Selasa, 21 Desember 2010

'COZ LOVE'S BEAUTIFUL (Part. 3~ 2 )


(LOVE STORY HYE IN_YESUNG)

(Part. 3 ~ 2)
Dorm Super Junior
Kamar leeteuk dan donghae.
“baru pulang hyung?” donghae menyapa melihat leeteuk sedikit terlambat dari biasanya.
“ya, tadi aku bertemu Hye in, jadi kuantar dia pulang sekalian” leeteuk merebahkan diri ditempat tidurnya.
“Hye in,?”
“pacar yesung”
“hah,? Yesung hyung sudah punya kekasih,?” donghae sangat antusias. Dia mendekati leeteuk yang merebahkan diri ditempat tidurnya.
“aku kurang tahu. Katanya sich mereka teman. Siapa tahu agar hye in tidak diteror fans yesung” leeteuk memutar badannya dan tengkurap membenamkan wajahnya.
“tapi kenapa yesung hyung tidak pernah cerita ya..., apa dia perempuan yang tadi siang bersamanya,?” donghae masih antusias.
“kau tanya saja pada yesung. Aku mw tidur” leeteuk menutup kepalanya dengan bantal.
“masa aku harus ke kamar yesung hyung..., ayolah hyung ceritakan padaku tentang pacar yesung hyung” donghae masih berharap leeteuk mw cerita sedikit tentang hye in.
“hyung..., leeteuk hyung...” donghae mengguncang badan leeteuk karena dia tak menjawab donghae. Rupanya leeteuk sudah pulas menjelajahi pulau impiannya. -----------------------------------------
Wun Yang Restaurant, dinner
Malam ini, Yesung mengajak Hye in dinner direstaurant wun yang. Tempat dimana dulu yesung mengenal hye in pertama kali. Tepat saat dia patah hati. Sebuah meja khusus telah dipesan. Dengan bunga lily disekitar meja, lilin kecil pada tengah meja memberikan cahaya yang menenangkan. Suara gemericik air dari sepasang kekasih dari batu disudut restaurant membuat suasana benar2 damai. Yesung duduk sendiri menanti seseorang. Tepat seperti yang dia lakukan pada malam itu. Bedanya, dulu dia menunggu kekasihnya, tapi sekarang dia menunggu Hye in. Bukan kekasihnya. Tapi perasaannya tak jauh berbeda, dia gugup, nervous, dan segala perasaan campur aduk. Harap-harap cemas kalau Hye in tidak jadi datang. Kali ini yesung tidak menyewa seorang pemain biola. Dia telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih spesial.
“yesung oppa...,” suara dibelakangnya tampak tak asing. Suara yang sama dengan malam itu. Tanpa melihat siapa orangnya dia sudah merasa begitu dekat.
“apa aku terlambat” suara itu kini telah ada dihadapannya. Hye in, perempuan yang ditunggunya. Yesung tersenyum.
“tidak. Kau tidak terlambat” yesung menarik kursi dan mempersilahkan Hye in duduk.
“tumben oppa mengajakku dinner di restaurant ini. Suasananya romantis lagi. Aku pasti sedang bermimpi” Hye in setengah tak percaya, kalau itu semua disiapkan yesung untuk dirinya.
“kau tidak mimpi. Ini memang pantas untukmu Hye in” yesung tersenyum. Dia melambaikan tangan, seorang pelayan datang membawa menu. Dan mereka menikmati makan malam itu dengan penuh canda dan senyuman.
“Hye in, tunggu sebentar ya,,, aku mw ke toilet” yesung undur diri. Hye in mengiyakan.
Hye in menunggu yesung sambil menikmati suasana malam itu. Angin yang membelai pelan seluruh tubuhnya tak dirasakan dingin. Ini benar-benar malam yang indah.
Belum lama hye in melayang dalam lamunannya, sebuah lagu it has to be you mengalun lembut dengan permainan piano yang indah. Hye in tersenyum dalam lamunannya, benar-benar melengkapi malam indahnya. Bait demi bait terdengar begitu merdu..., hye in jadi penasaran..., dia menatap sang pianis, siapakah dia yang begitu meluluhkan hatinya hanya dengan dentingan piano dan suaranya.
“Yesung oppa....” Hye in seperti tak percaya. Apakah ini mimpi,??? It has to be you..., dari seorang yesung untuk dirinya. Dengan ditambah permainan piano solo-nya. Hye in benar-benar mendapat kejutan malam ini. -------------------------------------------------------
Hujan siang hari..., daina market
“uh..., kenapa aku selalu sial ya setiap kali kesini,? Kalau bukan karena omma yang menyuruhku, aku pasti tak akan ke sini. Hujan lagi...,” hye in merapatkan sweaternya. Ditangannya ada beberapa kantong belanja. Dia menunggu hujan reda.
“oppaaaaaa....” dari arah Coex department store yang ada didepan daina market tempat Hye in berdiri, terlihat ada ribut-ribut. Hye in penasaran, ah mungkin ada artis idola mereka, makanya mereka histeris seperti itu. Seseorang dengan topi dan kacamata hitam berlari ke arah Hye in.
“itukan...., “ ya, hye in mengenal laki-laki itu. Dia tampak kewalahan melarikan diri. Padahal hujan tapi masih saja mereka mengejarnya.
“oppa... sini” Hye in melambaikan tangan. Dia tahu kemana laki-laki itu harus sembunyi. Laki-laki itu untungnya melihat Hye in..., dia berlari ke arah Hye In...,
“tolong aku...,” laki-laki itu berkata pada Hye in.
“ayo ikut aku oppa..” Hye in menarik tangan laki-laki itu. Mereka berlari menerobos hujan, masuk ke salah satu jalan setapak disamping daina market. Di belakang mereka fans sang laki-laki masih berusaha mengejar, tapi akhirnya menyerah juga saat sang idola telah jauh tanpa jejak.
Hye in dan laki-laki itu terus berlari, masuk ke salah satu gang..., melewati pagar rumah orang.
“kau sudah gila,? Bagaimana kalau yang punya rumah marah,?” laki-laki itu hendak protes.
“oppa mw selamatkan,?” hye in ternyata bukan perempuan yang tak bisa memanjat dinding. Dia jauh lebih cekatan dari sang laki-laki. Hye in telah ada dibawah saat sang laki-laki masih diatas pagar. Ada anjing penjaga yang menggonggong keras.
“guk... guk...”
Hye in melihat laki-laki itu tidak mw turun juga.
“cepat oppa..., kau bisa ketahuan kalau tidak cepat” hye in menyuruh laki-laki itu turun.
“kau tak lihat ada anjing,?” rupanya laki-laki itu takut anjing.
“oppa..., anjingnya diikat..., nggak mungkin menggigitmu” hye in sebenarnya ingin tertawa mengetahui kebodohan laki-laki itu.
“hai siapa itu,? Kalian mw mencuri ya,?” rupanya yang punya rumah keluar karena mendengar anjingnya terus menyalak. Hye in jadi sedikit kelabakan.
“oppa ayo cepat,” akhirnya laki-laki itu mengalah. Dia turun juga dan hye in segera menarik tangannya menjauh dari rumah itu. Mereka terengah-engah dibawah hujan.
“sepertinya mereka sudah tak mengejarmu” hye in memperhatikan sekitar mereka. Sepi. Laki-laki yang bersamanya masih terengah-engah.
“terima kasih kau telah menolongku” hye in tersenyum.“rumahku dekat dari sini, kita kerumahku saja dulu. Leeteuk oppa basah kuyup” hye in menawarkan.
Leeteuk, laki-laki itu menatapnya.
“tidak. Terima kasih, aku harus kembali ke SM entertainment.” Dia mencoba menolak.
“tapi oppa bisa sakit. Setidaknya oppa bisa pakai baju appa” hye in mencoba meyakinkan. Hye in ada benarnya, akhirnya leeteuk menuruti kata-kata hye in. Mereka ke rumah Hye in yang tak jauh dari situ.
“sedikit kekecilan.., tapi tak apalah. Terima kasih ya” leeteuk membereskan pakaiannya yang basah.
“iya oppa. Biarkan saja pakaian itu. Biar nanti aku antar ke tempat oppa kalau sudah kering”
“aku tak mw merepotkanmu terlalu banyak” leeteuk tak enak hati.
“sudahlah oppa, tidak apa-apa. Lagian tadi oppa bilang mw ke SM kan,?” hye in tersenyum. Leeteuk jadi ingat sesuatu. Ia lalu menelpon seseorang. Minta tolong membawa mobilnya yang masih tertinggal di coex departement store. Dia juga menelpon salah satu dongsaengnya untuk menjemputnya karena hujan masih deras. -------------------------------
TBC

8 komentar: