Senin, 27 Desember 2010

STRAWBERRY or CHOCOLATE..., ??? (Part. 1)


(Part. 1)
(sour, sweet, and bitter)

Di sebuah kafe tampak seorang gadis sedang duduk gelisah. Berulang kali dia melihat jam yang melingkar di tangannya. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Ice cream strawberry yang dipesannya sejam yang lalu sudah meleleh. Dari wajahnya kelihatan sekali kalau dia sedang kesal. Seorang pria  masuk ke dalam kafe itu dengan tergopoh-gopoh. Menghampiri gadis yang sudah menunggunya sejak sejam yang lalu.
“Ji Neul, mianhe aku terlambat!” ucapnya sambil terengah-engah. Gadis yang bernama Ji Neul itu menatap tajam ke arahnya. Tatapannya penuh kekesalan.
“Ya….. Lee donghae, apalagi alasanmu kali ini? Ada rapat mendadak atau ada masalah dengan klien??
“Tadi ada sedikit masalah dengan klien” Jelas Donghae.
“Apa mereka lebih penting dari pada aku, kau selalu membuatku menunggumu!”Ji Neul bangkit dari duduknya dan berniat pergi dari tempat itu. Donghae menarik tangannya, berusaha menahannya.
“Tentu saja kau lebih penting!” Donghae berusaha meyakinkan tunangannya.
“Benarkah? Aku tidak percaya, bahkan aku tidak percaya kalau kau mencintaiku” Ji Neul menatap sinis. Dia menyentakkan tangannya dan segera berlari ke arah pintu. Donghae hanya menatap kepergian tunangannya itu. “Ini demi masa depan kita, Ji Neul” gumamnya lirih yang tak mungkin di dengar oleh Ji Neul yang sudah menghilang di balik pintu.
 ---------------------------

 Ji Neul berjalan meyusuri tepian sungai Han. Setiap kali dia punya masalah dengan tunangannya, dia selalu pergi ke sungai Han. Udara segar hembusan dari sungai selalu bisa membuatnya tenang. Terlebih ada kedai ice cream dekat situ. Ice cream strawberry yang selalu menjadi favoritnya. Dia pernah mengajak Donghae ke kedai itu, tapi Donghae selalu menolaknya dengan alasan sibuk.

Ji Neul berjalan menuju kedai ice cream langganannya. Dia hendak memesan ice cream strawberry kesukaanya.
“es krim strawberry satu” Ji Neul dan seorang pria yang baru saja datang memesan bersamaan. Ji Neul menoleh sekilas kearah pria itu. Wajahnya mirip Leeteuk superjunior, batinnya.
“maaf, es krim strawberry nya tinggal satu” ucap ajussi (paman-adm) penjual es krim.
“Berikan es krimnya pada gadis ini saja ajussi, sepertinya dia lebih membutuhkan”pria itu mengalah dan pergi dari kedai itu. Ji Neul merasa tersentuh. Sebenarnya tadi dia mau bertengkar kalo pria itu tidak mau mengalah. Tapi ternyata pria itu langsung mengalah begitu saja.
“Tunggu!!” Ji Neul memanggil pria itu yang baru beranjak beberapa langkah. Pria itu berhenti dan menoleh. Ji Neul berlari menghampirinya.
Kamsahamnida, sudah memberikan eskrim ini untukku”ucap Ji Neul sambil membungkuk.
Cheonmaneyo” ucap pria itu sambil tersenyum. Ada lesung pipit kecil di samping bibir kirinya saat dia tersenyum. Manis sekali.
Chonun Jung Ji Neul imnida”Ji Neul mengulurkan tangannya sambil mengenalkan diri.
“Park Jungsoo Imnida”pria itu menyambut tangan Ji Neul, masih sambil tersenyum (sumeh-suka tersenyum-adm).
“Kau suka es krim???”Tanya Ji Neul
“Ah ya, lebih tepatnya es krim strawberry. Aku sangat suka strawberry.”
Jeongmal!!! Waaah aku juga suka strawberry!” Ji Neul berteriak senang.

 Ji Neul POV
 
Ternyata pria itu juga menyukai strawberry sepertiku. Tidak seperti Donghae, dia lebih suka coklat daripada strawberry. Semua orang memang menyukai coklat, tapi kadang coklat itu terasa pahit. Aku tidak suka. Eh..kenapa aku malah membandingkannya dengan Donghae.

Aku memang manusia biasa
Yang tak sempurna yang kadang salah
Namun dihatiku hanya Satu
Cinta untukmu luar biasa

Terdengar suara khas dari band favoritku, sepertinya Hp-ku berbunyi. Kulihat ponselku tapi tidak ada panggilan.

Yoboseyo” Jungsoo menjawab telepon. Ternyata ponselnya yang berbunyi. Nada deringnya sama dengan ponselku. Apakah dia juga suka dengan Yovie&Nuno??? (wuaaaa..., keren... yovie nuno sampai korea, i like it..., ^^ -adm)
Jungsoo menutup telponnya.
“Ji Neul-ssi, mianhe aku ada urusan. Bagaimana kalau besok  kita ngobrol lagi di sini”
“Ah ne” jawabku. Jungsoo kemudian bergegas menuju mobilnya dan pergi.
 -------------------------------
donghae 


Rumah Ji Neul

Sebuah mobil audi putih terlihat parkir di halaman rumah Ji Neul.  Tampak Donghae keluar dari mobil itu dan masuk ke dalam rumah Ji Neul.  Seminggu yang lalu dia bilang ingin mengajak Jineul nonton konser musik klasik kesukaannya. Dan hari ini adalah hari diadakannya konser itu sekaligus mengajaknya makan malam sebagai permintaan maaf atas kejadian tadi siang.

“tok tok tok!.... Ya..Jineul, Donghae sudah datang!” Teriak ibu Jineul dari luar pintu kamarnya. Jineul membuka pintu sambil memasang wajah masam. Sebenarnya dia tidak suka kalau diajak pergi ke konser musik klasik. Baginya musik klasik itu seperti lagu pengantar tidur yang jika mendengarnya akan bisa tertidur pulas.  Inilah satu perbedaan lagi antara dia dan Donghae.
Jineul menemui Donghae dengan ogah-ogahan. Dia masih marah dengan kejadian tadi siang. Melihat wajah Jineul Donghae menjadi merasa sangat bersalah.
“Jineul-ah…kau masih marah??? Mianhe” ucap Donghae lembut.
“Menurutmu??? Sudah berkali-kali kau melakukan itu, dan aku selalu memaafkanmu” jawab Jineul dingin. Donghae mendekat dan meraih tangannya. “aku tidak akan melakukannya lagi. Yaksokhe!!!” donghae memeluk Jineul. Jineul membalas pelukan Donghae. Dia tahu seberapa banyak Donghae melakukan kesalahan yang sama, dia pasti akan memaafkannya.

Tempat Konser

Donghae dan Jineul memasuki gedung pertunjukan yang sudah dipadati penonton. Semua yang hadir di situ merupakan orang-orang berkelas. Iyalah siapa yang mau merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk menonton musik yang membosankan kalau bukan orang yang punya uang berlebih. Kalau boleh memilih, Jineul lebih memilih tidur di rumah daripada mendengarkan musik klasik yang ujung-ujungnya bakalan membuatnya tertidur pulas.
Sepanjang acara Jineul berulang kali menguap. Ingin rasanya dia cepat-cepat pergi dari tempat terkutuk itu. Tapi melihat Donghae yang sangat menikmati musiknya, dia berusaha menahan kantuknya agar tidak tertidur.
Setelah 2 jam lebih, akhirnya konsernya selesai juga. Fiuhhh…Jineul merasa lega. Serasa sudah terbebas dari hukuman mati. Jineul segera mengajak Donghae keluar dari gedung dan secepatnya hengkang dari tempat itu.  Mereka menuju ke parkiran dan segera masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan menuju restoran, mereka hanya diam saja. Sepertinya Jineul masih mengantuk.
“kriiiiiiing!!!” terdengar suara ponsel donghae berbunyi.
Yoboseyo, ne…ne..”Donghae menjawab telepon sambil melirik ke arah Jineul. Jineul punya firasat tidak enak. Sepertinya Donghae akan membatalkan acara seperti yang sudah-sudah. Donghae menutup telponnya dan melihat kearah Jineul.
“Jineul, mianhe.. sepertinya makan malam kita akan batal. aku harus kembali ke kantor, ada masalah sedikit” Donghae menjelaskan pelan-pelan. Takut Jineul marah lagi. Makan malam inikan sebagai permintaan maafnya.
“Terserah kau saja!”jawab Jineul ketus.
“Jineul-ah, jeongmal mianhe. Aku akan mengantarmu pulang” jineul diam saja sambil menatap lurus ke depan. Ini sudah kesekian kalinya Donghae membatalkan acaranya hanya karena masalah kantornya.


TBC

4 komentar: