(Part 4 ~ end)
(Love Story Hye In_Yesung)
“apa kau mw jadi pacarku,?” deg...!!! hye in tak siap dengan pertanyaan ini. Leeteuk nembak dia,? apakah ini mimpi,? Hye in masih diam. Dia masih dipusingkan oleh pernyataan Yesung tadi siang, kenapa leeteuk malah membuatnya makin bingung dengan keadaan ini,? leeteuk masih menatap Hye in lekat, hye in bingung dengan situasi ini. Apa yang harus dia lakukan,? Ah, seharusnya ini akan menjadi sangat mudah. Bukankah hye in sangat menyukai leeteuk.
“aku..., aku juga... sangat menyukai oppa” akhirnya kata-kata itu keluar juga. Hye in merasa sedikit lega, benarkah...???
“kau yakin,?” Leeteuk ingin meyakinkan jawaban Hye in. Hye in tak tahu..., dia senang bersama leeteuk seperti ini. Tapi..., bagaimana dengan Yesung,? Apakah dia akan patah hati lagi,? Tidak..., Hye in tak ingin melihat Yesung menangis seperti malam itu. Hye in tak ingin membuat Yesung kecewa dan sedih. Hye in masih ingin melihat senyum Yesung, hye in masih ingin menatap bintang bersama Yesung, menunggu hujan bersama Yesung, bahkan menceritakan hal-hal konyol bersama Yesung. Hye in tiba-tiba merasa takut..., hatinya takut kehilangan saat-saat menghabiskan waktu bersama Yesung.
“Hye in...” Leeteuk melihat hye in tak begitu fokus. Dia makin kuat menggenggam kedua tangan Hye in. Hye in menatap leeteuk, mencari sesuatu dimatanya. Hye in mengarahkan pandangannya pada tangannya. Terasa sangat berbeda..., ya..., sangat berbeda sekali. Perasaan ini..., tiba-tiba jantung Hye in kembali berdetak cepat. Hye in makin kacau. Semua perasaan berkecamuk jadi satu.
“kau masih memikirkan sesuatu,?” leeteuk sepertinya bisa membaca isi hati seseorang. Entah darimana bakat itu dia miliki.
“kenapa oppa bicara seperti itu,?” Hye in masih tak mengerti. Leeteuk tersenyum.
Melihat Hye in masih diam dan bingung, leeteuk pun menguatkan genggamannya pada kedua tangan Hye in, mengangkat sikunya pada meja. Leeteuk menatap tajam ke Hye in. Hye in menjadi gugup. Jantungnya makin berdetak lebih cepat.
“kau bisa merasakannya..., ” leeteuk menatap ke dalam mata hye in.
“oppa.... ur d’best,,, itu sebabnya aku sangat menyukaimu” Hye in tersenyum senang. Leeteuk tersenyum dan melepas genggaman tangannya.
“jadi...,” leeteuk ingin tahu.
“ne. gomawo oppa....” hye in tersenyum. Dia tak pernah merasa selega ini.
Hye in bangkit dari tempat duduknya. Dia buru-buru beranjak pergi meninggalkan Leeteuk. Leeteuk hanya tersenyum, dia berharap Hye in membuat keputusan yang benar.
“oya oppa....,” Leeteuk menoleh ke arah Hye in yang hendak keluar restaurant. Hye in tampak sangat ceria, dia tersenyum.
“aku sangat menyukai oppa... “ hye in langsung pergi meninggalkan restaurant. Berlari secepat yang dia bisa. Leeteuk tersenyum menatap kepergian Hye in.
“apa hyung benar2 menyukai Hye in,?” leeteuk terkejut. Dia menoleh ke arah suara itu. Donghae..., ya dia datang ke sini bersama donghae dan kangin. Tapi saat melihat Hye in sendirian dimejanya, dia mendekati Hye in. Leeteuk hanya terkekeh.
“menurutmu,?”
“hyung lebih menyukaiku dibanding gadis itu” kangin menimpali.
------------------------------------------
Hye in berlari secepatnya. Dia ingin cepat-cepat sampai. Hye in menyeberang jalan dari restaurant Wun Yang. Perasaannya benar-benar sangat senang. Dia bahagia, terlihat dari senyumnya yang terus berkembang. Dia tahu..., kenapa selama ini dia begitu menyukai Leeteuk. Bodoh....!!! bahkan untuk hal se-privacy ini saja dia masih tak bisa menyangkal kata-kata Leeteuk. Baginya, semua yang dikatakan leeteuk selalu benar. Mungkinkah...??? Entahlah..., tapi yang pasti... kali ini Hye in tak ingin salah mengambil keputusan. Hye in terus berlari...., dia menyusuri sepanjang trotoar dijalan itu. Tes.., tes..., Hye in mendongak..., gerimis...
“aduuuh kenapa hujan sich,?” Hye in makin mempercepat larinya. Kenapa hujan selalu turun disaat-saat penting. Apakah kisah cinta akan selalu terlihat romantis dibawah hujan,??? Hehehe.... Hye in terkekeh sendiri. Tetes-tetes air yang turun tak menghentikan langkah Hye in.
----------------------------------------------
Taman Kota..,
Seorang laki-laki berkepala besar tengah gelisah. Dia tampak tak sabar, sesekali melihat jam tangannya. Apakah gadis itu akan datang,? si kepala besar itu menengadah ke langit. Berharap pada bintang..., tes... tiba-tiba tetes air menghujam wajahnya. Terasa dingin, tapi sedikit memberikan kesejukan buat hatinya. Si kepala besar kembali menatap air mancur di depannya. Gemericiknya tak pernah berhenti memainkan nada-nada indah. Perasaan si kepala besar benar-benar campur aduk. Mungkinkah malam ini dia harus menangis bersama hujan,? Kenapa hujan selalu datang disaat-saat penting tentang kisah cinta dua manusia,? Laki-laki kepala besar itu mulai putus asa, sudah 3jam dia menunggu di taman ini. Gadis yang ditunggunya tidak juga datang. Si kepala besar menunduk..., hujan mulai mengguyur seoul..., bintang dilangit tak tampak tertutup awan. Haruskah si kepala besar menangis bersama hujan,? Dia makin menunduk..., tangisnya membasahi bumi bersama air hujan. Dia tak malu lagi..., hujan akan menutupi air matanya.
“ternyata..., kau memang tidak akan datang” si kepala besar masih menunduk. Dia biarkan air matanya jatuh. Dia tak peduli,,, biarlah hujan menemaninya malam ini.
“oppa... maaf aku terlambat”
Deg....!!! suara itu..., mungkinkah gadis itu..., si kepala besar mendongak. Dilihatnya seorang gadis berkuncir kuda berdiri di depannya. Dia basah bersama hujan. Bahkan dalam gelap, si kepala besar bisa melihat dengan jelas sosok didepannya.
“kau... akhirnya datang juga” si kepala besar berdiri dan tersenyum. Dia sangat lega..., tak percuma dia menunggu selam 3jam.
“oppa menangis..?” sang gadis bahkan bisa membedakan antara air hujan dan air mata si kepala besar dalam gelap. Si kepala besar tertawa...
“hahaha... menangis,? kau becanda...” si kepala besar mengelak. Sang gadis tersenyum. Tawa itu..., cara tertawa yang bisa membuat jantung sang gadis berhenti berdetak.
Lama mereka saling diam.
Terpaku bersama hujan. Tubuh mereka terasa mati rasa.., sekuat tenaga si kepala besar mencoba memfungsikan sistem sarafnya agar bekerja secara normal. Tapi sepertinya benar-benar telah berhenti. Si kepala besar mencoba menggerakkan tangannya perlahan. Tangan kanannya berfungsi, ya dia berhasil menggerakkannya... perlahan dia meraih tangan sang gadis. Sang gadis yang juga mengumpulkan keberaniannya untuk melawan sistem tubuhnya yang membeku, mulai tersentak.
“Hye in...” hye in menatap ke arah mata elang si kepala besar.
“i do love u” akhirnya hanya kata lirih itu yang keluar. Bersama rintik hujan menyusup dalam bumi. Merasuk ke dalam lapisan bumi terdalam. Sang gadis tersenyum..., tak bisa berkata-kata,... tanpa dia sadari..., air matanya jatuh bersama hujan. Memasuki lapisan bumi, menjadi satu dengan kata-kata si kepala besar. Memberikan sebuah kekuatan paling besar dibumi ini.
sret...!!! Hye in membaur dalam pelukan Yesung. Ya..., dia sangat mencintai yesung. Perasaan inilah yang tidak dia rasakan pada leeteuk. Perasaan dimana dia tak bisa memfungsikan sistem sarafnya dengan baik. Dimana jantungnya seolah berhenti berdetak dan waktupun ikut berhenti. Perasaan dimana aliran darahnya membeku..., dan organ tubuhnya tak bisa digerakkan.
Yesung mendekap Hye in erat. Dia tak akan pernah melepaskannya lagi. Bersama hujan..., cinta mereka akan terus mengalir seperti hujan yang tak pernah berhenti memberikan kesejukan, yang tak kan pernah habis oleh waktu dan apapun. Yesung masih mendekap Hye in..., memejamkan mata merasakan tetes demi tetes air yang jatuh.
Epilog
Pemandangan di taman kota itu selalu sama. Fans si kepala besar tak perlu bingung jika ingin melihat dan bertemu langsung dengan si kepala besar karena setiap dua hari sekali, si kepala besar pasti akan datang ke taman kota untuk menemui kekasihnya, sang gadis berkuncir kuda. Ya.., setelah si kepala besar lulus dari shibuya university, dia makin sibuk dengan debutnya sebagai salah satu artis SM entertainment. Dan taman kota inilah yang akan menjadi tempat dimana si kepala besar bisa menemui kekasihnya. Sampai kapanpun, jika kepala besar merindukan kekasihnya... dia hanya perlu pergi ke taman kota ini. Percayalah, kekasihnya akan datang. END


fiuh..., selesai juga...
BalasHapuscongrats hye in...!!!
pooh, setoooor....!!! xixixi
yaaaahhh...kok g ada adegan cup cup nya sih...
BalasHapus@admin : hehehe..., oke min, pengen bikin yaoi tapi nggak boleh sama cloud... ^^
BalasHapus@cloud : adegannya disensor admin...
@pooh : setuju bikin yaoi, aq jg spesialisasi yaoi lho
BalasHapus@admin : boleh ya min bikin yaoi... *puppy eyes*
@pooh&chika: g boleeeeeeeeehhh (mewakili admin)
BalasHapus@ all : huahahaha..., emmm, kupikirkan... (*berpikir berpikir berpikir) sepertinya nggak buruk...,
BalasHapusSUDAH DIPUTUSKAN BOLEH...!!! wekekekek
horeeee.............
BalasHapushidup admin!!!!
Manse!!!!
andweeeeeeeee.....!!!!!!!
BalasHapus@admin&chika : anguk-angguk setuju
BalasHapus@cloud : tenang cloud, kau tak kan ditigakan kok sama bang ecung/bang wonie...,
wah ,...
BalasHapuskeren,.....
boleh aku mmposkan ulang,....?
^_^
@MODORUSPELL : tks kunjungannya..., boleh, jangan lupa cr-nya ya... ^^
BalasHapus