(Romantika Anak Manusia)
(Part. 4 ~ end)
![]() |
| Yesung |
Ruang ICU Hitech Hospital.
Jaejoong sejak semalam terus menunggu kim chika. Kim chika belum siuman juga. Jaejoong tampak sangat sedih, walaupun dokter bilang chika baik-baik saja. Jaejoong duduk disamping tempat tidur chika, dan menggenggam tangannnya erat.
“jagi..., maafkan aku, seharusnya kau tidak ikut dalam kekacauan ini. seharusnya semua tak sesulit ini....” jaejoong tampak sangat menyesal.
“kau harus bangun..., dan aku janji..., kita akan mengakhiri ini semua. Aku terlalu takut untuk kehilanganmu jagi...,” jaejoong menunduk, membenamkan kepalanya pada tangan chika. Orang bilang, kekuatan cinta itu sangat besar. Mungkin, seperti itulah..., seperti sebuah kata ajaib..., sesuatu yang tulus diungkapkan dari hati akan tersampaikan dengan sendirinya. Kata-kata jaejoong seperti sebuah mantra, melalui syaraf tangan..., merasuk naik ke hati dan naik ke pikiran. Perlahan chika membuka matanya, dan menggerakkan tangannya.
“jaejoong...” jaejoong tersentak, menegakkan kepalanya dan sebuah senyum terkembang. Memberikan kekuatan baru bagi chika.
----------------
Ruang yang lain.
Hye in tampak nanar menatap laki-laki itu. Benarkah ini siwon yang dia kenal? Dia begitu pucat, bukankah biasanya dia sangat enerjik. Kenapa dia hanya diam saja. Perlahan sungai kecil mengalir dikedua pelupuk matanya. Ji neul hanya menunggu dibelakangnya.
“apa yang terjadi?” hye in berkata lirih. Kakinya terasa lemas, seketika dia lumpuh disamping tempat tidur siwon. Sebuah selang kecil membantu pernafasan siwon. Tak tampak luka apapun pada tubuhnya. Ji neul masih diam, dia tak tahu apa dia bisa mengatakannya.
“kau bilang dia baik” hye in masih menuntut jawaban ji neul. Ji neul masih diam dibelakang hye in yang telah lumpuh ditempatnya. Hye in mencoba menggenggam tangan siwon. Ya, setelah 6tahun, baru pertama kali ini hye in merasa begitu dekat dengan siwon. Menyentuh tangannya, melihat wajahnya sedekat ini. seperti mimpi,... tapi, bukan keadaan ini yang hye in inginkan.
“ji neul..., dia baik-baik saja kan?” hye in lagi-lagi membuat ji neul tak bisa menjawab.
“kanker otak” hanya itu yang bisa dikatakan jineul. Sungai dipipi hye in makin deras, rasanya ingin teriak sekerasnya, tapi tak bisa. Bahkan untuk berkata-kata saja tidak bisa.
Ya, tak banyak yang tahu, bahkan hye in sendiri tak pernah tahu. Bagaimana mungkin? Dia sangat sehat, dia sangat aktif, dia sangat enerjik. Dia selalu menyukai tantangan. Bahkan dia tak pernah memberitahukannya. Sejak kapan? Hye in berharap ini hanya mimpi.
“dia..., dia pindah ke sini karena ini. dia ingin menghabiskan waktunya disini.” ji neul mulai bercerita. Hye in sendiri tak habis pikir dari mana ji neul bisa tahu begitu banyak, sedang dia tak tahu apa-apa tentang hal sepenting ini.
“itu sebabnya..., dia tak pernah mengijinkanmu mencintainya. Pagi itu, dia pergi menemui anak-anak jalanan, tapi saat dia hendak ke kampus, dia terjatuh. Chika dan Jaejoong yang membawanya ke sini.” Hye in hanya diam. Dia menatap siwon lekat. Jadi karena ini,... karena ini 6tahun yang lalu dia menjadi tetangga hye in. rasanya sangat sakit. Pabo....!!! kenapa hye in bisa tak tahu hal ini.
-------------
Tempat Chika dirawat
Yesung, donghae, hye in, dan jineul datang menjenguk chika. Sebelumnya, hye in sempat melihat motor yang tak asing buatnya. Ya, motor itu.
“chika..., gomawo...” hye in membuat semua orang terkejut. Gomawo,?
“untuk apa?” chika juga tak paham. Dia jauh lebih lembut dari biasanya.
“kau kan yang menolongku waktu itu?” chika terkejut. “maksudmu?”
Hye in tersenyum “aku ingat motor itu, kau menolongku waktu ada yang mencoba merampokku” semua mata menatap hye in dan chika bergantian. Hye in tersenyum, ya... tak salah, pasti chika. Hye in ingat dengan motor itu.
“jangan Ge-eR. Itu karena kebetulan saja aku ingin menguji kemampuan mengendarai motorku” chika tampak mengelak. Hye in hanya tersenyum, dan... seketika memeluk chika yang masih terbaring.
“hei kau apa-apaan?” chika mencoba melepaskan diri.
“heh. Jangan peluk2 chika..!!! Cuma aku yang boleh peluk dia” jaejoong melepaskan pelukan hye in pada chika. Seketika ruangan itu jadi penuh tawa.
“sebenarnya itu karena siwon” chika membuat hye in kaget. Siwon?
“Dia sering bercerita pada kami, kalau ada seorang gadis yang selalu memperhatikan dia. yang selalu menunggu dia pulang.” Hye in diam, jadi selama ini siwon tahu.
“jadi dia tahu...” hye in berkata lirih.
“jelas saja tahu. Lampu kamarmu selalu tampak terang saat dia pulang dan selalu langsung mati saat dia sudah masuk kamar” jaejoong menambahkan. Glek...!!! hye in merasa sangat tolol.
“siwon bilang, dia jadi selalu ingin pulang. Takut gadis itu menunggunya sampai pagi” chika menambahkan. Hye in masih diam.
“tapi kau jangan Ge-eR. Aku pernah bertanya pada siwon, apa dia menyukaimu. Katanya tidak, dia hanya kasihan padamu kalau harus menunggu.” Gubrak...!!! aduuuh jaejooong kenapa kau jujur sekali. Plak...!!! ^^
“aku..., ingin pertandingan kali ini kita menang” chika mengalihkan pembicaraannya. Semua menatap chika lekat.
“tapi bagaimana denganmu,?” jineul menyela. Tak mungkin chika ikut balapan.
“aku bisa menggantikannya” semua mata menatap tajam. Yesung?
“jangan khawatir, aku bisa melakukannya” yesung meyakinkan. Semua menatap yesung, dan mengangguk.
----------------------
Three heart
Hye in_Yesung
“kau tahu, kemenangan ini untukmu” hye in menatap yesung tak mengerti.
“aku tahu kau sangat menyukai siwon, itu sebabnya aku mw melakukan ini demi siwon. Demi kau hye in” hye in tersenyum. Dia memeluk yesung “gomawo...,”
Chika_Jaejoong
“setelah ini, aku takkan melibatkanmu lagi Jagi...” jaejoong menggenggam tangan chika erat.
“aku tak pernah merasa terbebani apapun asal bersamamu...” chika menatap jaejoong lembut.
Membalas genggaman erat jaejoong. Jaejoong tersenyum, dan mencium chika lembut.
Jineul_Donghae
“maaf..., semuanya jadi kacau” donghae tampak sangat bersalah. Seharusnya dia tak melibatkan jineul dalam hal ini.
“oppa bicara apa..., tanpa oppa, hal ini tak kan selesai” jineul meyakinkan. Donghae menatap jineul.
“kau tak pernah keberatan?” jineul tersenyum.
“aku percaya pada oppa...” donghae tersenyum dan memeluk jineul.
“aku janji,... tak kan mengecewakanmu”
-----------
![]() |
| Lee_Dong_Hae |
Seoul, three place
One place
Jineul menemani chika yang masih belum pulih.
“aku tak mengerti. Kenapa kau memilih menjadi orang yang sadis pada orang lain? Padahal kau baik” jineul ingin tahu
“Justru aku yang tak habis pikir. Bagaimana bisa donghae melepaskan hobinya balap motor hanya demi dirimu?” chika masih dingin mengomentari. Jineul tampak manyun mendengar hal itu.
“wajar saja..., dia kan lebih bodoh dari aku,:P”
Chika menatap sinis ke arah ji neul yang berkata tanpa beban. ‘Sama-sama orang yang bodoh’ batinnya.
Two place
Hye in tampak menunggu disamping tempat tidur siwon. Siwon masih tak bergerak sedikitpun.
“aku tahu ini terlalu bodoh...,” hye in bicara sendiri.
“menyukaimu tanpa pernah berani mengatakannya,... tapi aku bahagia..., hanya dengan menyukaimu saja” hye in masih menunduk dalam.
“aku tahu ini gila....” mata hye in mulai tak bisa menahan emosinya.
“dalam keadaan seperti ini, aku baru bisa mengatakannya..., aku menyukaimu siwon... aku sangat menyukaimu....,” hye in terisak. Menyembunyikan kepalanya disamping tempat tidur siwon. Tergugu, tak pernah sesakit ini. dan sesuatu yang tulus akan tersampaikan dengan sendirinya. Ya,.... layaknya cerita cinta yang lain, siwon bergerak... bergerak sedikit... hye in tampak terkejut.
“siwon... siwon,,,” hye in memanggil lirih. Siwon bergerak, tapi.. tiba-tiba sesak.
“siwon..., kau kenapa...” hye in memencet tombol pemanggil suster.
Three place.
Tiga orang bersiap dengan motornya masing-masing. Kali ini mereka laki-laki semua. Ya, jaejoong, yesung, dan donghae. Mereka telah bertekad untuk menang. Harus menang...!!! demi seorang sahabat mereka, dan demi tiga orang perempuan yang mereka sayangi.
“kalian siap?” jaejoong meyakinkan. Kedua orang disampingnya mengangguk.
Gadis cantik dan sexy itu tersenyum dan... “Go...!!!!” mengangkat benderanya.
Malam itu masing-masing melaju menggapai mimpi mereka...,
----------------------
END


uwo uwoo gambarnya yesung cakeeeppp bbbbbuuuanget...jd pengen nyium chu...
BalasHapusdonghae melepaskan hobinya demi ita??? uwoo uwooo co cwiiiit
xixixiixi..., demi jineul cloud,,, ^^
BalasHapuskalo aku suka cowok yg hobi balap motor,:P biar kalo anter aku gak telat wuuusssssh....