Selasa, 11 Januari 2011

BIKERS


(Romantika Anak Manusia)
Part 1

Naitan University.
Brrm..., bbrm...
Suara motor terdengar keras menggaung diseluruh kampus pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Bikers, geng motor di universitas ini. Bikers memang terkenal suka membuat ulah, hobinya balap motor. Ya, mereka adalah Jaejoong sang ketua, Siwon, dan seorang perempuan bernama Kim Chika yang merupakan kekasih Jaejoong. Pagi ini lagi-lagi mereka telah berulah. Beberapa junior tampak ketakutan ketika Siwon dan Jaejoong mengepungnya dengan motor mereka. Sementara chika ada diboncengan jaejoong.
“mianhe hyung... ijinkan kami lewat” rengek junior pertama. Tapi siwon dan jaejoong masih terus mengepung mereka. Tak lama mereka berhenti. Kim Chika turun dari boncengan Jaejoong, bergerak ke arah junior2 itu.
“apa menurutmu aku cantik,?” junior yang takut hanya mengangguk.
n..ne noona..., chika noona sangat cantik” chika tersenyum picik.
Jagiiii..., lihatlah mereka berani menggodaku” Chika melihat ke arah Jaejoong. Jaejoong turun dari motornya, dan berjalan ke arah para junior itu.
“kalian berani menggoda kekasihku,?” gertaknya, para junior itu ketakutan.
“ka.. kami..., tidak menggodanya hyung
“jadi... kalian pikir kekasihku tidak cantik,?” Jaejoong menatap tajam. Para junior itu makin salah tingkah. Bingung untuk menjawabnya. Kim Chika tersenyum puas.
“sret...” Jaejoong telah mencengkeram kerah baju salah satu junior.
“berikan uangmu... dan aku akan menganggap ini selesai” gertaknya. Para junior itu dengan takut-takut mengeluarkan uang mereka, dan kim chika mengambilnya. Jaejoong melepaskan cengkeramannya, dan menuju motornya. Membunyikan motornya dengan keras,,, Siwon hanya menunggu di motornya. Kim Chika mendekati Jaejoong dan tersenyum puas. Mereka meninggalkan para junior itu.
------

Salah satu ruang kelas Naitan University.
“siwon..., sepertinya gadis itu menyukaimu” chika melirik ke arah gadis oriental yang terlihat sedang mencuri pandang ke arah siwon. Siwon yang cool, tak meliriknya sama sekali.
“apa peduliku,?”
“kau yakin tidak mw mengerjai dia,?” ide gila Kim Chika muncul.
“terserah kau saja”
Kim chika beranjak dari tempat duduknya dan mendekati gadis itu. Gadis itu seketika menundukkan pandangannya.
“kau... siapa namamu,?” bahkan dengan teman sekelasnya saja chika tak pernah peduli dengan namanya. Gadis itu terperangah melihat siska di berdiri di depannya.
“a.. aku,?” gadis itu menunjuk dirinya sendiri.
“kau pikir aku bicara sendiri,?” chika sedikit membentak
“ah.., ne.. chonun Kim Hye In” gadis itu mengulurkan tangannya. Dan chika tak menyambutnya. Dia melihat sinis pada Hye In, menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“kau suka siwon,?” deg...!!! Hye in terkejut, seterlihat itukah,? Hye In hanya diam.
“woooiiii..., gadis ini suka pada siwooon...!!!” chika berteriak keras ke seluruh kelas. Seluruh kelas menatap ke arahnya. Hye in kaget bukan main.
“menurut kalian..., pantas nggak dia sama siwon,?” lagi-lagi chika membuat hye in malu bukan main. Seluruh kelas menjadi riuh oleh tawa.
“dia sich pantasnya sama shindong”
“wkwkwk”
Beberapa komentar dilontarkan oleh seisi kelas. Hye in benar2 malu, dia menahan amarahnya dalam-dalam. Kim chika tampak tersenyum puas. Menatap sinis ke gadis itu. Tiba-tiba..,
“brak..!!!” kim chika terkejut, gadis itu berdiri hingga menjatuhkan kursinya.
“kau pikir ini lucu,?” gadis itu sepertinya hilang kendali. Dia membentak kim chika, dan tentu saja kim chika cukup kaget dengan perlawanan ini.
“kau cari masalah denganku,?” kim chika tak kalah keras menggertak Hye in. Jaejoong yang melihat hal itu segera berdiri dari tempat duduknya dan mendekati kim chika. Sedang siwon, dia masih tak bergeming untuk menoleh ke arah keributan itu. Dia masih asyik dengan komik ditangannya.
“kau berani menggertak kekasihku,? Kau dalam masalah” jaejoong tidak rela melihat chika dibentak hye in.
“dia yang mulai duluan” hye in mencoba membela diri.
“rupanya kau tak tahu siapa aku,?” “plak” sebuah tamparan yang cukup pedas mendarat di pipi Hye In. hye in mulai menangis, menahan rasa sakit itu. Kim chika masih menatap marah pada gadis itu. Hye in hanya diam menunduk menahan rasa sakit dan malu.
“jangan buat masalah disini, semua juga tahu chika yang mulai duluan” suara itu.., hye in mendongak, di depannya telah ada Yesung dan donghae. Sedang Ji Neul, kekasih donghae memegang pundak Hye in dan perlahan memberikan sandaran untuk Hye in.
“kalian mulai berani,?” jaejoong tak rela kekuasaannya di kampus ini dilawan.
“buk..!!!” sebuah pukulan mendarat di muka yesung yang tak siap dengan serangan Jaejoong. Donghae yang melihat hal itu tak tinggal diam, dia balas memukul Jaejoong. Kim chika ikut panik. Hye in juga panik melihat keributan itu.
“sudah tenang saja” Ji Neul sepertinya tidak heran dengan keributan itu. Siwon yang dari tadi tak tertarik, melihat Jaejoong dipukul segera mendekati mereka.
“Jaejoong.., are u okay,?” siwon melihat darah anyir mengalir dari bibir jaejoong.
“kalian benar-benar keterlaluan” siwon balas memukul donghae. Kekacauan itu pun terjadi. Ji Neul mengajak Hye in menjauh. Sedang chika, menatap marah pada hye in.
“ini semua salahmu...!!” bentaknya.
“hei, kau yang mulai duluan” Ji Neul tak mw Hye in disalahkan. Chika mengangkat tanganya bersiap memukul Ji Neul, tapi tangannya tertahan. Chika terkejut saat melihat kimhoon Sonsaengnim telah ada dibelakangnya. Beliau menatap tajam.
“hentikan...!!!” seketika jaejoong, siwon, yesung, dan donghae berhenti. wajah masing-masing telah biru kena pukulan. Kimhoon Sonsaengnim menatap marah pada mereka.
“sekarang kalian ikut menghadap rektor...!!!” masih dengan tatapan saling marah, jaejoong, siwon, yesung, donghae, chika, hyein, dan Jineul mengikuti Kimhoon Sonsaengnim.
----------------

Kantin Naitan University.
Untungnya kejadian itu tidak membuat mereka diskors. Siang itu, yesung, donghae, ji neul, dan hye in seperti biasa makan bareng. Hye in tampak tak enak dengan keributan yang telah dia lakukan.
“mianhe..., aku... telah menyusahkan kalian” hye in tampak menyesal. Ji neul menatap hye in, dan memeluknya.
“jangan khawatir, mereka memang perlu diberi pelajaran” Ji neul menenangkan hati hye in. hye in tersenyum.
“memangnya..., kau benar2 suka sama siwon,?” yesung masih penasaran. Hye in kaget dengan pertanyaan ini. apa dia harus berbohong pada teman2nya,? Hye in hanya diam.
“Hye in..., kau tak benar2 suka kan sama siwon,?” kali ini donghae menangkap arti kediaman hye in. hye in masih diam, menunduk...
mian...” hanya itu yang keluar dari mulut hye in.
“kau..., sebaiknya, kau buang rasa suka mu itu jauh2..., siwon tak pantas untukmu” suara chika mengagetkan yang ada dimeja makan itu. Chika datang bersama jaejoong dan siwon. Donghae mulai tak sabar, dia hendak bangkit dari duduknya tapi ditahan yesung. Yesung tahu, percuma melawan mereka, bisa-bisa nanti mereka semua diskors gara-gara membuat keributan lagi. Hye in melihat ke arah siwon, siwon sama sekali tak bereaksi apapun. Benarkah laki-laki ini tak tertarik sedikitpun pada hye in,? sepertinya siwon tak ambil pusing dengan masalah ini. jaejoong mengambil strawberry ji neul dan memakannya.
“kalian jangan main-main lagi dengan kami” gertaknya. Ji neul hanya manyun,’itu kan stawberry-ku’
Mereka meninggalkan meja itu, dan terlihat melajukan motor mereka dengan cepat. yesung, donghae, hye in, dan ji neul hanya melengos.
“apa sich mw mereka,? Mereka kira mereka hebat,?” ji neul tampak sangat sebel.
“udah jagii..., jangan manyun begitu, nanti ku belikan strawberry lagi” donghae mengusap rambut ji neul, dia tahu kekasihnya sebel pasti gara-gara strawberry yang dimakan jaejoong.
------------

TBC

7 komentar: