(Chapter 4 ~ end)
Jaejoong dan Siska menghampiri Yesung dan Tantri di depan pintu masuk Taman hiburan.
“kami pergi sebentar ya, kalian tunggu di sini dulu” Tantri menarik Yesung pergi.
Yesung tidak tahu kemana Tantri mangajaknya pergi.
“Yeobo kita mau kemana?”
“Warung?”jawab Tantri singkat.
“Buat apa?”
“Beli bawang putih”
“Mwo??? Memangnya hari ini kau mau masak?”Yesung masih tidak mengerti.
“Berisik”Tantri mulai kesal mendengar yesung terus-terusan bertanya. Akhirnya mereka sudah sampai di warung. Tantri membeli bawang putih 4 kg. Yesung heran, buat apa dia membeli bawang sebanyak itu.
“Pakai ini”Tantri menyodorkan bawang putih yang sudah dia untai menjadi kalung. Yesung makin heran melihat kelakuan pacarnya yang manis itu.
“sadako itu takut sama bawang putih, dia tidak akan menghisap darahmu kalau pake ini”Tantri menjelaskan melihat pacarnya yang berkepala besar itu bingung.
“Ya…sadako itu bukan vampire, aku tidak mau pake!” Yesung menolaknya.
“Darimana kau tahu dia bukan vampire (dan sejak kapan ada vampir sadako,???-adm). Kau pake ini atau kita putus”ancamnya. Yesung terpaksa memakainya dan menyembunyikannya dengan jaket. Dia tidak mau kehilangan belahan jiwanya hanya gara-gara bawang putih.
Jaejoong dan Siska sudah menunggu selama sejam. Yesung dan Tantri datang dengan tergopoh-gopoh. Mereka berempat langsung membeli tiket masuk dan mencoba setiap wahana yang ada. Kecuali rumah hantu. Tantri tidak mau masuk. Dia paling takut sama hal-hal yang berbau horror. Terpaksa yesung menemaninya . Sedangkan Jaejoong dan Siska masuk ke rumah hantu.
Jaejoong POV
Aahh..sial, kenapa aku mau sih diajak kesini. Akukan juga takut. Tapi dibanding hantu-hantuan disini, cewek di sampingku ini jauh lebih menyeramkan. Aku melirik Siska. Sepertinya dia tidak takut sama sekali. Ya iyalah malah hantu yang takut sama dia.
Aku dan Siska berjalan menyusuri lorong yang gelap. Suara seram bergema di sepanjang lorong. Di sepanjang lorong itu banyak boneka-boneka hantu yang menyeramkan seperti kunti, sundel, pocong dkk (pocong jalan-jalan ke Korea,??? Keren...!!!–adm). Matanya melotot seakan-akan sedang memperhatikanku. Aku merapat ke Siska. Ku tutup telingaku. Bisa tidak tidur semalaman aku, kalo terus-terusan mendengar suara seram seperti ini.
“kau takut?”Tanya Siska, sepertinya dia memang bisa membaca pikiran orang.
“Sedikit”Jawabku jujur.
“Tenang saja, aku akan menjagamu” Siska menggandeng tanganku. Aku perhatikan genggamannya, tiba-tiba saja aku merasa lebih tenang. Tangannya sangat lembut, membuatku tak ingin melepasnya. Apa kuungkapkan perasaanku sekarang saja ya. Sepertinya ini waktu yang tepat,pikirku.
Siska POV
Aku ingin tertawa melihat Jaejoong merapat ke arahku. Bagaimana bisa dia takut pada hantu mainan seperti ini,? ku pikir dia bukan anak kecil lagi yang bisa ditakuti oleh hantu2 ini. wae,??? Jelas ini hanya mainan..., kecuali kalau dia tidak tahu ini hantu mainan.
“kau takut?”
“Sedikit”Jawabnya sangat jujur.
“Tenang saja, aku akan menjagamu” kuraih tangannya. Deg..!!! aku jadi merinding saat menggandengnya. Apakah dia hantu,? Pabo...!!! mana mungkin dia hantu. Tangannya sangat hangat. Aku dan Jae menyusuri lorong demi lorong. Sangat gelap, bahkan aku tak bisa melihat wajah jaejoong dengan jelas.
‘apa yang dia pikirkan tentang aku?’
‘sret...’ tiba-tiba jaejoong berhenti. Membuatku sedikit kaget. Genggamanku lepas, aku menoleh menatapnya.
“ada apa?” aku tak bisa melihatnya dengan jelas, tapi dia kelihatan sangat serius. Aku jadi khawatir.
“siska..., saranghae....”
deg! Saranghae? Apa aku tidak salah dengar? Dia bilang saranghae padaku? Apa dia baik-baik saja,?
Aku tiba-tiba merasa pusing..., suara-suara hantu dan gelapnya lorong itu makin membuat pengap. ‘aduuuh..., kenapa dia bicara seperti itu?’
‘ggrrrrhhh....’ ‘auuuuuu’ suara lolongan serigala dan lampu flash yang cepat membuatku terkejut.
“aaaarrrrrgggh...” secara refleks aku memeluk Jaejoong.
“jangan takut. Aku disini untukmu” jaejoong berkata lirih, namun sangat jelas kudengar. ‘Pabo..!!! Kenapa tiba-tiba aku jadi penakut?’ kutatap jaejoong perlahan, tanganku masih kuat merengkuh leher Jaejoong. Ternyata dia jauh lebih tinggi dari yang kubayangkan. Aku tertawa kecil..., pipiku pias, malu...., jaejoong ikut tersenyum. Seolah tak ingin melewatkan waktu dengan cepat.
“Nado” akhirnya aku berkata lirih. Dan jaejoong makin kuat memelukku. Rasanya seperti melayang. Apa ini yang namanya cinta. Terasa sangat gila.
“Jae, kenapa kau mengatakannya di sini, memangnya tidak ada tempat yang lebih romantis” aku mencoba protes.
“Ku pikir ini tempat paling romantis dan sesuai dengan karaktermu”Jelasnya.
Mwo??? Rumah hantu tempat yang romantis. Bagaimana bisa dia bilang tempat yang penuh dengan boneka menyeramkan ini tempat yang romantis. Tunggu dulu, sesuai karakterku? Maksudnya? Dia pikir aku ini sadako. Aishh..!!!
“Pabo!!!” ucapku sambil menoyor kepalanya. Dia hanya tersenyum dan berjalan menggandeng tanganku.
“Bukannya tadi kau memelukku karena takut”
“kapan aku melakukan itu. Nggak pernah”
“kalau bukan disini, mungkin kau takkan memelukku seperti tadi, bukankah ini romantis,?” jaejoong masih tersenyum nakal. Aku hanya menunduk dan tersenyum.
![]() |
| Jaejoong |
aku dan Jaejoong keluar dengan bergandengan tangan. Yesung dan Tantri yang menunggu di luar terkejut melihatku dan Jaejoong.
“Yesung-ah, Tantri-ah, aku dan Siska memutuskan untuk bersama”jaejoong menjelaskan pada duo aneh itu.
“Mwo???” mereka berdua sangat terkejut. Bisa terlihat dari ekspresi mereka. Tiba-tiba tantri mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Hah, bawang? Apa yang anak aneh itu mau lakukan.
“Pergilah ke alammu, jangan ganggu Jaejoong, lepaskan dia” ucapnya sambil melempar-lemparkan bawang itu ke arahku. Aku dan jaejoong saling berpandangan melihat tingkah anehnya. Beberapa detik kemudian aku tertawa terbaha-bahak. Duo aneh itu melihatku heran.
“kalian pikir aku ini bener-bener sadako?”kataku sambil terus tertawa.
“Memangnya bukan ya?”Tanya Tantri bego.
“Mana ada sadako yang suka peluk-peluk boneka spongebob”celetuk Jajeoong. Seketika aku terdiam. ‘Aishh..bocah ini mebocorkan rahasiaku.’
“Mwo??Spongebob?” teriak si duo aneh bebarengan. Kini ganti mereka yang tertawa ngakak.
“Ya…sampai kapan kalian akan terus menertawaiku”aku memasang wajah cemberut pura-pura kesal. Tapi tawa mereka malah semakin keras. ‘Menyebalkan sekali. Hancur sudah imejku sebagai cewek misterius dan karismatik. Entah bagaimana aku akan melanjutkan hidupku (lebay).’
Setidaknya hari ini sangat menyenangkan buatku. Aku tersenyum, dan meraih tangan jaejoong perlahan. Menggenggamnya erat.
‘hari ini aku mendapatkan cintaku dan sahabat baru. Sahabat,? Harusnya itu suatu kutukan bagiku kalau yesung dan tantri jadi temanku. Mereka kan aneh.hihihihihihi…..(ketawa setan sambil menyeringai)’


oooo..., so sweet... ^^
BalasHapusmrscloud ooiiii..., waktunya setor lagi ke admin..., dah deadline nich ^^
nah..ini dy rumah hantunya, wakakaka
BalasHapusjaejoong i loph u pull
i loph u too rut..., (mewakili jaejoong)
BalasHapus@pooh tengkyu pooh..
BalasHapus@Rut Siska : sejak kapan Pooh kenal Jaejoong,? jawaban yang meragukan...
BalasHapus