![]() |
| jaejoong |
(Romantika Anak Manusia)
(Part. 3)
Ji neul menatap donghae tajam..., dia benar2 tak percaya dengan yang dia dengar. Kim chika dan Donghae,? Ji neul pergi meninggalkan donghae.
“jagi..., tunggu...!!!” donghae mencoba menghentikan jineul. Jineul berhenti dan menatap donghae penuh arti.
“kenapa oppa tak jujur padaku,?” tanyanya serak
“aniyo..., “ sepertinya kata-kata donghae tercekat.
Melihat keraguan donghae, jineul berbalik dan meninggalkannya. Donghae hanya diam. Masih ada yang dia pikirkan. Pabo....!!!! donghae cepat2 menyusul jineul.
----------
“jadi..., kau sudah tahu semua jagi... “ donghae mencoba memberi pengertian. Dia duduk bersebelahan dengan jineul ditaman kampus.
“tak seharusnya oppa menutupi semua ini” jineul tampak masih dingin, sedikit kecewa dengan sikap donghae.
“aku..., hanya tak ingin melihatmu kecewa” donghae menunduk, dia tahu dia salah.
“tapi ini lebih membuatku kecewa...” donghae masih diam. Memainkan kedua jemari tangannya.
“aku...., aku lebih senang kalau oppa jujur..., “ jineul agak ragu mengatakannya. Donghae masih diam.
“dan..., aku bisa menerima oppa apa adanya. termasuk masa lalu oppa” donghae kaget. ‘apa aku tak salah dengar?’ donghae menatap jineul lekat. Mencari kejujuran dimata jineul. Dan jineul tersenyum, donghae lega. ‘sret’donghae menarik jineul kepelukannya.
“gomawo jagi..., kau yang terbaik”
----------------
Seoul malam hari, track balap motor.
Tiga orang tampak bersiap diatas motor masing-masing. Salah satunya seorang perempuan, tapi siapa yang menyangka dia perempuan dalam balutan pakaian seperti itu. Sementara disebelahnya beberapa motor juga tampak siap melaju.
“kalian siap?” jaejoong menatap ke arah dua orang disampingnya. Keduanya mengangguk.
“kali ini kita harus menang” sekali lagi jaejoong meyakinkan.
Seorang perempuan sexy mulai mengangkat bendera ditangannya.
“Go....!!!” dalam hitungan detik, puluhan motor itu melaju cepat. saling berlomba satu sama lain, dengan rival masing-masing.
Motor itu tampak sengaja mencoba menjatuhkan motor disampingnya. Jaejoong yang tahu hal itu cepat-cepat mencoba melindungi. Dia melajukan motornya lebih cepat dan menghalau motor tersebut. Sementara yang coba dijatuhkan terus melaju lebih cepat. di belakang jaejoong, kim chika masih ada dijalurnya. Sesuai rencana, kali ini harus ada yang berperan sebagai pelindung agar salah satu dari mereka bisa memenangkan pertandingan kali ini. walaupun ini bukan pertandingan akhir mereka. Pertandingan final akan diadakan dua hari lagi. Tapi rencana itu sepertinya tak semudah yang dibayangkan...,
“ciiiiit..., krrsk...., “ suara decit motor itu terdengar cepat dan menyayat telinga. Jaejoong yang melihat hal itu jadi buyar konsentrasinya. “jagiii.... hati-hati” jaejoong masih sempat mengingatkan, tapi terlambat...
“krosak...!!! boom...!!!” motor tak terkendali dan terjatuh. Jaejoong yang melihat motor chika terjatuh seketika menghentikan lajunya.
“jagiiii....” dia secepatnya menolong pengemudi motor itu. Sedang motor yang tadi dilindungi oleh jaejoong pun juga ikut tidak konsentrasi. Tapi dia berusaha melajukan motornya lebih cepat agar bisa menang. Percuma, pikirannya sudah kalut melihat teman satu timnya terjatuh. Akhirnya diapun terserempet motor yang dari tadi terus membuntutinya, dan... brak, dia ikut jatuh.
“oppa...” seorang perempuan berteriak dan segera mendekati pengemudi motor itu.
“kau tak apa-apa?” jineul, perempuan itu membantu sang pengemudi bangun. Dia membuka helmnya, donghae. Ya, donghae... bukan siwon.
“aku tak apa-apa” donghae mencoba berdiri dibantu jineul, sedikit memar dan lecet.
Tapi tidak dengan kim chika. Motornya terjatuh hebat. Jaejoong tampak sangat panik. Darah keluar dimana-mana. Jaejoong membuka helm chika, untung kepalanya tidak cedera.
“jagi..., jagiiiii....” jaejoong tampak sangat khawatir. Chika pingsan. Jineul dan donghae membantu jaejoong menolong Kim chika.
-------------
Hitech Hospital.
Jaejoong tampak khawatir dengan keadaan chika. Chika masih didalam icu, dokter masih menanganinya. Lukanya cukup serius. Sedangkan donghae, lukanya hanya dibersihkan dan diperban. Setelah selesai menemani donghae diobati, jineul dan donghae menemui jaejoong yang masih menunggu kabar dari dokter yang menangani kim chika.
“dia akan baik-baik saja” donghae menepuk bahu jaejoong yang tampak terus berdoa dalam diamnya. Jaejoong menatap donghae, matanya sedikit berkaca-kaca.
“chika pasti bisa melewatinya jaejoong...”jineul ikut menghibur. Jaejoong mengangguk ‘ya..., chika bisa melewatinya’.
‘krek’ dari ruang icu pintu dibuka. Laki-laki dengan pakaian putih dan stetoskop dilehernya keluar. Jaejoong, donghae, dan ji neul segera menyambutnya.
“bagaimana dok,?”
“tak perlu khawatir. Dia baik-baik saja, hanya saja mungkin butuh waktu yang agak lama untuk pemulihannya” kata-kata dokter membuat jaejoong bisa bernafas lega.
Jaejoong segera menemui chika. Dia belum siuman. Jaejoong memegang tangan chika dan menciumnya, lalu mencium kening chika.
“aku sangat mencintaimu jagi..,” ucapnya lirih.
----------
Naitan university.
Hari ini hye in belum juga menemukan siwon. Hye in mulai mencemaskannya. Kemana siwon? Tadi malam dia juga tidak pulang. Ya, hye in menunggu hingga pagi, tapi siwon tidak pulang. Apa dia baik-baik saja? Hye in tampak mulai kacau. Sampai dikelas, hye in juga tak melihat jaejoong dan chika. Hye in makin khawatir.
Hye in melihat yesung sendirian, tumben.
“pagi....” hye in mengagetkan yesung yang asyik dengan bukunya. Yesung menatap hye in.
“pagi..., kau sendirian?”
“ya, biasanya sendiri kan? Justru aku yang ingin bertanya itu padamu. Dimana jineul dan donghae?”
Yesung tampak sedikit khawatir, raut mukanya berubah. “ku pikir mereka bersamamu”
Hye in jadi makin tak mengerti. Dia menatap yesung.
“sepertinya ada yang mereka sembunyikan” yesung menduga. Hye in memikirkan kata-kata yesung.
Tak lama, donghae dan jineul datang. Melihat tangan dan kaki donghae dibalut perban, yesung dan hye in jadi khawatir.
“donghae..., kau kenapa,?”
“oh. Tak apa-apa. Kemarin aku jatuh”
Yesung dan hye in menatap menyelidik, mereka tak percaya begitu saja. Donghae jadi tak enak hati.
“um. Baik.” Akhirnya donghae menceritakan kejadian tadi malam.
“tapi, kemana siwon?” hye in tampak khawatir, kenapa donghae harus menggantikan siwon.
“dan kau..., bagaimana bisa kau... dan jaejoong... “ yesung masih tak mengerti bagaimana donghae bisa terlibat dalam masalah ini.
Donghae menatap jineul, jineul mengangguk, meyakinkan donghae. Dan donghae..., akhirnya menyerah.
“aku..., aku dulu geng bikers juga.” Whattt??? Yesung dan Hye in tak percaya.
“ya..., sebelum aku masuk university ini. lalu aku keluar. “ ya, donghae dulu sewaktu SMA adalah geng bikers juga, tapi dia keluar karena dia jatuh cinta pada ji neul. Donghae khawatir jineul akan selalu mencemaskannya jika dia masih ikut balap motor itu. Donghae juga tak ingin jineul tahu dan terlibat masalah, makanya dia menyembunyikan hal ini pada jineul, hingga akhirnya kim chika memintanya untuk menggantikan siwon pada pertandingan semalam. Dan jineul tanpa sengaja mendengar semua omongan itu.
“lalu... bagaimana dengan siwon? Kemana dia?” hye in masih cemas, dia belum mendapat kepastian kemana siwon, hingga dia harus digantikan donghae.
Donghae dan jineul masih diam.
“dia kemana,? Dia baik-baik saja kan?” hye in tampak ingin menangis, dia ingin mendapat jawaban pasti. Jineul memeluknya, “dia baik-baik saja.” Ucapnya lirih.TBC


..... (no idea)
BalasHapussiwon kenapa?? huhuhuhu...
BalasHapusbtw btw..kenapa ada gambarnya ituk juga???
hari ini kangen banget ma mas jaenudin...hiks
BalasHapus*baca dulu*
gw rela masuk RS beneran, kl bener2 ada jae yg menemani, wakakakaka
BalasHapus