain sebentar saja, apalagi kalau bukan karena wookie tak ingin melewatkan saat-saat bertemu dengan ‘girl’s train’ itu.
“apa kita tak terlalu pagi wookie? Seharusnya kita masih bisa bermain salju dulu hari ini” eunhyuk tampak sangat menyesal mengikuti wookie ke stasiun.
“aku kan sudah bilang, hyung tak perlu ikut. Kalian tunggu saja aku di pyongshi” wookie yang paling semangat menanti kereta.
“bagaimana aku bisa percaya padamu,? Selama dua bulan ini, bahkan namanya saja kau tak tahu” heechul terlihat sangat cantik dengan bandana tom n jerry yang menutup telinganya. Sebenarnya eunhyuk ingin protes saat heechul mengenakan bandana itu. Ini salju pertama, dia pikir tak perlu mengenakan bandana itu, apalagi warnanya sangat mencolok..., pink. Tapi eunhyuk urung, dia tak mw mood heechul jadi buruk karenanya.
Tak lama kereta datang, mereka bertiga naik dengan tertib. Setelah mendapat tempat duduk, mereka larut dalam suasana kereta.
“aku penasaran seperti apa perempuan itu”eunhyuk memulai pembicaraan.
“semoga saja dia tidak gendut dan pendek” heechul menimpali. Wookie yang mendengar itu manyun.
“hyung..., kau keterlaluan. Dia sangat cantik. Tapi jangan sampai kau menyukainya” wookie mengancam.
“kurasa, dia yang akan menyukaiku”eunhyuk menggoda wookie.
“apa yang bisa dia sukai dari orang sepertimu,? Lihat saja kalau kau tersenyum pasti gusimu terlihat. Itu sangat tidak disukai wanita” heechul berdalih.
“hyung tahu? Ini sangat seksi,... dan siapa yang bisa menolak pesonaku saat aku ber-dance” eunhyuk membalas.
“sudahlah hyung..., ku mohon jangan kacaukan hari ini” wookie tampak cemas melihat kedua hyung-nya yang ribut sendiri.TBC





