Selasa, 21 Desember 2010

SADAKO, I LOVE U (Chapter 3)


(Chapter 3)

Siska POV

Pabo!! Dasar siska Pabo!!. Bagaimana bisa aku bertingkah konyol didepannya. Dia pasti menertawaiku. Aku bisa mendengar suara tawanya. Tadi aku terlalu senang karena dia bilang akan datang menjemputku lagi, makanya aku mengajak mr. spongi menari. Itulah caraku meluapkan kegembiraan. Kalau dia membocorkan rahasia ini pasti aku akan jadi bahan tertawaan satu sekolah. Dan hidupku akan menderita. Andweee…!!! Awas saja kalau dia berani membocorkannya, akan kucincang dia. Ah tapi mana tega aku mencincangnya. Orang setampan dia tidak boleh disakiti. Mr. spongi, eottokhe???
 
Keeseokan Harinya
 Jaejoong sudah berada di depan pagar rumah Siska sejak satu jam yang lalu. Tapi gadis itu belum muncul juga.
“Mungkin dia bangun kesiangan” gumannya.
Jae melihat pintu rumah dibuka dan seseorang muncul dari balik pintu. Jae melambaikan tangannya ke arah Siska. Kalau ingat kejadian tadi malam rasanya dia tidak bisa menahan tawa, apalagi melihat wajah Siska yang sok cool seperti sekarang.
“Wae? Kau pasti ingin menertawaiku lagi kan?”Tanya siska tiba-tiba. Sepertinya dia bisa membaca pikiran orang.
“Aniyo..tapi bisakah kau bersikap biasa saja. Tidak usah dingin begitu” Kata jae sambil mengedip-ngedipkan mata sok imut.
“Aiisshhh…sok imut!!!” jaejong meraih tangan Siska dan menggandengnya. Deg!!! Seketika wajah Siska berubah merah.
“Wajahmu memerah, Haaa.. jangan-jangan kau naksir aku ya?”
Siska mencoba menutupi perasaanya. “Idiot!” katanya sambil menoyor kepala Jaejoong.
“Ya..lalu kenapa mukamu merah. Ayo katakan saja perasaanmu padaku” desaknya. Siska tak menggubris ocehan jaejoong.
“Ayolah…” jaejoong merengek seperti anak kecil. “Berisik” bentak Siska kesal.

 Paran Highschool
 Yesung dan Tantri sedang sarapan dikantin. Yesung terkejut melihat Jaejoong dan Siska datang bersama. Saking kagetnya dia jadi tersedak.
“Jagi..kau tak apa-apa?” Tantri khawatir melihat muka Yesung berubah merah. Dia mengambilkan air dan membantu Yesung minum. Fiuh lega….
“Yeobo..kau lihat tadi jaejoong datang dengan siapa??”Tanya Yesung
“Nugu??”Tantri masih melanjutkan makan..
“Siska”
Kini giliran Tantri yang tersedak. “Uhuk-uhuk”
Yesung buru-buru mengambilkannya air minum.
“maksudmu sadako?”Tanya Tantri masih tak percaya.
“Ne. dan aku tidak mungkin salah lihat”
“kita tanyakan pada Jae, kajja!”Tantri bangkit dan menyuruh Yesung membayar makanannya (dasar..., selalu suka gretongan-adm). Mereka bergegas pergi ke kelas untuk meminta penjelasan dari jaejoong.
Di kelas Jaejoong dan Siska sedang duduk bersama. Itu menjadi pemandangan yang langka. Semua orang memperhatikan mereka. Bagaimana bisa sadako dekat dengan pria idola di sekolah ini. Yesung dan Tantri berdiri diambang pintu menyaksikan kedekatan mereka.
“Jagi, cubit aku. Ini bukan mimpi kan” Yesung mecubit pipi Tantri keras-keras.
“Ya..sakit tahu!!!”
“Kaukan yang menyuruhku”
“Iya tapi jangan keras-keras. Kita harus minta penjelasan pada Jae”
Yesung dan Tantri mendekati dua manusia itu dan menarik Jaejoong keluar.
“Ya..ada apa ini?”Tanya Jae tak mengerti
“Jaejoong, tadi kau datang dengan sadako, eee.. maksudku Siska?”Tanya Yesung
Jaejoong mengangguk.
“kau serius dengannya”Tantri ganti bertanya.
Jae mengangguk lagi. Tantri dan Yesung hanya bisa saling pandang. Mereka tidak mengerti jalan pikiran temannya itu. Diantara banyak wanita cantik yang tergila-gila padanya kenapa dia malah memilih sadako.
“Ada pertanyaan lagi?” Tantri dan Yesung serempak menggeleng. Jaejoong kembali ke kelas dan menghampiri Siska.
“jagi, apa menurutmu hitam dan putih bisa bersatu?”
“maksudmu??” Yesung tak mengerti.
“Aura mereka berbeda?”
Yesung memperhatikan Jaejoong dan Siska. “Hmm..sepertinya bisa”gumamnya.
“Kita harus menyelamatkan jaejoong”Ucap Tantri tiba-tiba.
“Mwo?? Menyelamatkan dari apa?”
“tentu saja dari ancaman sadoko. Bagaimana kalau tiba-tiba dari belakang dia menggigit jae lalu menghisap darahnya. Atau merebusnya bersama sayur-sayuran lalu memakannya. Dan tulangnya di berikan kepada anjingnya. Nanti aku akan memeriksanya apa dia punya taring”
“Yeobo, imajinasimu itu tarlalu berlebihan”Yesung berjalan masuk ke kelas.
“sepertinya aku memang terlalu berlebihan. Tapi bukannya si kepala besar itu yang suka lebay”batinnya sambil mengikuti Yesung.

Pelajaran sudah dimulai. Jaejoong memperhatikan Siska. “Kenapa dia harus sok cool sih?”batinnya. Sementara itu Tantri juga selalu memperhatikan bibir siska, siapa tahu taringnya menyembul. Ah..sepertinya tidak ada, gumannya.
Jaejoong menggambar sesuatu di kertas dan melemparkannya ke Siska. Kertas itu jatuh tepat di atas mejanya. Siska terkejut dan menoleh kesamping. Terlihat Jae sedang tersenyum manis padanya. Dia membuka kertas itu yang ternyata gambar Lee sonsaengnim dalam bentuk babi. Dia tersenyum simpul. Kalau saja dia tidak ingat sedang berada dikelas dan harus menjaga karismanya, dia pasti sudah tertawa terpingkal pingkal. Satu kertas mendarat lagi diatas mejanya.

“Menurutmu, Lee sonsaengnim mirip babi tidak?”

Tiba-tiba kertas itu direbut seseorang. Siska mendongak dan mendapati Lee sonsaengnim tengah menatapnya tajam. Seakan-akan hendak menelannya bulat-bulat.
“Siapa yang menulis ini?”Tanyanya.
Siska diam saja. Jaejoong melihat ke arah siska, lalu berdiri dan mengangkat tangannya,”Saya sonsaengnim” ucapnya menyesal.
“Kalian berdua sepulang sekolah bersihkan ruangan kelas ini. Arasso!!”
“Ne sonsaengnim” Siska dan jaejoong serempak menjawab.

Jam Istirahat
 Segerombolan cewek datang ke kelas jaejoong. Sepertinya dari kelas sebelah. Mereka bertanya pada Tantri dan Yesung yang sedang mengobrol di depan kelas.
“Ya..kalian tahu yang namanya Siska?”
Tantri menunjuk ke arah Siska.
“Maksudmu cewek rambut panjang itu?” Tantri menunjuk ke arah siska. Mereka melihat ke arah yang ditunjuk Tantri.
“Ya… sebaiknya kita batalkan saja rencana melabraknya, tidak mungkin Jae suka dengannya, sepertinya dia menyeramkan”bisik salah seorang temannya.
Cewek yang menjadi ketua gerombolan itu memperhatikan siska dengan seksama. Disaat yang sama Siska juga sedang melihat ke arahnya. Dia jadi bergidik melihat tatapannya. Dia berbalik dan buru-buru mengajak temannya pergi.
“Hei katanya mencari siska??”Tanya Tantri heran.
“Tidak jadi”Teriaknya. Tantri dan Yesung hanya saling pandang, heran.

Pulang sekolah, Yesung dan Tantri mendekati Jaejoong.
“Jae, kau mau kami menemanimu disini?”ucap Yesung.
“maksudmu?”
“Kau tidak apa-apa kalau berdua saja dengannya”
“Aku tak mengerti yang kalian bicarakan”
“sadako. Kau tak takut dia menghisap darahmu?”
Mendengar penuturan temannya, Jaejoong tertawa ngakak.
“Ya..kalian pikir dia itu vampire” ujarnya sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa. Merasa ada yang membicarakannya, siska menoleh ke arah Yesung dan Tantri. Tantri bergidik ngeri saat Siska melihat ke arahnya.
“Aniyo. Jagi ayo kita pulang” Tantri buru-buru mengajak Yesung pulang. Dia takut melihat tatapan siska..hiiii…bulu kuduknya merinding.

Setelah semua murid pulang, Jae dan Siska mulai mebersihkan ruang kelas. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Dan..pet…!!!! lampu mati. Suasana jadi berubah gelap. Petir menyambar-nyambar. Bulu kuduk Jae meregang. Dia ingat cerita hantu gadis yang mati bunuh diri di sekolah ini. Tiba-tiba ada yang menepuknya dari belakang. Dia menoleh. ”Waaaaaaa…..!!!! jae berteriak. Didepannya berdiri gadis dengan rambut terurai kedepan dan memakai baju warna putih.
“Ya..kenapa kau berteriak?”ujar gadis itu. Rupanya Siska. Sorot lampu senter yang hanya menerangi wajahnya yang sebagian tertutup rambut membuatnya kelihatan menakutkan.
“Siska. Kau membuatku takut”
“Penakut!” Siska mencibir ke arah Jae.
“Lagi pula sejak kapan kau ganti baju jadi warna putih?”
“Siapa yang ganti baju, inikan seragam sekolah kita” Jae memperhatikan bajunya. Benar juga, itukan seragam sekolah. Ahhh..ini gara-gara Yesung dan Tantri aku jadi paranoid begini, batinnya.

“Siska, besokkan libur, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan”
Siska berpikir sejenak, menatap jae.
“baiklah”
 -----------------

Taman Bermain Seoul Park
 Yesung berjalan mondar-mandir di depan pintu masuk taman bermain Seoul Park. “Aisshh..bocah itu lama sekali”Gerutunya berkali-kali. Tantri duduk sambil bertwitter ria.

Ngelihatin si kepala besar mondar-mandir nggak jelas

“Ya..jagi kau sedang menulis apa?”Tanya Yesung melihat tantri lagi asyik sendiri.
“tidak ada” Tantri gelapan takut kalau Yesung membaca Twitnya, diakan paling nggak suka dipanggil kepala besar.
Dari Kejauhan jaejoong melambai-lambaikan tangan ke arah mereka. Dia datang bersama seseorang.
“Mwo??? Jae datang bersama Sadako!!”Yesung mengucek-ucek matanya tak percaya. Tantri melihat ke arah jae. Tidak salah lagi, itu Sadako.

Siska melihat Yesung dan Tantri tengah menunggu mereka di depan pintu masuk.
“ternyata duo aneh itu juga ikut, kukira aku cuma pergi berdua dengan jae”batinnya. Ada sedikit kekecewaan. Kenyataan tak sesuai harapan.

TBC

11 komentar:

  1. huakakakak...., bener2 tantri yang bego'...
    siska..., hwaiting...!!!

    tks mrscloud

    BalasHapus
  2. hahahaha tapi yesung lebih bego'. aku dan yesung memang pasangan yang serasi,xixixixi..

    kasihan amat siska dikira hantu ma jae

    BalasHapus
  3. @kim chika: belum nyampe rumah hantu sis,xixixix

    BalasHapus
  4. @mrscloud gpp mau dikira hantu kek, setan kek, yg penting dia cinta ma gw, wakakaka

    BalasHapus
  5. @mrscloud blm ya??? wakakaka, sorry2 jiakakaka, gw maen komen aja sblm baca, kebiasaan, xixixi

    BalasHapus
  6. @kim chika : huakaakakak...., pabo...!!! (*ngek)

    BalasHapus
  7. @admin bkn krn gw pabo, tp itu krn otak gw kepinteran, jd bs melihat masa depan

    BalasHapus