(Part 2~end)
Beberapa hari kemudian, aku ditawari untuk menyanyikan soundtrack sebuah drama. Awalnya aku gugup karena aku harus bernyanyi tanpa member yang lain. Tapi mungkin ini adalah jalan bagiku untuk menunjukkan eksistensiku. Dan akhirnya lagu itu mendapat perhatian dari masyarakat. Selama berminggu-minggu menempati urutan pertama di chart musik. Dan berkat lagu itu, kini aku punya banyak fans. Di setiap acara fansign, banyak yang mengantri untuk meminta tanda tanganku. Walaupun begitu, bagiku cloud tetaplah fansku yang spesial. Tapi Entah kenapa, sudah beberapa kali ini dia tidak datang. Aku selalu menunggu kedatangannya.
Acara fansign sudah hampir selesai. Aku celingukan mencari sosok si muka pucat itu. Kenapa dia tidak datang lagi? Apa dia sudah tidak menyukaiku lagi? Apa sekarang dia sudah punya idola yang lebih tampan dariku? Ah tidak, yang bisa menandingi ketampananku kan hanya Siwon. Aku menoleh ke arah antrian di depan Siwon. Sepertinya dia tidak ada di barisan itu. Apa dia sakit jadi tidak bisa datang? Berbagai macam pertanyaan muncul dikepalaku.
“ Permisi, boleh aku minta tanda tanganmu? “ seseorang membuyarkan lamunanku. Ternyata seorang ajumma yang ingin meminta tanda tanganku. Lihat, bahkan aku populer dikalangan ajumma.
“ Ne, apa yang harus ku tulis? “ tanyaku. “ Cloud”. Jawabannya benar-benar membuatku terkejut. Cloud? Bukankah itu nama gadis bermuka pucat itu. Nama yang special bagiku.
“ Ajumma, bisakah diganti dengan yang lain? “ tanyaku.
“ Tidak bisa, itu adalah nama putriku. Dia selalu minta tanda tangan dengan nama itu”. Jadi gadis itu putrinya. Tapi kenapa dia tidak datang sendiri.
“ Ajumma, kenapa bukan putrimu yang datang?”
Air muka ajumma itu langsung berubah ketika aku menanyakan putrinya. Dia kelihatan sangat sedih. Apa terjadi sesuatu pada si muka pucat. “Putriku baru saja menjalani operasi, sudah 3 tahun dia mengidap kanker dan sekarang dia koma. Sebelum operasi dia berpesan padaku agar aku minta tanda tanganmu dengan nama cloud”. Deg!!! Aku kaget mendengar penuturan ajumma itu. Jadi selama ini dia sakit. Pantas saja dia selalu datang dengan muka yang pucat.
“ Ajumma, bolehkah aku menjenguknya? Sebentar lagi acara fansignnya selesai, bisakah ajumma menungguku sebentar? “. Ajumma itu menggangguk.
Begitu acara fansign selesai, aku dan ajumma langsung menuju rumah sakit. Di sebuah kamar, aku melihat si muka pucat itu sedang terbaring lemah. Tubuhnya di tempeli banyak selang dan kabel yang terhubung dengan alat-alat yang entah apa namanya. Aku meraih tangannya. Ya Tuhan, dia kurus sekali. “Cloud, apa kau bisa mendengarku. Ini aku Yesung, pemilik suara indah di superjunior”. Aku seperti orang bodoh bicara dengannya. Tapi aku yakin dia bisa mendengarku. Aku melihat dia atas meja tergeletak sebuah buku bersampul biru sapphire. Itu kan warna superjunior. Karena penasaran aku pun mengambilnya. Sepertinya sebuah diary. Kubuka buku itu, di halaman pertama ada fotoku yang sedang bermain dengan Ddangkoma. Darimana dia mendapatkan foto ini? Sepertinya foto ini diambil secara diam-diam. Aku membuka lembar kedua, ada tulisan.
“ 6 November
Hari ini aku melihatnya untuk pertama kali. Di sebuah acara tv, boyband baru superjunior memulai debutnya. Disaat mereka bernyanyi, hanya satu suara yang membuatku terpesona. Siapa dia?? Wajahnya tidak terlalu kelihatan karena dia selalu dibelakang. Tapi kenapa mendengar suaranya aku jadi bersemangat “
Tiba-tiba HPku berbunyi. Leeteuk hyung menelpon. “Yoboseyo” jawabku. “Yesung-ah, kau dimana? Cepat kembali! “ kata Leeteuk hyung diseberang sana. “ Ne Hyung, aku akan segera kembali”. Aku menutup telpon dan pamit kepada ajumma. “Ajumma, saya harus segera kembali ke dorm. Besok saya akan ke sini lagi. Bisakah buku ini kupinjam?” kataku sambil menunjukkan buku bersampul biru sapphire itu. Ajumma hanya mengangguk. Aku pun bergegas pergi kembali ke dorm.
Sampai di Dorm semua langsung menyambutku dengan bayak pertanyaan. “Yesung-ah kau darimana saja? Kenapa tadi langsung menghilang. Pergi tanpa bilang-bilang?” berondong Heechul hyung. Tumben sekali dia perhatian padaku. Biasanya dia selalu menjahiliku. “Aku menjenguk temanku yang sakit. Mianhe sudah membuat kalian khawatir” jelasku.
Aku masuk ke kamar. Aku masih penasaran dengan isi buku biru sapphire itu. Aku membukanya dan membacanya.
“ 7 November
Sekarang aku tahu namanya. Yesung. My angel voice. Sedikit berlebihan mungkin, tapi suaranya benar-benar mebangkitkan semangat hidupku. Belum pernah aku punya keinginan untuk sembuh sebesar ini. “
Ya Tuhan, ternyata suaraku membuatnya bersemangat. Selama ini aku selalu bersedih hanya gara-gara aku tidak punya fans. Tapi dia lebih dari sekedar fans bagiku.
“ 10 November
Dua hari ini aku tidak menulis diary. Tubuhku terlalu lemah setelah melakukan kemoteraphy. Sudah sejak beberapa bulan yang lalu aku mogok melakukan kemo. Dan kemarin aku membuat omma dan appa gembira karena tiba-tiba aku memutuskan untuk kemoteraphy. Aku ingin sembuh. Aku ingin hidup lebih lama. “
Aku membuka lembar berikutnya.
“ 11 November
Hari ini aku pergi ke taman sebelah rumah. Aku melihatnya duduk sendirian sambil melamun. Ya Tuhan apakah itu benar-benar dia? Dia kelihatan kesepian. Apakah dia baik-baik saja? “
Taman? Aku memang suka pergi ke taman kalau sedang sedih.
“ 15 November
Aku baru saja membeli sebuah kura-kura. Aku membawanya ke taman untuk bermain bersama. Ah, dia ada disana lagi. Di tempat yang sama aku melihatnya beberapa hari yang lalu. Dia masih kelihatan sama seperti kemarin. Sedih dan kesepian. Aku bermaksud memberikan kura-kura ku padanya. Tapi bagaimana caranya? Lalu aku menyuruh seorang anak kecil. Dia kelihatan kaget dan bingung ketika anak itu memberinya kura-kura. Aku harap sekarang dia tidak akan kesepian lagi. “
Ddangkoma. Jadi dia yang memberikan kura-kura itu. Aku pikir anak kecil itu bosan memelihara kura-kura.
“ 20 November
Hari adalah acara fansign. Aku punya kesempatan untuk bertemu dengannya. Dia kaget sekali saat aku meminta tanda tangannya. Tapi dia juga kelihatan sangat senang. Aahh.. terima kasih Tuhan aku diberi kesempatan melihat senyumnya dari dekat. “
Seharusnya aku yang berterima kasih.
“ 15 Januari
Aku memutuskan untuk operasi. Kata dokter kesempatan berhasil hanya 10%. Aku tidak perduli bagaimana hasilnya nanti. Aku hanya berharap aku bisa sembuh. Bisa mendengar suaranya setiap hari dan melihatnya tertawa.
Yesung-ssi…nomu nomu johahae. “
Aku tak kuasa menahan air mataku. Begitu besar perasaannya padaku. Ya Tuhan sembuhkanlah cloud ku.
Tiba-tiba Ryeowook masuk ke kamar. Buru-buru aku menyeka air mataku. Aku tidak mau dia melihatku menangis. “ Hyung menangis? “ Ryeowook melihat mataku sedikit merah. “ Aniyo, hanya kelilipan “. Aku menyembunyikan buku biru sapphire di bawah bantal. Sepertinya Ryeowook tidak melihatnya.
------------------------
Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Aku membawa seikat bunga matahari yang kubeli dari kios bunga. Dia sangat menyukai bunga matahari, aku mengetahuinya dari buku diarynya. Aku terlihat aneh dengan bunga matahari ditanganku. Umumnya orang akan membawa bunga mawar atau bunga lili. Gadis itu memang aneh, bagaimana mungkin dia lebih menyukai bunga matahari daripada mawar. Cloud, ah aku bahkan tidak tahu nama aslinya. Kenapa kemarin aku tidak bertanya pada ibunya. Ahh..pabo!
Aku melihat ajumma menangis meraung-raung di depan kamar cloud. Apa yang terjadi?. Aku berlari menghampirinya. “Ajumma, gwencana???” aku berusaha menenangkan ajumma. “ putriku…huwaaa…dia sekarat. Detak jantungnya tiba-tiba berhenti “ ajumma menangis semakin keras. Dokter di dalam berusaha menyelamatkan si muka pucat. Ya Tuhan selamatkanlah dia. Aku mohon.
--------------------
1 tahun kemudian.
Aku membawa seikat bunga matahari. Sudah jadi rutinitasku setiap hari ulang tahunnya aku selalu mengunjunginya sambil membawa bunga matahari. Sekarang sudah punya fanbase sendiri. Cloud. Begitulah orang-orang menyebut fans ku.
Aku memasuki kompleks pemakaman di tengah kota Seoul. Tempat dimana si muka pucat dimakamkan. Hari itu, dokter tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Dan selama sebulan aku hanya memandangi Ddangkoma hingga membuat Leeteuk hyung khawatir. Tapi aku sadar. Kau ingin melihatku tersenyum setiap hari kan jadi aku tidak boleh terus-terusan bersedih.
“ Cloud, hari ini aku datang lagi. Selamat ulang tahun. Ddangkoma sekarang sudah besar. Terima kasih sudah memberikannya padaku. Walaupun setiap kali kuajak bicara dia hanya mengedipkan mata, tapi aku sudah tidak kesepian lagi. Cloud, nado johahae. “
Aku meletakkan seikat bunga matahari yang kubawa ke atas gundukan makamnya.
Terima kasih sudah membuatku selalu bersemangat. Gomawo.
THE END


hiks..., sluurp.. (buang ingus)
BalasHapusdah abiz ya ceritanya..., T_T ditunggu surat cinta berikutnya mrscloud...,
jiakakaka si admin pilek ya
BalasHapuskasihan Yesung baru dapet fans,eee fansnya malah mati..
btw itu pic nya yesung cakep amat sih, jadi naksir
xixixi..., tw aja sich kalau biz ngupas bawang merah... jadi malu,:")
BalasHapushu'um cakep pic-nya ya..., ^^
hore...si cloud mati
BalasHapuswakakaka
saatnya SARI beraksi
jiakakaka
jiakakakakak....!!! setuju kim...!!!
BalasHapusjiah...don't call me SARI....xixixixi..
BalasHapus@mrscloud aq gak manggil km lho, aq kan manggil si sari, wakakaka, maaf kl anda merasa, xixixxi
BalasHapus