Jumat, 28 Januari 2011

TRAINS


(Crazy Love...,)

Part. 1
 
Kereta ini masih sama, tak pernah lelah mengantar laki-laki muda yang selalu duduk disudut kereta ini. Laki-laki itu sangat manis, dia memang tak terlalu tinggi tapi mungkin kau akan terkesima saat berada disampingnya. Entah sejak kapan dia begitu menyukai alat transportasi ini. ’ding dong sesaat lagi kita sampai di stasiun Narita. Silahkan cek kembali barang2 anda dan selamat jalan’ suara dari speaker kecil disudut atas kereta ini tak pernah lelah mengingatkan. Laki-laki itu tersenyum.
‘semoga hari ini aku tidak terlambat’ batinnya.
Dia melihat jam tangannya, tepat pukul 9pagi. Seharusnya dia tidak terlambat. Kereta berjalan perlahan dan berhenti. pintu otomatis itu terbuka. Ada dua pintu disetiap gerbong, tampak orang-orang keluar dengan tertib melewati pintu sebelah kanan. Sedang sang laki-laki tak sedikitpun bergeming, dia memperhatikan setiap orang yang masuk lewat pintu sebelah kiri. Mencari sosok yang selama ini menjadi alasan kuatnya menyukai transportasi darat ini.
‘ah itu dia’ sang lelaki lagi-lagi tersenyum.
Sosok itu selalu menarik perhatian sang laki-laki. Wajah ovalnya tampak segar setiap pagi, matanya bulat dan sedikit besar. Hidungnya mangir dan bibirnya selalu tampak segar dengan warna pink soft.  Rambutnya tergerai sebahu dengan jepit rambut disamping kanan. Perempuan itu melihat sekitar mencari tempat duduk kosong. Dan laki-laki itu pun tak kan pernah jemu mencuri pandang ke arah sang gadis yang selalu asyik melihat keluar jendela. Begitulah, setiap pagi laki-laki itu tak pernah absen dari rutinitasnya. Sudah hampir dua bulan terakhir ini dia menjadi sangat maniak dengan kereta.
-------------

Stasiun Pyongshi
Sesosok laki-laki dengan kaos berkrahnya tampak keluar dari kereta. Dia melihat sekitar stasiun, mencari seseorang.
‘itu dia’ dia tampak cerah dan berlari melambaikan tangan pada dua laki-laki yang tampak jenuh menunggu.
“hyuuuung....” dia berseru. Dua orang yang sedang duduk dikursi tunggu itu terperangah, menatap ke arah suara itu.
“wookiiiiie....” laki-laki berjas pink itu tampak bersemangat. Dia cantik, tapi juga tampan.
Wookie, laki-laki yang turun dari kereta segera menghambur kepelukan kedua laki-laki yang menunggunya, seolah mereka sudah lama tidak berjumpa. Padahal sebenarnya terakhir mereka bertemu adalah tadi pagi jam8.45 sebelum wookie naik kereta.
“aku bertemu dengannya lagi hyung...” wookie tampak sangat antusias.
“lalu?” heechul, laki-laki yang cantik seperti cinderella itu tampak antusias.
“kau bicara apa?” eunhyuk, laki-laki disampingnya tak kalah semangat. Dia tak kalah manis, setiap tersenyum akan nampak gusinya. Tapi ini membuat bibirnya terlihat lebih seksi.
Wookie menatap kedua hyungnya dan cengengesan..
“aku tak bicara apa-apa” heechul dan eunhyuk seketika bengong
“ctak” keduanya sama-sama mendaratkan tangannya dikepala wookie. Wookie meringis.
“percuma saja kalau begitu. Kau mw mengerjai kami? Kau suruh kami menunggumu di stasiun setiap hari selama hampir dua bulan ini, tapi kau tak pernah berani menyapanya?” heechul tampak sangat cemberut.
“kau tidak menghargai pengorbanan kami?” eunhyuk ikut2n memarahi wookie.
“bukan begitu hyung..., aku..., aku tak berani menyapanya” wookie menjawab polos.
“baiklah. Besok kami ikut naik kereta bersamamu” heechul menimpali. Wookie menatap heran.
“dan kami akan membantumu berkenalan dengannya” eunhyuk tampak sangat semangat.
“tapi hyung..., aku tak mw kalian mengacaukannya” wookie protes.
“kami tak kan mengacaukannya. Percayalah...!!!” heechul merangkul wookie dan mengajaknya keluar stasiun.
“kau akan diajari sang cassanova ini bagaimana cara menaklukkan perempuan itu” eunhyuk tampak sangat bangga. Mereka keluar stasiun dan melajukan mobil menuju tempat kerja mereka di exco department store.
------------
wookie

Wednesday, hari pertama salju turun.
Tiga laki-laki tengah berdiri menunggu kereta. Masing-masing telah lengkap dengan baju hangatnya. Hari ini salju mulai turun, sangat indah. Salju pertama selalu memberi kesan tersendiri. Seperti musim salju sebelumnya, tiga orang itu selalu antusias menyambut salju pertama. Layaknya anak kecil, mereka akan bermain salju hingga pantat mereka kusut. Jangan tanya bagaimana caranya. pagi ini mereka hanya bermain sebentar saja, apalagi kalau bukan karena wookie tak ingin melewatkan saat-saat bertemu dengan ‘girl’s train’ itu.
“apa kita tak terlalu pagi wookie? Seharusnya kita masih bisa bermain salju dulu hari ini” eunhyuk tampak sangat menyesal mengikuti wookie ke stasiun.
“aku kan sudah bilang, hyung tak perlu ikut. Kalian tunggu saja aku di pyongshi” wookie yang paling semangat menanti kereta.
“bagaimana aku bisa percaya padamu,? Selama dua bulan ini, bahkan namanya saja kau tak tahu” heechul terlihat sangat cantik dengan bandana tom n jerry yang menutup telinganya. Sebenarnya eunhyuk ingin protes saat heechul mengenakan bandana itu. Ini salju pertama, dia pikir tak perlu mengenakan bandana itu, apalagi warnanya sangat mencolok..., pink. Tapi eunhyuk urung, dia tak mw mood heechul jadi buruk karenanya.
Tak lama kereta datang, mereka bertiga naik dengan tertib. Setelah mendapat tempat duduk, mereka larut dalam suasana kereta.
“aku penasaran seperti apa perempuan itu”eunhyuk memulai pembicaraan.
“semoga saja dia tidak gendut dan pendek” heechul menimpali. Wookie yang mendengar itu manyun.
“hyung..., kau keterlaluan. Dia sangat cantik. Tapi jangan sampai kau menyukainya” wookie mengancam.
“kurasa, dia yang akan menyukaiku”eunhyuk menggoda wookie.
“apa yang bisa dia sukai dari orang sepertimu,? Lihat saja kalau kau tersenyum pasti gusimu terlihat. Itu sangat tidak disukai wanita” heechul berdalih.
“hyung tahu? Ini sangat seksi,... dan siapa yang bisa menolak pesonaku saat aku ber-dance” eunhyuk membalas.
“sudahlah hyung..., ku mohon jangan kacaukan hari ini” wookie tampak cemas melihat kedua hyung-nya yang ribut sendiri.

TBC

Rabu, 26 Januari 2011

BIKERS (Part. 4 ~ end)


(Romantika Anak Manusia)
(Part. 4 ~ end)

Yesung
Ruang ICU Hitech Hospital.
Jaejoong sejak semalam terus menunggu kim chika. Kim chika belum siuman juga. Jaejoong tampak sangat sedih, walaupun dokter bilang chika baik-baik saja. Jaejoong duduk disamping tempat tidur chika, dan menggenggam tangannnya erat.
“jagi..., maafkan aku, seharusnya kau tidak ikut dalam kekacauan ini. seharusnya semua tak sesulit ini....” jaejoong tampak sangat menyesal.
“kau harus bangun..., dan aku janji..., kita akan mengakhiri ini semua. Aku terlalu takut untuk kehilanganmu jagi...,” jaejoong menunduk, membenamkan kepalanya pada tangan chika. Orang bilang, kekuatan cinta itu sangat besar. Mungkin, seperti itulah..., seperti sebuah kata ajaib..., sesuatu yang tulus diungkapkan dari hati akan tersampaikan dengan sendirinya. Kata-kata jaejoong seperti sebuah mantra, melalui syaraf tangan..., merasuk naik ke hati dan naik ke pikiran. Perlahan chika membuka matanya, dan menggerakkan tangannya.
“jaejoong...” jaejoong tersentak, menegakkan kepalanya dan sebuah senyum terkembang. Memberikan kekuatan baru bagi chika.
----------------

Ruang yang lain.
Hye in tampak nanar menatap laki-laki itu. Benarkah ini siwon yang dia kenal? Dia begitu pucat, bukankah biasanya dia sangat enerjik. Kenapa dia hanya diam saja. Perlahan sungai kecil mengalir dikedua pelupuk matanya. Ji neul hanya menunggu dibelakangnya.
“apa yang terjadi?” hye in berkata lirih. Kakinya terasa lemas, seketika dia lumpuh disamping tempat tidur siwon. Sebuah selang kecil membantu pernafasan siwon. Tak tampak luka apapun pada tubuhnya. Ji neul masih diam, dia tak tahu apa dia bisa mengatakannya.
“kau bilang dia baik” hye in masih menuntut jawaban ji neul. Ji neul masih diam dibelakang hye in yang telah lumpuh ditempatnya. Hye in mencoba menggenggam tangan siwon. Ya, setelah 6tahun, baru pertama kali ini hye in merasa begitu dekat dengan siwon. Menyentuh tangannya, melihat wajahnya sedekat ini. seperti mimpi,... tapi, bukan keadaan ini yang hye in inginkan.
“ji neul..., dia baik-baik saja kan?” hye in lagi-lagi membuat ji neul tak bisa menjawab.
“kanker otak” hanya itu yang bisa dikatakan jineul. Sungai dipipi hye in makin deras, rasanya ingin teriak sekerasnya, tapi tak bisa. Bahkan untuk berkata-kata saja tidak bisa.
Ya, tak banyak yang tahu, bahkan hye in sendiri tak pernah tahu. Bagaimana mungkin? Dia sangat sehat, dia sangat aktif, dia sangat enerjik. Dia selalu menyukai tantangan. Bahkan dia tak pernah memberitahukannya. Sejak kapan? Hye in berharap ini hanya mimpi.
“dia..., dia pindah ke sini karena ini. dia ingin menghabiskan waktunya disini.” ji neul mulai bercerita. Hye in sendiri tak habis pikir dari mana ji neul bisa tahu begitu banyak, sedang dia tak tahu apa-apa tentang hal sepenting ini.
“itu sebabnya..., dia tak pernah mengijinkanmu mencintainya. Pagi itu, dia pergi menemui anak-anak jalanan, tapi saat dia hendak ke kampus, dia terjatuh. Chika dan Jaejoong yang membawanya ke sini.” Hye in hanya diam. Dia menatap siwon lekat. Jadi karena ini,... karena ini 6tahun yang lalu dia menjadi tetangga hye in. rasanya sangat sakit. Pabo....!!! kenapa hye in bisa tak tahu hal ini.
-------------

Tempat Chika dirawat
Yesung, donghae, hye in, dan jineul datang menjenguk chika. Sebelumnya, hye in sempat melihat motor yang tak asing buatnya. Ya, motor itu.
“chika..., gomawo...” hye in membuat semua orang terkejut. Gomawo,?
“untuk apa?” chika juga tak paham. Dia jauh lebih lembut dari biasanya.
“kau kan yang menolongku waktu itu?” chika terkejut. “maksudmu?”
Hye in tersenyum “aku ingat motor itu, kau menolongku waktu ada yang mencoba merampokku” semua mata menatap hye in dan chika bergantian. Hye in tersenyum, ya... tak salah, pasti chika. Hye in ingat dengan motor itu.
“jangan Ge-eR. Itu karena kebetulan saja aku ingin menguji kemampuan mengendarai motorku” chika tampak mengelak. Hye in hanya tersenyum, dan... seketika memeluk chika yang masih terbaring.
“hei kau apa-apaan?” chika mencoba melepaskan diri.
“heh. Jangan peluk2 chika..!!! Cuma aku yang boleh peluk dia” jaejoong melepaskan pelukan hye in pada chika. Seketika ruangan itu jadi penuh tawa.
“sebenarnya itu karena siwon” chika membuat hye in kaget. Siwon?
“Dia sering bercerita pada kami, kalau ada seorang gadis yang selalu memperhatikan dia. yang selalu menunggu dia pulang.” Hye in diam, jadi selama ini siwon tahu.
“jadi dia tahu...” hye in berkata lirih.
“jelas saja tahu. Lampu kamarmu selalu tampak terang saat dia pulang dan selalu langsung mati saat dia sudah masuk kamar” jaejoong menambahkan. Glek...!!! hye in merasa sangat tolol.
“siwon bilang, dia jadi selalu ingin pulang. Takut gadis itu menunggunya sampai pagi” chika menambahkan. Hye in masih diam.
“tapi kau jangan Ge-eR. Aku pernah bertanya pada siwon, apa dia menyukaimu. Katanya tidak, dia hanya kasihan padamu kalau harus menunggu.” Gubrak...!!! aduuuh jaejooong kenapa kau jujur sekali. Plak...!!! ^^
“aku..., ingin pertandingan kali ini kita menang” chika mengalihkan pembicaraannya. Semua menatap chika lekat.
 “tapi bagaimana denganmu,?” jineul menyela. Tak mungkin chika ikut balapan.
“aku bisa menggantikannya” semua mata menatap tajam. Yesung?
“jangan khawatir, aku bisa melakukannya” yesung meyakinkan. Semua menatap yesung, dan mengangguk.
----------------------

Three heart

Hye in_Yesung
“kau tahu, kemenangan ini untukmu” hye in menatap yesung tak mengerti.
“aku tahu kau sangat menyukai siwon, itu sebabnya aku mw melakukan ini demi siwon. Demi kau hye in” hye in tersenyum. Dia memeluk yesung “gomawo...,”

Chika_Jaejoong
“setelah ini, aku takkan melibatkanmu lagi Jagi...” jaejoong menggenggam tangan chika erat.
“aku tak pernah merasa terbebani apapun asal bersamamu...” chika menatap jaejoong lembut.
Membalas genggaman erat jaejoong. Jaejoong tersenyum, dan mencium chika lembut.

Jineul_Donghae
“maaf..., semuanya jadi kacau” donghae tampak sangat bersalah. Seharusnya dia tak melibatkan jineul dalam hal ini.
“oppa bicara apa..., tanpa oppa, hal ini tak kan selesai” jineul meyakinkan. Donghae menatap jineul.
“kau tak pernah keberatan?” jineul tersenyum.
“aku percaya pada oppa...” donghae tersenyum dan memeluk jineul.
“aku janji,... tak kan mengecewakanmu”
-----------
Lee_Dong_Hae

Seoul, three place

One place
Jineul menemani chika yang masih belum pulih.
“aku tak mengerti. Kenapa kau memilih menjadi orang yang sadis pada orang lain? Padahal kau baik” jineul ingin tahu
“Justru aku yang tak habis pikir. Bagaimana bisa donghae melepaskan hobinya balap motor hanya demi dirimu?” chika masih dingin mengomentari. Jineul tampak manyun mendengar hal itu.
“wajar saja..., dia kan lebih bodoh dari aku,:P”
Chika menatap sinis ke arah ji neul yang berkata tanpa beban. ‘Sama-sama orang yang bodoh’ batinnya.

Two place
Hye in tampak menunggu disamping tempat tidur siwon. Siwon masih tak bergerak sedikitpun.
“aku tahu ini terlalu bodoh...,” hye in bicara sendiri.
“menyukaimu tanpa pernah berani mengatakannya,... tapi aku bahagia..., hanya dengan menyukaimu saja” hye in masih menunduk dalam.
“aku tahu ini gila....” mata hye in mulai tak bisa menahan emosinya.
“dalam keadaan seperti ini, aku baru bisa mengatakannya..., aku menyukaimu siwon... aku sangat menyukaimu....,” hye in terisak. Menyembunyikan kepalanya disamping tempat tidur siwon. Tergugu, tak pernah sesakit ini. dan sesuatu yang tulus akan tersampaikan dengan sendirinya. Ya,.... layaknya cerita cinta yang lain, siwon bergerak... bergerak sedikit... hye in tampak terkejut.
“siwon... siwon,,,” hye in memanggil lirih. Siwon bergerak, tapi.. tiba-tiba sesak.
“siwon..., kau kenapa...” hye in memencet tombol pemanggil suster.

Three place.
Tiga orang bersiap dengan motornya masing-masing. Kali ini mereka laki-laki semua. Ya, jaejoong, yesung, dan donghae. Mereka telah bertekad untuk menang. Harus menang...!!! demi seorang sahabat mereka, dan demi tiga orang perempuan yang mereka sayangi.
“kalian siap?” jaejoong meyakinkan. Kedua orang disampingnya mengangguk.
Gadis cantik dan sexy itu tersenyum dan... “Go...!!!!” mengangkat benderanya.
Malam itu masing-masing melaju menggapai mimpi mereka...,
----------------------

END

Selasa, 18 Januari 2011

LITTLE MAFIA (Chapt. 3)


(Chapter 3)

Akhirnya Pooh sampai rumah dengan wajah berseri-seri dan senyuman lebar tersungging di bibirnya.
“Aku pulang…”kata Pooh
“Ada apa ini kenapa sepertinya terlihat senang sekali” Tanya Uknow
“Ah..Appa mau tau aja, o ya, Sung pulang terlambat hari ini, dia sedang berkencan” kata Pooh
“Mwo…anak-anakku memang sudah beranjak dewasa, tapi pastikan dia pulang sebelum makan malan, atau umma kalian akan membunuhnya” kata Uknow
“Araso” jawab Pooh sambil kembali cengar-cengir
“Wait…dari tadi senyum-senyum, jangan-jangan kau juga sedang jatuh cinta” Tanya Uknow heran
“Entahlah” jawab Pooh sambil melenggang ke kamarnya.
Anak muda jaman sekarang….
donghae

Waktu makan malam..
Makanan telah tertata rapi di meja makan, berbagai makanan lezat menggoda selera tersaji, Hero memang sangat hobby memasak, jadi selalu ada makanan lezat tiap hari.
Uknow, Hero, dan seorang tamu sudah duduk di meja makan, kemudian seorang pelayan segera memanggil 3 orang nona muda di rumah itu. Sung, Boo dan Pooh pun segera turun. Tapi ketika sampai di ruang makan mata mereka bertiga seketika terbelalak melihat ada seorang asing yang ikut duduk di meja makan.
“What?!!! Kenapa orang ini bisa duduk di sini?” Tanya Boo dengan mata melotot.
“Bagaimana bisa?” tambah Sung
“Dari mana kau tau tempat ini?” cerca Pooh.
“hehehehe” tamu itu hanya tersenyum manis.
“Aku yang mengundangnya” kata Hero
“Umma??!!” Tanya Boo tak percaya
“Sudahlah kalian bertiga segera duduk, sudah waktunya makan malam” kata Uknow.
Akhirnya mereka memulai makan malam dengan sedikit kecanggungan.
Siwon tak henti-hentinya memandangi Boo dari ujung kaki sampai ujung kepala, dia tak menyangka seorang gadis dingin seperti Kay bisa seimut itu, mengenakan kostum hamtaronya, dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak tapi dia mengurungkan niatnya karena sedari tadi uknow memandang tajam seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup.
“Ehm…Siwon-ssi…apakah kau serius dengan Boo?” Tanya Uknow membuka pembicaraan dengan nada serius.
“What?!!!!” teriak Siwon dan Boo bersamaan, sementara Sung dan Pooh tiba2 tersedak.
“Yeobo…sebaiknya bicarakan masalah ini setelah selesai makan” kata Hero.
“Baiklah jagi…” kata Uknow genit.
“Kwencanayo…aku benar-benar jatuh cinta dan berniat serius dengan Kay” jawab Siwon.
Seketika Boo langsung tersedak, “Yah…apa maksudmu??? Berani-beraninya kau!!!” teriak Boo tak karu-karuan.
“Boo…tenang Boo, calm down” kata Sung sambil menepuk-nepuk punggung Boo.
“Bagus kalau begitu” kata Hero “Boo…honey…bukankah kau juga menyukainya???” lanjut Hero
“Umma…siapa bilang??!!! Kau tau kan cintaku hanya untuk Kim Jaejoong – TVXQ, mana mungkin aku suka dengan orang seperti dia?? Aish…” oceh Boo sementara Sung dan Pooh hanya terkikik.
“Aduh…anak ini… Jaejoong hanya bisa kau gapai dalam mimpimu, cobalah kembali ke dunia nyata, kau ingatkan apa yang dikatakan Changmin tadi siang” ucap Hero
“Kenapa kalian lebih percaya omongan Changmin daripada anak kesayangan kalian ini sih???” gerutu Boo.
“Karena terkadang Changmin lebih mengerti dirimu daripada kau sendiri, sweet heart” ucap Uknow.
“Aish…terserah kalian lah” kata Boo emosi sambil meninggalkan meja makan.
“Siwon-ssi jangan kuatir, dia memang begitu, tapi dari pandangan matanya dia tidak bisa mengelak kalau sebenarnya dia juga menyukaimu” kata Pooh
“Betul,betul,betul, kalau dia tidak punya rasa pasti dia akan cuek bebek, tapi hari ini dia heboh sekali, berarti ada sesuatu, hahaha” tambah Sung.
“Sudahlah selesaikan makan kalian” kata Uknow.
“o ya, sung baby…benarkah kau sedang berkencan dengan seseorang?” Tanya Uknow
“ehm….mola…kami belum resmi berkencan, Cuma jalan bareng aja appa..” jawab sung sekenanya.
“Siapa orang itu, bagaimana latar belakangnya?” Tanya Hero mengintrogasi.
“Gak tau… yang kutau dia manis sekali…unyu….” Jawab Sung sambil membayangkan wajah Yesung.
“Unyu??? Kau bilang Yesung manis?? Sung kau memang benar-benar aneh” kata Pooh yang tidak mengerti cara berpikir Sung.
“Heh…Pooh!! Jangan hina Yesungku ya…Kau sendiri, apa bagusnya si Donghae??? Playboy!!!” balas Sung.
“Hohohoho, jadi namanya Yesung dan Donghae…” kata Hero dan Uknow serempak.
Kemudian Hero segera mengambil laptopnya dan mengetik sesuatu dan muncullah foto Yesung dan Donghae.
“Jadi ini tampang mereka” kata Hero sambil menunjukkan foto Yesung dan Donghae.
“Umma…” jawab Pooh dan Sung bersamaan.
“Jadi kalian berdua sedang berkencan dengan Yesung dan Donghae?” tiba-tiba Siwon menyela
“Tenang saja Uknow-ssi, Hero-ssi, mereka berdua pria baik-baik dan berasal dari keluarga yang baik juga, mereka teman baikku” jelas Siwon.
“Baiklah lain kali aku juga akan mengundang mereka makan bersama” kata Hero.

Di kamar Boo…
siwon
Boo POV
Aku kesal sekali kenapa dia bisa sampai di sini, dan dadaku…kenapa berdetak begitu cepat, mau meledak rasanya. Konyol sekali, mereka pikir aku jatuh cinta dengan misteryangkutabraktadisiang itu, yang benar saja, aku baru bertemu dengannya. Ah..Jae jangan memandangku seperti itu aku hanya mencintaimu, seperti biasa aku berbicara sendiri dengan poster ukuran super jumbo yang ku pasang memenuhi dinding kamarku. Ya, aku hanya mencintai Jaejoong, tak akan ada yang bisa menggantikannya. Kemudian kurapatkan tubuhku ke poster itu, ah…nyaman….
Krek…tiba-tiba pintu terbuka dan kulihat sesosok makhluk yang bernama Choi Siwon berdiri di depan pintu kamarku dengan mulut menganga dan mata melotot. Oh my God, aku segera menyadari poseku kemudian segera bersikap sedingin mungkin, aish…rusak sudah imageku. Deg…dadaku kembali terasa sesak.
“Hei!!! Mister tidaktausopansantun tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?” rutukku sambil menahan malu.
“Sepertinya tadi aku sudah mengetuk pintu” jawabnya polos “tapi…apa yang sedang kau lakukan? Sepertinya aku melihat pemandangan yang tidak wajar”
“Ani…aku tidak sedang melakukan apa-apa!” jawabku gugup.
“Aku minta maaf..mungkin aku membuatmu marah, tapi percayalah Kay, aku memang menyukaimu, mungkin ini yang disebut cinta pada pandangan pertama” kata Siwon.
Deg…dadaku…kenapa mukaku terasa panas, apakah aku tersipu? Andwe!!!!
“Cinta pada pandangan pertama??? Apakah kau sedang bermain drama??? Memangnya ada cinta seperti itu di dunia nyata?” kataku sinis tapi sebenernya aku senang mendengarnya, hehehe seperti cerita-cerita dalam FF yang kubaca, keren….tapi aku tetap harus jaga image.
“Tatap mataku, apa aku sedang berakting?” katanya sambil mencengkram pundakku.
Matanya…begitu polos, tenang dan teduh….aku melihat cinta di matanya, dan mata ini seperti mata seseorang…seseorang yang kucintai…Kim Jaejoong….ya…matanya seperti Jae…dan aku tersihir oleh mata itu. Aku tak mampu berkata-kata bahkan berkedip sekalipun. Dan tiba-tiba dia mendekapku, perasaan sesak di dadaku akhirnya meledak,, runtuh sudah semua dinding image yang sudah kubangun selama ini tanpa kusadari air mata membasahi pipiku. Entah perasaan apa ini, aku tak tau, semua rasa bercampur aduk, apakah ini yang dinamakan cinta? Apakah aku benar-benar telah jatuh cinta padanya, dan tubuhku merespon pelukan itu, aku membalas pelukannya, kini aku pun memeluknya. Terasa nyaman dan aman seperti dalam dekapan appa…aku menyukainya…Baiklah, kuputuskan untuk mencintainya.
Beberapa menit kemudian dia melepaskan pelukannya, dia mengangkat wajahku dan menyeka air mataku dan mengecup mataku. Ya Tuhan lelaki ini benar-benar telah mengambil hatiku, hatiku berdesir, dan pipiku merona.
“Kwencana?” tanyanya mengkhawatirkan keadaanku.
“Ne…” jawabku lirih.
“Tapi kenapa kau menangis? Kalau kau membenciku tidak apa-apa itu lebih baik daripada melihatmu menangis, mianhae…aku tak akan mengganggumu lagi….”katanya.
“Andwe…” kataku.
“Maafkan aku, tolong jangan menangis lagi…aku tak akan menyentuhmu lagi” mohonnya.
“Siwon-ssi…maukah kau berjanji satu hal padaku?” tanyaku dengan mata masih berkaca-kaca.
“Aku akan melakukan apapun asal kau jangan menagis lagi, melihat air matamu, hatiku sakit sekali” katanya sambil menggenggam tanganku.
“Jangan tinggalkan aku dan berjanjilah untuk selalu mencintaiku, apakah kau sanggup?” tanyaku
“Tentu aku sanggup, aku akan selamanya mencintaimu dan aku berjanji tak akan berhenti apapun yang terjadi, I love you…” jawabnya yakin.
“Siwon-ssi…I love you too….” Jawabku lirih.
Dia kembali memelukku, kali ini lebih erat dari sebelumnya, dan aku pun juga memeluknya kuat, aku tak mau kehilangan orang seperti dia. Aku berharap waktu berhenti saat ini.

Backsound Toki wo tomete – Please stop the time by TVXQ