Siska. Murid baru pindahan dari Busan. Misterius dan karismatik (walaupun ada yang bilang aneh). Tidak punya ekspresi. Rambut panjang tergerai dan punya aura mistis (mirip Sadako). Suka menyendiri dan tidak punya teman.
Jaejoong. Cowok idola para wanita. Tampan dan rupawan. Senyumnya mampu memikat siapa saja bahkan pria normal sekalipun (lebay). Suka tebar pesona (memang mempesona sih). Jika bersama teman dekatnya, sifat aslinya akan muncul.
Tantri. Pemalu, sedikit ceroboh tapi baik hati. Teman Jaejoong.
Yesung. Aneh bin ajaib, rada-rada lebay, narsis. Teman Jaejoong. Pacar Tantri (xixixixi).
---------------
Paran Highschool
Jaejoong menghampiri kedua temannya, Tantri dan Yesung yang tengah asyik bermain ular tangga di perpustakaan. Saking asyiknya, keduanya tidak menyadari kehadiran Jaejoong. Jae menarik kursi di sebelah Yesung dan mendudukinya.
“ Yesung-ah, aku pinjam Shincan mu dong “ ucap Jae lirih. Yesung masih saja asyik bermain dan tidak menggubris perkataannya. Merasa diacuhkan, Jae kesal dan menggebrak meja. “BRAAAKKK!!!” dadu yang diatas meja terpental dan jatuh menggelinding entah kemana.
“Ya… Yesung-ah aku bicara padamu!!!” Teriaknya. Semua penghuni perpustakaan langsung menoleh ke arahnya.
“Jae, bisa tidak kau pelankan suaramu, ini perpustakaan” teriak Yesung tak kalah kerasnya. Dia kesal karena permainannya terganggu.
“Ehm…”terdengar seseorang berdehem. Jae melihat penjaga perpustakaan melihat tajam kearah mereka sambil menunjuk kearah papan bertuliskan “DILARANG BERISIK...!!!”.
“Mianhe Sonsaengnim” ujar Jae sambil mengerlingkan mata dan memberikan senyum mautnya. Penjaga perpustakaan yang berniat menceramahi mereka panjang lebar mengurungkan niatnya. Begitu melihat senyum Jae, bintang-bintang seakan bertaburan diatas kepalanya. Bunga-bunga bermekaran. Tubuhnya serasa melayang hingga ke langit ke tujuh.
“Ah ya…tidak apa-apa” suaranya langsung lembut, selembut sutra. Tapi seketika berubah ketika bicara pada Yesung, “Hai kau kepala besar, jangan berisik”.
“Ne sonsaengnim” yesung mendengus kesal.
Tantri merangkak di bawah meja mencari dadunya yang terpental. Tiba-tiba ada sepasang kaki datang mendekat. Sepertinya seorang cewek.
“ini punyamu?” tanyanya sambil menyodorkan sepasang dadu.
“Ah..ne” tantri hendak bangkit tapi tiba-tiba, “JDUUUKK!!!!!” kepalanya kejedot. Dia lupa kalau sedang merangkak di bawah meja. Dia keluar sambil meringis kesakitan. Kepalanya benjol segede telur asin. Yesung yang melihatnya langsung menghampirinya.
“Jagi... gwencana??”ucapnya sambil mengelu-elus kepala Tantri yang benjol. Tantri mengangguk dan menoleh ke arah cewek yang menyodorkan dadunya. Tapi begitu melihat siapa cewek itu, dia menjerit ketakutan, “Waaaaa.... sadakooo!!!!”teriaknya sambil bersembunyi di pelukan Yesung.
“Sssttttt..!!!!!” penghuni perpustakaan merasa terganggu dengan teriakannya. Untung penjaga perpustakaan sedang keluar.
Siska, cewek yang dipanggil sadako itu diam tanpa ekspresi. Dia masih mengulurkan dadu di tangannya. Jaejoong datang menghampiri dan mengambil dadu itu.
“Hai, kau Siska kan. Kenalkan aku Jaejoong” Jaejoong mengulurkan tangannya pada Siska. Tak ketinggalan senyuman mautnya. Tapi… Zzzzziiiiiiiiinnggg…!!!! Siska masih diam tanpa ekspresi. Menatap Jae sejenak kemudian pergi mengacuhkan jae. Jaejoong terbengong-bengong, lututnya lemas dan terduduk ke lantai. Dia syok!! Baru saja dia mendapat guncangan yang sangat hebat. Belum pernah ada cewek yang menolak pesonanya. Harga dirinya sebagai pria mempesona terinjak-injak. Reputasinya sebagai idola para gadis bisa terancam.
“Jae kau tak apa-apa?” Yesung menyentuh bahu jae.
“Yesung-ah, apa senyumku sudah tidak menawan lagi? Kenapa cewek itu menolak pesonaku?”
“Tenang Jae, kau masih tampan kok, senyumanmu masih menawan dan kerlingan matamu masih sanggup menggaet ajumma-ajumma” Yesung berusaha menenangkan temannya.
---------------
Sejak peristiwa di perpustakaan itu, Jaejoong semakin penasaran dengan Siska. Hari ini dia berencana membuntuti Siska dan mencari tahu tentangnya. Dia mengajak Yesung dan Tantri untuk ikut serta dalam proyeknya tersebut. Mereka berkumpul di kebun belakang sekolah saat jam istirahat.
“Ok, nanti sepulang sekolah kita akan mengikutinya. Apa perlatannya sudah siap?” Tanya Jaejoong antusias. Lalu dia mengecek satu persatu. “Kamera ok, teropong siap, buku dan pulpen sip, cemilan ok, tunggu dulu, cemilan???? Siapa yang membawa ini” Jae mengacungkan seplastik cemilan.
“Aku pikir, kita perlu membawa cemilan untuk jaga-jaga kalau kita kelaparan di jalan” Tantri berkata dengan tampang polosnya.
“Ok. Sekarang kita kembali ke kelas” Jae membubarkan pertemuan rahasia mereka dan berjalan mendahului kedua temannya kembali ke kelas.
Di kelas Jaejoong sama sekali tidak konsentrasi dengan pelajaran. Dia sibuk memikirkan rencana-rencana berikutnya. Diliriknya Siska yang duduk terpisah satu bangku dari bangkunya. Tiba-tiba Siska menoleh kearahnya. Sepertinya dia merasakan ada yang tengah memperhatikannya. Jae jadi salah tingkah dan buru-buru mengalihkan pandangan.
Sesuai rencana, Jae, Yesung dan Tantri menunggu Siska di balik pagar gerbang sekolah. Begitu melihat Siska lewat, mereka langsung siap-siap membuntutinya. Petualangan trio kwek kwek dimulai.
Jae membawa teropong tugasnya mengawasi Siska, Yesung membawa kamera dan tugasnya memotret semua kegiatan siska, dan Tantri bertugas mencatat apa saja.
Tiba-tiba Siska berhenti. Sepertinya dia merasa ada orang yang mengikutinya. Dia menoleh kebelakang. Tidak ada siapa-siapa. Sebelum Siska menoleh kebelakang, trio kwek-kwek dengan sigap bersembunyi di balik tong sampah berukuran jumbo. Tantri menutup hidungnya, tidak tahan dengan bau sampah di dekatnya.
“aahh..bau sekali!!!” ujarnya pelan. Setelah merasa aman mereka keluar dari persembunyian. Tapi rupanya siska sudah menghilang. Mereka kelihangan jejaknya.
“Aissh..kita kehilangan jejaknya” jaejoong merasa kesal misinya gagal
“Kalian mengikutiku?” tiba-tiba terdengar suara dibelakang mereka yang membuat mereka terkejut setengah mati. Mereka melihat kebelakang dan, “Waaaaaaaaa….!!!!!” Ketiganya menjerit kaget. Siska sudah berdiri di belakang mereka dengan rambut terurai ke depan sehingga menutupi sebagian wajahnya.
“Mi..mianhe, ka kami hanya ingin tahu rumahmu” Jaejoong berkata dengan terbata-bata. Dia kaget sekali. Jantungnya seakan mau copot. Sedangkan Tantri menggigil ketakutan dipelukan Yesung.
Siska menatap mereka bertiga. Seperti biasa wajahnya selalu tanpa ekspresi.
“berhentilah mengikutiku” ucapnya dingin. Siska berlalu dari hadapan mereka dan kemudian menghilang di belokan jalan. Trio kwek-kwek masih diam mematung.
------------------------
TBC


hohoho... sadako, I Luph U... ^^
BalasHapusbuakakakaka....siska banget!!!
BalasHapuswakakakaka mrscloud keren ala pearl....
BalasHapuswakakakaka
lanjutkan!!!!
harus happy ending ya!
kl gak sadako akan menghantuimu
xixixixi
keren cloud..., ^^ (ala kim chika)
BalasHapus@kim chika: bukakakakaka....oke oke
BalasHapus@ita: dari kemarin komenmu g kreatif banget sih pooh,xixixixi
@mrscloud : setubuh gan...!!! ita komennya nggak kreatif,,, dasar anak kecil... sukanya ikut-ikutan aja^^ (admin gila)
BalasHapuswakakaka..kayaknya ni admin beneran gila deh
BalasHapus@Fanfic : kamu yang kecil ya..., aku dewasa..!!!
BalasHapus@mrscloud : hu'um... adminnya dah eror gara-gara nggak mw tua, (loh,???)
jadi ini yg g mau tua pooh apa admin sih???
BalasHapus@mrscloud : kalo pooh 'tu mang dah tua tapi nggak mw dibilang tua..., kalau fanfic memang masih muda... ^^
BalasHapus