Makan malam, Restaurant Wun Yang
“waaah... jadi sekarang hye in dah punya pacar ni,?” woo shin menggodaku. Aku hanya diam menikmati makan malamku. Aku masih kepikiran kejadian tadi sore. Entahlah, sepertinya aku tak pernah melihat Yesung oppa sebahagia tadi. Wajahnya benar-benar beda, tampak sangat ceria. Aku memainkan sumpitku.
“jadi... siapa namanya,? Kyu...., kyu...” kali ini rye in yang ikut mengolok-olokku.
“kyuhyun” aku masih malas membahas hal itu. Tidak penting.
“hem..., bukannya dia yang setiap hari dihukum yesung oppa ya,?” woo shin tampak paling antusias.
“ooo..., orang itu ya, emmm..., tapi lumayan juga tuh hye in” Rye In ikut-ikutan.
“kalian ini apa-apaan sich,? Aku kan nggak ada apa-apa sama kyuhyun” akhirnya aku bicara. Dua temanku ini memang suka usil. Mereka paling cepet kalau masalah laki-laki.
“ah masa sich..., terus ngapain kamu bantuin dia kalau nggak ada apa-apa”
“emmm..., nggak usah malu hye in” woo shin melirikku genit.
“iiiih... apaan sich. Udah ah, buruan habisin makan malam kalian. Aku mw pulang” aku mencoba menghentikan obrolan ini. Dua temanku pun tak banyak omong lagi, mereka cepat-cepat menghabiskan makan malam mereka. Setelah ku bayar semua, aku dan teman2ku hendak pulang..., Rye in dan woo shin sudah menungguku dimobil. Langkahku terhenti, sebelum keluar restaurant..., aku melihat sosok yang tak asing. Ya..., dia yesung oppa. Dia ada direstaurant ini juga, sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Aku berhenti sejenak, jadi mungkin karena ini yesung oppa tadi tampak sangat gembira. Mungkin dia menunggu kekasihnya. Kulihat dimejanya ada bunga mawar yang cantik, dengan lilin disekeliling mejanya. Seorang pemain biola berdiri disamping meja mereka. Banyak menu spesial terhidang dimeja. Sebuah makan malam yang romantis, mendadak aku melayang membayangkan seandainya aku yang menjadi perempuan beruntung itu. Tanpa ku sadari aku tersenyum sendiri.
Teet teet “hye in.., ayo” woo shin rupanya. Aku tersentak.
“eh iya... sebentar” aku bergegas keluar, tapi.... ada yang aneh,... sudahlah.
Woo shin mengemudikan mobilnya ke rumah rye in. Rumahku dekat dengan rumah woo shin, jadi aku diantar belakangan. Selama diperjalanan, aku masih memikirkan yesung oppa. Sepertinya ada yang aneh, tapi apa....
“kau kenapa sich,? Kau sakit,” woo shin melihat sikapku yang tak biasa.
“eh..., tidak. Aku tak apa-apa”
“benar,?”
Aku tersenyum “iya... aku baik-baik saja, Cuma......” tiba-tiba aku ingat sesuatu.
Woo shin menatapku “ Cuma apa,?”
“woo shin..., bisa kau antar aku ke restaurant lagi,?” ya, aku ingat... pantas ada yang aneh.
“kau kenapa sich,? Ada barangmu yang tertinggal,?” woo shin bingung melihatku
“pokoknya antar aku ke restaurant ya..., pliiis..., cepat” aku memohon..., membuat woo shin tak bisa menolaknya. Woo shin mengemudikan mobilnya lebih cepat karena aku terus memintanya supaya cepat sampai direstaurant. Sampai direstaurant, aku langsung keluar mobil dan masuk ke dalam restaurant, ke tempat yesung oppa.
“hye in... ada apa,?” woo shin yang belum sempat memarkir mobilnya dengan baik bingung melihatku yang buru-buru.
Sementara itu, aku menuju meja yesung oppa. Masih sama..., tak ada yang berubah, meja yang rapi, bunga mawar yang indah, makanan yang lezat, lilin yang berbinar, dan pemain biola. Aku mendekat pelan-pelan. Yesung oppa masih menundukkan kepalanya. Aku juga tak melihat siapapun selain yesung oppa. Kutatap sang pemain biola yang seperti patung. Dia hanya diam.
“yesung oppa...” aku berkata lirih. Perlahan yesung oppa menegakkan kepalanya. Aku bisa melihatnya walaupun aku dibelakangnya.
“dia sudah pergi” sebuah pernyataan dingin. Yang menjawab pertanyaanku tanpa aku bertanya. Jadi benar. Pantas saja, aku merasa ada yang aneh. Bagaimana mungkin ada makanan sebanyak ini, pemain biola, dan semuanya ini jika hanya ada yesung oppa.
“oppa..., kau baik-baik saja,?” aku masih dibelakangnya. Dia menegakkan kepalanya, tapi tanpa melihat ke arahku. Dan...,
Diluar dugaanku.., dia menelungkupkan kedua tangannya pada wajahnya. Tergugu, membuatku terdiam. Yesung oppa menangis,??? Benarkah,? Siapa wanita itu,? Siapa yang membuatnya menangis seperti ini,?
Kuberanikan diri mendekatinya dan duduk di kursi depannya. Kursi yang mungkin sengaja disiapkan untuk kekasihnya. Aku tak tahu harus berbuat apa. Ku biarkan yesung oppa larut dalam tangisnya. Aku hanya diam. Hanya ada suara tangis yesung oppa yang tertahan. Aku masih duduk didepannya, diam dalam alunan malam.
------------------------
Pukul 22.00 taman kota
Aku menyuruh woo shin untuk pulang duluan, woo shin masih bingung ada apa. Aku tak cerita apapun selain kubilang aku bertemu temanku direstaurant dan ku bilang aku akan pulang bersama temanku. Akhirnya woo shin pun pulang duluan. Di taman ini, air mancur memercikkan dinginnnya. Udara malam yang menyentuh pori-pori membuat seluruh tubuhku hanyut dalam dinginnya malam . Setelah diresturant tadi, kutawarkan diri menemani yesung oppa. Aku baru tahu kalau orang seperti yesung oppa ternyata bisa patah hati juga. Aku sebenarnya ingin tertawa, tapi takut menyinggung yesung oppa. Rupanya, tadi yesung oppa berniat ingin memberikan surprise pada kekasihnya malam ini. Tapi siapa sangka, di hari setahun mereka jadian..., kekasihnya malah datang bersama laki-laki lain. Dan langsung meninggalkan yesung oppa.
Aku duduk diam disamping yesung oppa. Aku memang tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa menemaninya saja, setidaknya agar dia tak merasa sendiri. Yesung oppa menatap langit dalam angannya. Kupandangi dia diam-diam. Dia tampak sangat tampan, ditengah lampu taman yang ikut memancarkan wajahnya. Kepalanya memang sedikit lebih besar, tapi tatapan matanya...., tatapan itu begitu tajam dan teduh.
“kau... pacarnya kyuhyun kan,?” aku tersentak dan memalingkan muka saat tiba-tiba yesung oppa bicara padaku.
“eh..., iya”
“jadi benar kau pacar kyuhyun ya, pakai nggak ngaku segala tadi” ops, aduuuh kenapa jadi salah tingkah gini,?
“emm..., bukan..., maksudku,,,, aku memang yang tadi oppa kira pacar kyuhyun. Tapi aku dan kyuhyun tidak pacaran” aku meralatnya.
“tapi kau menyukai dia,?”
“tidak..., aku... aku hanya menganggapnya teman saja oppa..,”
Yesung oppa tertawa..., lepas..., tawanya renyah, wajahnya bersinar..., aku menyukainya. Ya, aku menyukai cara dia tertawa. Jauh lebih baik daripada dia menangis yang membuatku tak tahu harus berbuat apa.
“kau ini lucu sekali ya...,” yesung oppa mengusap rambutku. Aku hanya merunduk waktu dia mengusapnya. Aku sama sekali tak menolaknya, padahal biasanya kalau ayahku berbuat seperti itu aku akan menolaknya karena aku bukan anak kecil lagi.
“kalau kau memang suka kyuhyun tidak apa-apa. Walaupun dia suka bikin masalah, tapi sepertinya anaknya baik” yesung oppa menatapku, membuat dadaku sakit. Aku tak tahu kenapa, tiba-tiba dadaku terasa sakit, sakit yang tak biasa. Dan aku memeganginya kuat.
“kau kenapa,? Kau sakit,?” yesung oppa melihatku memegang dadaku, dia tampak khawatir.
“kau tidak apa-apa,?” dia mencoba melihat keadaanku, aku jadi makin salah tingkah. Bukan..., ini bukan sakit penyakit, dadaku berdebar ya berdebar... dan seketika aku kalut, takut yesung oppa mengetahuinya.
“eh.., tidak..., aku tidak apa-apa oppa..,” aku mencoba menghindar.
“mungkin karena dingin, ini pakai saja” yesung oppa melepas jaketnya dan menyelimutkannya padaku. Aku hanya diam, aku tak mengerti ada apa. Aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Aku benar-benar tak ingin waktu berlalu cepat. Yesung oppa menatap bintang dilangit, dan aku ikut menatap ke langit jauh disana.
“kau tahu.... malam ini terasa menyenangkan buatku, padahal aku baru saja ditinggalkan pacarku”
Aku hanya diam menatap bintang-bintang tenggelam didalamnya.
“dan kau tahu kenapa,?” aku masih larut dalam bintang malam ini..., bintang yang indah dan bersinar terang, menerangi hatiku malam ini.
“ini karena kau...,” diakhir katanya terdengar lebih lirih. Aku perlahan menatapnya..., Dan aku menghabiskan malam itu bersama Yesung oppa. Menghabiskan dengan menatap langit yang penuh bintang.
--------------------------

menatap bintang bersama yesung...romantis sekali,hihihi
BalasHapusbtw kenapa yesung selalu dibilang kepala besar sih,xixixi
BalasHapus@mrscloud : hehehe.., katanya suruh bikin yang romantis.. ^^ katamu kepalanya besar...
BalasHapus