Selasa, 28 Desember 2010

Friends? or More... (Chapter 15-16)


Chapter 15

Advice and Trouble~

“Uh…aku tak tau mau pergi dengan siapa…” katamu malu.
“Siwon?”
“Ato Yesung?”
“Yesung?!” katamu kaget.
Siska menengok ke kanan dan kiri begitu juga Ita. Kemudian mereka merapat padamu.
“Tantri-ah…kami tau kalau kau suka Yesung…” cibir Siska
“Waah?! Bagaimana bisa??” tanyamu.
“hmmm…ini bukan salah kami, kami berada di coffeshop yang sama saat kau sedang berkonsultasi dengan Koko Hangeng” kata Siska.
“Kalian menguping??” wajahmu langsung memerah semerah tomat.
 “Yesung juga menyukaimu” kata Ita tersenyum hangat.
“Suka?? CINT--!!” dengan segera kamu membungkam mulut Siska.
“Sudahlah jangan bicarakan itu di sini!” katamu.
Well anyway…” kata Siska, setelah kamu melepaskan tanganmu dari mulutnya, “Aku bertaruh Siwon dan Yesung, keduanya akan mengajakmu ke pesta dansa—.”
“Jadi, sebaiknya kau pergi sendiri saja.” lanjut Siska cepat.
“Huh?” Ita terlihat bigung.
“Jadi, kalau kau pergi sendiri kau bisa menghabiskan waktu dengan mereka berdua sama rata, cukup adil bukan!” kata Siska. (dasar player :P -adm)
“Ide cemerlang!” katamu memeluknya.
“Tapi kalau orang lain mengajak mereka?” kata Ita.
“…Well, we’ll just have to wait and see…” jawab Siska ragu.
***

Yesung berjalan di samping Siwon, mencari tempat yang sepi dan tidak ada orang. Kemudian mereka berdua masuk ke ruang music dan segera menutup rapat pintu.
“Jadi…pesta dansa…” kata Siwon canggung, sambil melihat Yesung.
“Ya,pesta dansa”  kata Yesung. “Siapa yang akan mengajaknya?” dia menatap Siwon menunggu sebuah jawaban keluar dari bibirnya.
“Seharusnya kau, karena aku….” Siwon mulai berkata.
No!” kata Yesung, frustasi. “Pertama, siapa yang lebih dia sukai?”
“A-aku sudah pergi berkencan dengannya…” kata Siwon.
What?!” Yesung terperangah.
“Kami hanya menonton film bersama lalu…tempat itu...” Siwon tidak tau kenapa dia menjadi gugup.
“Dia tidak memberitau ku…” gumam Yesung tidak percaya.
Okay, dia juga pergi denganku ke suatu tempat, dan dia menyandarkan kepalanya di bahuku, dia juga tidak keberatan aku memeluknya, bahkan dia tersipu melihat ku.” Kata Yesung yakin.
“….A…Aku…menciumnya…”ungkap Siwon
SILENCE.
Keduanya mematung. Yesung karena apa yang baru saja dia dengar dan Siwon karena dia sedikit berbohong. Siwon yakin kalau Yesung berpikir ciuman itu di bibir. Dia bingung apakah harus memberitau Yesung kalau ciuman itu di kening bukan di bibir..
Yesung buru-duru duduk di sebuah kursi plastic, dia takut kalau saja dia pingsan tiba-tiba.
“Uh…”.suasana hening berlanjut.
Okay” kata Yesung memecah keheningan, “Bagaimana kalau kita berdua tidak usah memintanya tapi pastikan juga dia tidak akan pergi dengan orang lain.” Yesung tersenyum dengan rencananya.
 Okay, beginilah rencananya, setuju?” mereka berdiri dan berjabat tangan..
“Setuju!” Siwon menjabat tangan Yesung. Mereka meninggalkan ruangan, menuju arah berlawanan.
yesung 

“Yesung!” panggil seseorang.
Oh, here comes trouble’ pikir Yesung. Dia berbalik melihat Lita berlari ke arahnya.
Ne, Lita?” kata Yesung.
“Aku pikir…kalau belum ada orang yang mengajakmu….bisakah kau pergi ke pesta dansa denganku?.” Tanya Lita gugup. Yesung sedikit terkejut. Bukan karena Lita mengajaknya tapi karena kegugupan Lita. Biasanya seorang Lita sangat percaya diri!
“Uh… sorry, Lita-sshi…” kata Yesung sopan, “tapi aku sudah memutuskan akan pergi sendiri…”
“Oh…okayw-well, see you.” Dia cepat-cepat menghilang dari pandangan Yesung. Bisa dikatakan dia sangat malu.
‘Sebelumnya dia pasti tidak terbiasa dengan penolakan? Kelemahan besar Lita’ Yesung tersenyum.

siwon

Chapter 16

The Dance....

Kamu duduk di sebelah Ita di atas tempat tidur Siska. Kalian berdua sedang berada di kamarnya, berdandan lengkap dan cantik. Kamu memakai gaun berwarna pink dengan aksen putih yang terbalut indah di tubuh mungilmu. Kamu menukar ranselmu dengan sebuah tas cantik berwarna putih dengan pinggiran silver. Rambutmu ditata bergelombang dengan hiasan sebuah jepitan berbentuk bunga.
Ita memakai gaun berwana hitam sepanjang lutut dan sebuah bros berlian menghias gaunnya. Dia terlihat fantastis, dengan tas tangan berwana mengkilap.
Kalian berdua sedang menunggu seseorang.
“Siska! Kapan kau selesai, cepatlah keluar” kamu berteriak kearah kamar mandi,
In a minute!!” sahut Siska.
“Kita bisa terlambat!” panggil Ita kemudian.
I’m here!!” Siska membuka pintu kamar mandi dan kalian berdua terpesona melihatnya.
Dia menggunakan gaun berwarna red wine sebatas lutut. Payet-payet, kecil, dan berkilauan menghiasi gaunnya. Sepatu high heels berwarna hitam membuat kakinya terlihat lebih jenjang dan rambut panjangnya tergerai halus dan berkilau menutupi punggungnya.
What do you think??” kata Siska, tersenyum sambil meraih dompet berwarna merah senada dengan gaunnya dan juga jaket hitamnya.
“kau terlihat menawan, unnie!” pujimu. Ita mengangguk setuju.
“Jaejoong pasti akan sangat sangat bahagia melihatmu!” Ita tertawa.
Well, Apa lagi yang ditunggu? Let’s go!” kata Siska meraih lengan kedua sahabatnya.
***

TBC

8 komentar:

  1. huahaha..., mimpi apa sich tantri bisa diperebutkan gitu,? (mimpi kali yeee... ^^)

    BalasHapus
  2. OMO..sejak kapan aku suka warna pink..

    @admin: mimpi di cium bang ecung min,xixixixi

    BalasHapus
  3. @admin : wekekekek..., it's mean 'mimpi sungai yee...'

    @cloud : sejak ecung yang minta..., :P

    BalasHapus
  4. perasaan kemarin gw bikin chap 16 dah ending???

    BalasHapus
  5. @cloud : hahaha..., di ff yang mustahilpun bisa terjadi... ^^

    @chika : xixixi, inilah hebatnya admin... bisa memotong sesuka hati... ^^

    BalasHapus
  6. @pooh: sejak kapan ecung doyan warna pink, kalo merah iya,xixixixi
    @admin: kebiasaan nih admin, suka seenaknya sendiri,wekekekeke

    BalasHapus
  7. @chika: impossible di kehidupan nyata,xixixi

    BalasHapus